Wonderful Indonesia
Riau Pos berupaya menjembatani aspirasi pembaca atau masyarakat Riau pada umumnya. Jika itu berbentuk keluhan terhadap pemerintah daerah, Riau Pos akan menyiapkan liputannya dan diterbitkan di halaman ini. Termasuk instansi lain. Tentunya melalui kaedah atau etika yang sudah ditentukan. Dan Riau Pos berhak untuk memilih mana yang ditindaklanjuti dan yang mana tidak dengan berbagai pertimbangan. Kami juga akan mengedit seperlunya aspirasi pembaca yang dimuat, tanpa mengurangi/menghilangkan substansi isi. Untuk menyampaikan aspirasinya, silahkan kirim pesan teks atau foto, atau keduanya melalui:WA: 081334159333. Email/FB: riaupos.interaktif@gmail.com IG: @riaupos_interaktif, Twitter: @riaupos2017. Path: @riaupos2017.
Bagaimanakah Nasib Guru Bahasa Inggris?
Jumat, 13 April 2018 - 11:08 WIB > Dibaca 1369 kali Print | Komentar
Bagaimanakah Nasib Guru Bahasa Inggris?
Pak Kadisdik Kota Pekanbaru, bagaimana nasib kami guru Bahasa Inggris yang mengajar di sekolah dasar (SD) jika mata pelajaran bahasa Inggris ditiadakan.

WA:08126612XXX
-----------------------------------------------------------------------
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Penerapan Kurikulum 2013 tingkat sekolah dasar (SD) tahun ajaran 2018 baru mencapai 75 persen dari jumlah total 195 SD yang ada di Pekanbaru. Artinya ada 25 persen lagi masih menggunakan kurikulum KTSP 2006 tingkat SD. Namun 2019 Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru menargetkan 100 persen sudah menerapkan kurikulum 2013.


Dalam penerapan kurikulum 2013 mempunyai dampak hilangnya mata pelajaran Bahasa Inggris dari pelajaran utama. Sehingga para guru mata pelajaran Bahasa Inggris mengeluhkan nasib mereka seperti apa.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal menyebutkan, penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris merupakan konsekuensi perubahan kurikulum. Hingga saat ini pihaknya telah memindahkan 20 guru Bahasa Inggris SD dari 60 guru dengan status guru bantu, Guru tidak tetap dan PNS yang diperjuangkan Disdik pindah ke SMPN.

‘’Kini masih ada 40 orang guru Bahasa Inggris lagi yang tengah kami perjuangkan untuk dipindahkan ke SMP. Karena guru ini masih menggunakan kurikulum KTSP,’’kata Jamal kepada Riau Pos di ruang kerjanya, Rabu (11/4). Sementara guru yang berstatus GTT atau honorer sekolah akan dipindahkan sesuai instruksi Disdik Pekanbaru. Karena, guru berstatus GTT dan honorer adalah tanggung jawab Disdik. Dalam artian guru itu tetap akan dipertahankan untuk terus menjadi tenaga pendidik di Pekanbaru.

Jamal mengakui, keputusan penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris adalah keputusan pemerintah pusat. Sementara seluruh daerah harus mengikutinya. “Guru yang dipindahkan ke SLTP harus bisa menyesuaikan proses belajar mengajar dengan tingkatan sekolah. Sehingga bisa menghasilkan lulusan bermutu nantinya,” jelas Jamal

Jamal juga menyebutkan jika guru ini dipindahkan tidak akan rugi. Akan tetapi jumlah jam mata pelajaran dalam sepekan tidak akan mencapai 24 jam sesuai dengan keperluan sertifikasi.

Lebih lanjut Jamal menyebutkan untuk guru Bahasa Inggris di sekolah yayasan dan swasta tergantung kebijakan sekolah tersebut. Jika dirata-ratakan dengan jumlah guru SD negeri dan SD swasta jumlah guru Bahasa Inggris hampir 300 orang. ‘’Silakan di sekolah swasta Bahasa Inggris menjadi pelajaran tambahan,’’urainya.(tya)



KOMENTAR
Berita Update
INTERUPSI
Tahun Politik ’’Musim Bertanam Tebu”
Selasa, 24 April 2018 - 09:52 wib
Honda Beri Diskon Aksesoris di Hari Kartini

Honda Beri Diskon Aksesoris di Hari Kartini
Selasa, 24 April 2018 - 09:41 wib

HUT Ke-22, Frank & Co Gelar Pameran Perhiasan
Selasa, 24 April 2018 - 09:35 wib

Natasha Skin Care Tawarkan Perawatan Facial
Selasa, 24 April 2018 - 09:29 wib
TINDAK LANJUT ATAS PROSES HUKUM
Penyidik KPK Diminta Baca Buku Bamsoet untuk Usut Kasus Century
Selasa, 23 April 2018 - 21:00 wib
KASUS UJARAN KEBENCIAN
Merasa Tak Bersalah, Ahmad Dhani: 99 Persen habib Indonesia Doakan Saya
Selasa, 23 April 2018 - 20:30 wib
TERJADI DI SEJUMLAH DAERAH
UNBK SMP Bermasalah, APJII: Persoalan Aplikasi, Bukan karena Hacker
Selasa, 23 April 2018 - 20:15 wib
GARANSI AMIEN RAIS MASIH MENTAH
Dukungan PAN ke Jokowi di Pilpres 2019 Tergantung Hasil Rakernas
Selasa, 23 April 2018 - 20:00 wib
ELEKTABILITAS MENURUN
Geram! Ini Kata Fadli Zon soal Isu Prabowo Batal Nyapres 2019
Selasa, 23 April 2018 - 19:45 wib
DALAM KONDISI SEHAT
Besok Novanto Divonis Kasus e-KTP, Kuasa Hukum Harapkan Ini dari Hakim
Selasa, 23 April 2018 - 19:30 wib
Cari Berita
Interaktif Terbaru
Truk Besar Melintas di Jalan Soebrantas

Sabtu, 21 April 2018 - 09:47 WIB

Hasil Coklit Sudah di Disdukcapil

Jumat, 20 April 2018 - 10:07 WIB

Gepeng Cilik di Pasar Pagi Arengka dan Mal SKA

Kamis, 19 April 2018 - 11:29 WIB

Berikan Perhatian kepada Petani Keladi Ungu

Kamis, 19 April 2018 - 10:16 WIB

Tiang Jembatan Baserah Terancam Roboh

Rabu, 18 April 2018 - 10:09 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us