Bank Pembangunan Asia (ADB)
Masih Ada Harapan di 2018
Jumat, 13 April 2018 - 13:12 WIB > Dibaca 694 kali Print | Komentar
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Bank Pembangunan Asia (ADB) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia dari 5,9 persen menjadi 6 persen pada 2018 dan 2019. Pertumbuhan ekspor yang cukup besar membuat ekonomi sejumlah negara di kawasan Asia menggeliat. Ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh 5,3 persen. Lebih tinggi daripada tahun lalu yang hanya 5,1 persen.

Khusus untuk Indonesia, selain ekspor, investasi pada proyek-proyek strategis merupakan pendorong kuat ekonomi tahun ini. ’’Manajemen makroekonomi Indonesia yang kuat dan reformasi struktural telah mendorong momentum investasi,’’ kata Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein dalam rilis Asian Development Outlook (ADO) 2018, Rabu (11/4).

Winfried menambahkan, belanja modal yang cukup tinggi dari pemerintah amat membantu kesenjangan infrastruktur. Karena itu, laju investasi diperkirakan terus meningkat. ’’Hal ini didorong sentimen bisnis yang positif dari reformasi struktural bersama dengan percepatan sejumlah proyek strategis nasional,’’ jelasnya.

Menguatnya perdagangan global dan harga komoditas internasional yang lebih tinggi pada 2017 akan membantu mengurangi defisit transaksi berjalan ke 1,7 persen dari produk domestik bruto (PDB). Namun, pertumbuhan ekspor tahun ini diprediksi melambat. Sebaliknya, impor tetap kuat. Penopangnya adalah permintaan barang modal. ’’Karena itu, defisit transaksi berjalan diperkirakan sedikit meningkat pada 2018 dan 2019,’’ ujarnya.

Secara eksternal, kata Winfried, risiko terhadap proyeksi perekonomian Indonesia mencakup laju perkembangan kebijakan moneter di negara maju dan ketegangan perdagangan internasional. Dari sisi domestik, perekonomian Indonesia berpotensi menghadapi kekurangan pendapatan dan terlambatnya pengeluaran.

’’Berlanjutnya upaya reformasi struktural di Indonesia dapat membawa pertumbuhan yang lebih inklusif. Yang menjadi prioritas dari upaya tersebut. Antara lain, investasi infrastruktur, pengembangan pendidikan dan keterampilan, serta reformasi iklim investasi,’’ paparnya.(ken/vir/c14/sof/jpg)

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah bakal melakukan pengelolaan ekonomi secara seimbang. ’’Kalau kita lihat, momentum pertumbuhan ekonomi, terutama dari konsumsi, akan tetap dijaga di atas 5 persen,’’ tuturnya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menuturkan, tren harga komoditas tahun depan bisa lebih rendah daripada tahun ini, khususnya batu bara dan CPO. Kemudian, potensi meluasnya perang dagang juga memengaruhi kinerja ekspor Indonesia. Selain itu, Pilpres 2019 membuat sebagian pengusaha menahan ekspansi karena khawatir dengan risiko politik.

’’Sikap wait and see ini harus diantisipasi pemerintah dengan aneka kebijakan seperti menjaga inflasi, mendorong daya beli masyarakat, dan membuat situasi keamanan kondusif,’’ ucapnya.

Namun, kata Bhima, masih ada harapan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dan tahun depan melebihi 5,3 persen. ’’Karena postur anggaran pemerintah tahun depan bisa lebih ekspansif. Percepatan infrastruktur dan belanja politik bakal jadi stimulus ke konsumsi masyarakat,’’ imbuhnya.(ken/vir/c14/sof/jpg)


KOMENTAR
Berita Update
Pengrusakan Atribut Partai di Pekanbaru
Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian
Rabu, 18 Desember 2018 - 17:31 wib

Bupati Imbau Perusahaan Peduli Korban Banjir
Rabu, 18 Desember 2018 - 15:30 wib
Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)

Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib
Diskes Temukan 68 Kasus  Penyakit Serang Warga

Diskes Temukan 68 Kasus Penyakit Serang Warga
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib

Kecelakaan Maut di Pertambangan Cina Dianggap Lumrah
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:00 wib
PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan

PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:44 wib
Jalan Lintas Timur Diberlakukan Buka Tutup
Jembatan Barangan Ambruk
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:37 wib

PT Asuransi Astra Buana Terkesan Dukungan Riau Pos
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Pelantikan DPC LVRI Siak
Syamsuar Ingatkan Efek Negatif Globalisasi
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
PT Asuransi Astra Buana Terkesan Dukungan Riau Pos

Selasa, 18 Desember 2018 - 13:30 WIB

Tanpa Anggaran,  Peparpov 2019 Terancam Gagal Terlaksana

Selasa, 18 Desember 2018 - 12:45 WIB

Terima 499 Pesanan Mitsubishi Fuso

Selasa, 18 Desember 2018 - 12:45 WIB

Prabowo: Kalau Pilot Kurang Andal, Baiknya Diganti

Selasa, 18 Desember 2018 - 12:23 WIB

APBD Masih Dievaluasi Kemendagri

Selasa, 18 Desember 2018 - 11:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini