Didiskusikan di Rumah Kreatif Suku Seni Riau
“Kartun dan Literasi Visual Kita”
Minggu, 15 April 2018 - 11:08 WIB > Dibaca 841 kali Print | Komentar
“Kartun dan Literasi Visual Kita”
Penyerahan cenderamata di Suku Seni Riau.
Berita Terkait

Karikaturis GM Sudarta Tutup Usia

Sikari Taja Pelatihan



(RIAUPOS.CO) - Rumah Seni Suku Riau menggelar diskusi seni rupa, Rabu (11/4/2018) kemarin. Tema yang didiskusikan bertajuk "Kartun dan Literasi Visual Kita" dengan menghadirkan Furqon Elwe sebagai pemantik diskusi. Furqon mengatakan bahwa kartun-kartun opini yang terbit di media cetak, turut berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi visual masyarakat dalam menerima informasi. "Hanya, peran tersebut perlahan berkurang seiring banyaknya media cetak yang tutup. Kondisi ini diperparah dengan minimnya media daring yang menyediakan ruang untuk kartun opini," papar Furqon.

Tentang respon terhadap kartun yang sempat menjadi polemik beberapa waktu lalu, Furqon mengatakan karena kartun juga merupakan karya seni yang multi tafsir, sering ditafsir berbeda yang menimbulkan respon berbeda pula. "Fungsi humor dari kartun juga bisa menyebabkan respon yang berbeda dari audiens. Tawa itu seringkali selalu milik sebuah kelompok," kata Furqon mengutip teori humor Henry Bergson, filsuf Perancis. Akibatnya, wajar jika ada yang di luar kelompok, alih-alih ikut tertawa, malah tersinggung sehingga merespon. "Sepanjang meresponnnya dalam koridor yang dilindungi undang-undang ya wajar saja. Termasuk demo, yang penting jangan anarkis. Di sinilah pentingnya meningkatkan kemampuan literasi visual masyarakat," tambah ketua Sikari ini.

"Tapi saya juga tak sepakat masyarakat pembaca selalu disalahkan sebagai pihak yang kurang literasi visualnya. Saya malah menyarankan pada kawan-kawan kartunis untuk lebih peka dan respek terhadap kondisi riil masyarakat Indonesia yang begitu majemuk. Kartunis harus lebih hati-hati ketika bersentuhan dengan wilayah-wilayah sublim dalam karya. Gampangnya, jangan SARA dalam karya," kata Furqon.

Diskusi yang digelar hampir tengah malam tersebut diramaikan oleh peserta komunitas seni dan umum. "Diskusi seni hanya merupakan salah salah satu program rutin Rumah Suku yang diadakan tiap Rabu malam," kata Marhalim Zaini, pimpinan Rumah Suku.(fed)

KOMENTAR
Berita Update

Takut Anang Makan ‘‘Uang Rakyat’’
Senin, 16 Juli 2018 - 15:45 wib
Anggaran Terbatas, Jalan Minim Rambu Lalu Lintas

Anggaran Terbatas, Jalan Minim Rambu Lalu Lintas
Senin, 16 Juli 2018 - 15:40 wib

Al Ghazali Maia Estianty Diserang Haters
Senin, 16 Juli 2018 - 15:33 wib

Jalur Kilek Keramat Juara Rayon Satu
Senin, 16 Juli 2018 - 15:20 wib

Terjun ke Sungai, Seorang ABK Meninggal
Senin, 16 Juli 2018 - 15:10 wib

BRK Perluas Layanan di Anambas
Senin, 16 Juli 2018 - 15:06 wib

TIKI Riau Kopdar Bersama Bukalapak dan Telkomsel
Senin, 16 Juli 2018 - 15:03 wib
UMKM Solusi Atasi Anjloknya Harga Kelapa

UMKM Solusi Atasi Anjloknya Harga Kelapa
Senin, 16 Juli 2018 - 15:00 wib
Undangan Palsu Deklarasi Capres Palsu

Undangan Palsu Deklarasi Capres Palsu
Senin, 16 Juli 2018 - 14:50 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Terjebak dalam Bentuk

Minggu, 15 Juli 2018 - 11:14 WIB

Bunyi, Musik dan Deja Vu

Minggu, 15 Juli 2018 - 11:10 WIB

Marhalim Zaini Pentaskan "Hikayat Orang Laut"

Minggu, 15 Juli 2018 - 11:07 WIB

Koreografer Harus Lebih Berani Berkreasi

Kamis, 12 Juli 2018 - 09:24 WIB

“Makan Bakuncah” Raih Juara Umum

Rabu, 11 Juli 2018 - 09:33 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us