Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Fredrich Tunjukkan Bakpao ke Saksi, Pengunjung Sidang Tertawa
Kamis, 12 April 2018 - 20:45 WIB > Dibaca 891 kali Print | Komentar
Fredrich Tunjukkan Bakpao ke Saksi, Pengunjung Sidang Tertawa
Fredrich Yunadi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Hal konyol di ruang persidangan kembali dilakukan terdakwa Fredrich Yunadi. Terbaru, dia menunjukkan bakpao di hadapan majelis hakim, saksi, dan jaksa penuntut umum pada KPK.

Adapun roti berwarna putih itu dia tunjukan saat mengajukan pertanyaan kepada pegawai RS Medika Permata Hijau, dokter Francia.

"Mohon izin, ini adalah bakpao. Jadi, kalau mengatakan bakpao gede sepiring, ini mungkin otaknya sepiring ini, Pak," ujarnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018).

Ruang sidang lantas menjadi penuh tawa ketika Fredrich menunjukan bakpao berukuran bakso yang dibawanya.

"Ini saksi tahu bakpao ini begini," tuturnya saat menunjukan bakpao kepada Francia.

Francia lantas menganggap kalau bakpao yang ada seperti biasanya ukuran besar.

"Kalau kami ngomongin bakpao, pasti indikasinya besar Pak," katanya menjawab pertanyaan mantan pengacara Setya Novanto itu.

Atas pernyataan Francia, dia menganggap kalau bakpao yang dibayangkan berukuran besar seperti bola.

"Saudara lihat di berita itu, jadi saya pikir sebesar kepalanya," jelasnya.

Untuk diketahui, setelah mengalami kecelakaan tunggal, Novanto langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Saat itu, Fredrich Yunadi yang menjadi pengacara Novanto menangani perawatannya.

Saat konferensi pers, Fredrich mengatakan ada benjolan sebesar bakpao di dahi bagian kiri Novanto. Namun, dalam persidangan, perawat dan dokter RS Medika Permata Hijau membantah pernyataan Fredrich tersebut.

Mereka mengatakan hanya ada luka lecet di bagian dahi kiri Novanto. Dalam perkara itu, Fredrich didakwa merintangi penyidikan kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Dia diduga bersama dengan dokter Bimanesh Sutarjo merekayasa hasil pemeriksaan terhadap Setnov. Fredrich diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. (ce1/rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Traffic Website  SSCN Padat di  Siang Hari

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari
Rabu, 25 September 2018 - 18:39 wib
Angkat Potensi Kerang Rohil

Angkat Potensi Kerang Rohil
Rabu, 25 September 2018 - 17:38 wib
PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang
Rabu, 25 September 2018 - 17:30 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan
Rabu, 25 September 2018 - 17:00 wib
Beli BBM Pakai  Uang Elektronik

Beli BBM Pakai Uang Elektronik
Rabu, 25 September 2018 - 16:56 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki
Rabu, 25 September 2018 - 16:36 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik
Rabu, 25 September 2018 - 16:32 wib
Rencana Rasionalisasi RAPBD Perubahan 2018
Tak Ganggu Target Pembangunan
Rabu, 25 September 2018 - 16:30 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo
Rabu, 25 September 2018 - 16:00 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi
Rabu, 25 September 2018 - 15:54 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kepala Bappeda Bengkalis Diperiksa KPK

Sabtu, 15 September 2018 - 13:25 WIB

Setnov Minta Eni Tak Ceritakan Perannya di PLTU Riau-1

Senin, 10 September 2018 - 22:04 WIB

Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”

Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB

KPK Sarankan Partai Melakukan PAW

Rabu, 05 September 2018 - 12:39 WIB

Polisi Tunggu UAS Laporkan soal Intimidasi

Rabu, 05 September 2018 - 02:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini