Depan >> Berita >> Hukum >>
SIDANG KASUS E-KTP
Menyesal Pernah Bertemu Marliem, Novanto: Saya Dijebak
Jumat, 13 April 2018 - 18:55 WIB > Dibaca 8254 kali Print | Komentar
Menyesal Pernah Bertemu Marliem, Novanto: Saya Dijebak
Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto membacakan nota pembelaan (pledoi), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Jumat (13/4/2018).

Dalam pledoinya, mantan ketua DPR itu mengaku dijebak oleh pengusaha Johanes Marliem, Direktur Biomorf Mauritius yang juga menjadi rekanan dalam pengerjaan proyek e-KTP.

Menurutnya, Johanes Marliem sengaja merencanakan sejumlah pertemuan dengan dirinya, kemudian sengaja merekam percakapan antara dirinya dengan Johanes Marliem saat membahas proyek e-KTP.

"Sejak awal saudara Johanes Marliem dengan maksud tertentu telah dengan sengaja menjebak saya dengan merekam pembicaraan pada setiap pertemuan dengan saya," ujarnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Jumat (13/4/2018).

Di sisi lain, mantan ketua umum Partai Golkar itu mengaku menyesal setelah bertemu dengan pengusaha yang memberinya hadiah ulang tahun berupa jam tangan mewah bermerk Richard Mille tersebut.

Apalagi, pertemuan pertemanannya di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta merupakan awal mula Novanto terlibat dalam proyek bernilai truliunan rupiah itu.

"Jika saja, saya tidak bersedia ditemui Andi Agustinus, Irman dan Diah Anggraeni di Hotel Grand Melia, mungkin saja saya tidak akan pernah terlibat jauh dalam proyek E-KTP yang telah menyeret saya hingga duduk di kursi pesakitan ini,"sebutnya.

Padahal, dia menilai, jabatannya saat itu tidak berhubungan dengan intervensi terhadap proyek e-KTP. Karena itu, dia pun membantah menerima uang maupun barang dari proyek tersebut.

"Faktanya, uang tersebut terbukti berpindah tangan ke pihak lain, bukan kepada saya," jelasnya.

KOMENTAR
Berita Update

Petani Muda Riau Terima Bantuan Bibit Sapi dari Chevron
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:32 wib

Pelaku Perusak Atribuat Partai Demokrat Diperiksa Penyidik
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:14 wib

Hari Ini, 54 Wartawan PWI Riau Konsentrasi Ikuti UKW
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:06 wib
Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau

Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:00 wib
Jalan Garuda Sakti
Truk Tonase Besar "Berjatuhan"
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:39 wib

Hari Ini Batas Akhir Pelunasan Pajak
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:13 wib
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru
Peserta Didik Bisa Tamat Lebih Cepat
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:01 wib
Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis

Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis
Minggu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk

Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk
Minggu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
15 ASN Minta Pendampingan Hukum

Senin, 10 Desember 2018 - 10:29 WIB

Laporan Ombudsman Dinilai Janggal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:03 WIB

Suami Inneke Bisnis Kamar Asmara di Lapas Sukamiskin

Jumat, 07 Desember 2018 - 04:41 WIB

Membandingkan Kasus Habib Bahar dengan ABG Penghina Presiden
Habib Bahar Diperiksa, FPI Beri Pengawalan

Kamis, 06 Desember 2018 - 20:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini