Didiskusikan di Rumah Kreatif Suku Seni Riau
“Kartun dan Literasi Visual Kita”
Minggu, 15 April 2018 - 11:08 WIB > Dibaca 1137 kali Print | Komentar
“Kartun dan Literasi Visual Kita”
Penyerahan cenderamata di Suku Seni Riau.
Berita Terkait

Kartun Unik Curi Perhatian

Karikaturis GM Sudarta Tutup Usia

Sikari Taja Pelatihan



(RIAUPOS.CO) - Rumah Seni Suku Riau menggelar diskusi seni rupa, Rabu (11/4/2018) kemarin. Tema yang didiskusikan bertajuk "Kartun dan Literasi Visual Kita" dengan menghadirkan Furqon Elwe sebagai pemantik diskusi. Furqon mengatakan bahwa kartun-kartun opini yang terbit di media cetak, turut berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi visual masyarakat dalam menerima informasi. "Hanya, peran tersebut perlahan berkurang seiring banyaknya media cetak yang tutup. Kondisi ini diperparah dengan minimnya media daring yang menyediakan ruang untuk kartun opini," papar Furqon.

Tentang respon terhadap kartun yang sempat menjadi polemik beberapa waktu lalu, Furqon mengatakan karena kartun juga merupakan karya seni yang multi tafsir, sering ditafsir berbeda yang menimbulkan respon berbeda pula. "Fungsi humor dari kartun juga bisa menyebabkan respon yang berbeda dari audiens. Tawa itu seringkali selalu milik sebuah kelompok," kata Furqon mengutip teori humor Henry Bergson, filsuf Perancis. Akibatnya, wajar jika ada yang di luar kelompok, alih-alih ikut tertawa, malah tersinggung sehingga merespon. "Sepanjang meresponnnya dalam koridor yang dilindungi undang-undang ya wajar saja. Termasuk demo, yang penting jangan anarkis. Di sinilah pentingnya meningkatkan kemampuan literasi visual masyarakat," tambah ketua Sikari ini.

"Tapi saya juga tak sepakat masyarakat pembaca selalu disalahkan sebagai pihak yang kurang literasi visualnya. Saya malah menyarankan pada kawan-kawan kartunis untuk lebih peka dan respek terhadap kondisi riil masyarakat Indonesia yang begitu majemuk. Kartunis harus lebih hati-hati ketika bersentuhan dengan wilayah-wilayah sublim dalam karya. Gampangnya, jangan SARA dalam karya," kata Furqon.

Diskusi yang digelar hampir tengah malam tersebut diramaikan oleh peserta komunitas seni dan umum. "Diskusi seni hanya merupakan salah salah satu program rutin Rumah Suku yang diadakan tiap Rabu malam," kata Marhalim Zaini, pimpinan Rumah Suku.(fed)

KOMENTAR
Berita Update

Ashanty Bangga dengan Aurel
Sabtu, 14 Desember 2018 - 17:00 wib

Maia Estianty Hamil Anak Irwan Mussry?
Sabtu, 14 Desember 2018 - 16:30 wib

Diduga Overdosis, Mahasiswi Ditemukan Tewas
Sabtu, 14 Desember 2018 - 16:00 wib
Agenda Jokowi di Pekanbaru
Rapat Kerja dan Terima Gelar Adat
Sabtu, 14 Desember 2018 - 15:53 wib
Bawaslu Akan Menindak APK Melanggar Peraturan
Alat Peraga kampanye Caleg berada di jalan Protokol Pekanbaru
Bawaslu Akan Menindak APK Melanggar Peraturan
Sabtu, 14 Desember 2018 - 15:35 wib

Jalur Padang-Solok masih Macet
Sabtu, 14 Desember 2018 - 15:01 wib

6 Kilogram Sabu untuk Tahun Baru Gagal Beredar
Sabtu, 14 Desember 2018 - 15:00 wib

Sampai di Pekanbaru, SBY Langsung Shalat Jumat
Sabtu, 14 Desember 2018 - 14:51 wib
2 Masih Dalam Pencarian
8 Korban Longsor Ditemukan
Sabtu, 14 Desember 2018 - 14:30 wib
Bank Syariah Mandiri Sediakan Transaksi Hedging

Bank Syariah Mandiri Sediakan Transaksi Hedging
Sabtu, 14 Desember 2018 - 14:09 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Sutardji: Perempuan,  Tetaplah Jadi Ruh Bagi Kesusasteraan
Isu Ekologis dalam Filosofi Silat

Minggu, 25 November 2018 - 13:43 WIB

Ratusan Siswa Meriahkan Bulan Bahasa dan Kenduri Puisi  XII
Perlawanan Lewat Karya di “Padang Perburuan”

Minggu, 04 November 2018 - 14:10 WIB

Realitas Kekinian dalam "Padang Perburuan"

Minggu, 07 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini