Didiskusikan di Rumah Kreatif Suku Seni Riau
“Kartun dan Literasi Visual Kita”
Minggu, 15 April 2018 - 11:08 WIB > Dibaca 965 kali Print | Komentar
“Kartun dan Literasi Visual Kita”
Penyerahan cenderamata di Suku Seni Riau.
Berita Terkait

Karikaturis GM Sudarta Tutup Usia

Sikari Taja Pelatihan



(RIAUPOS.CO) - Rumah Seni Suku Riau menggelar diskusi seni rupa, Rabu (11/4/2018) kemarin. Tema yang didiskusikan bertajuk "Kartun dan Literasi Visual Kita" dengan menghadirkan Furqon Elwe sebagai pemantik diskusi. Furqon mengatakan bahwa kartun-kartun opini yang terbit di media cetak, turut berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi visual masyarakat dalam menerima informasi. "Hanya, peran tersebut perlahan berkurang seiring banyaknya media cetak yang tutup. Kondisi ini diperparah dengan minimnya media daring yang menyediakan ruang untuk kartun opini," papar Furqon.

Tentang respon terhadap kartun yang sempat menjadi polemik beberapa waktu lalu, Furqon mengatakan karena kartun juga merupakan karya seni yang multi tafsir, sering ditafsir berbeda yang menimbulkan respon berbeda pula. "Fungsi humor dari kartun juga bisa menyebabkan respon yang berbeda dari audiens. Tawa itu seringkali selalu milik sebuah kelompok," kata Furqon mengutip teori humor Henry Bergson, filsuf Perancis. Akibatnya, wajar jika ada yang di luar kelompok, alih-alih ikut tertawa, malah tersinggung sehingga merespon. "Sepanjang meresponnnya dalam koridor yang dilindungi undang-undang ya wajar saja. Termasuk demo, yang penting jangan anarkis. Di sinilah pentingnya meningkatkan kemampuan literasi visual masyarakat," tambah ketua Sikari ini.

"Tapi saya juga tak sepakat masyarakat pembaca selalu disalahkan sebagai pihak yang kurang literasi visualnya. Saya malah menyarankan pada kawan-kawan kartunis untuk lebih peka dan respek terhadap kondisi riil masyarakat Indonesia yang begitu majemuk. Kartunis harus lebih hati-hati ketika bersentuhan dengan wilayah-wilayah sublim dalam karya. Gampangnya, jangan SARA dalam karya," kata Furqon.

Diskusi yang digelar hampir tengah malam tersebut diramaikan oleh peserta komunitas seni dan umum. "Diskusi seni hanya merupakan salah salah satu program rutin Rumah Suku yang diadakan tiap Rabu malam," kata Marhalim Zaini, pimpinan Rumah Suku.(fed)

KOMENTAR
Berita Update

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah
Minggu, 22 September 2018 - 15:49 wib
Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Stroberi Berjarum Repotkan Australia
Minggu, 22 September 2018 - 14:47 wib
Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu
Minggu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu
Minggu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet
Minggu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Minggu, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Minggu, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Minggu, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Minggu, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Minggu, 21 September 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Lembaga  Sensor Film tak  "Berkuku"

Minggu, 02 September 2018 - 15:53 WIB

Kegilaan Penyair "Alam Gaib" di Akhir PSK

Senin, 27 Agustus 2018 - 08:09 WIB

Agar Siswa Paham Dunia Literasi dan Musikalisasi Puisi

Kamis, 16 Agustus 2018 - 00:50 WIB

Puisi Inspirasi Tiada Henti

Minggu, 12 Agustus 2018 - 08:42 WIB

Spirit Lokal dari Ceruk Kampung

Minggu, 05 Agustus 2018 - 15:01 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini