Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Fredrich Tunjukkan Bakpao ke Saksi, Pengunjung Sidang Tertawa
Kamis, 12 April 2018 - 20:45 WIB > Dibaca 979 kali Print | Komentar
Fredrich Tunjukkan Bakpao ke Saksi, Pengunjung Sidang Tertawa
Fredrich Yunadi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Hal konyol di ruang persidangan kembali dilakukan terdakwa Fredrich Yunadi. Terbaru, dia menunjukkan bakpao di hadapan majelis hakim, saksi, dan jaksa penuntut umum pada KPK.

Adapun roti berwarna putih itu dia tunjukan saat mengajukan pertanyaan kepada pegawai RS Medika Permata Hijau, dokter Francia.

"Mohon izin, ini adalah bakpao. Jadi, kalau mengatakan bakpao gede sepiring, ini mungkin otaknya sepiring ini, Pak," ujarnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018).

Ruang sidang lantas menjadi penuh tawa ketika Fredrich menunjukan bakpao berukuran bakso yang dibawanya.

"Ini saksi tahu bakpao ini begini," tuturnya saat menunjukan bakpao kepada Francia.

Francia lantas menganggap kalau bakpao yang ada seperti biasanya ukuran besar.

"Kalau kami ngomongin bakpao, pasti indikasinya besar Pak," katanya menjawab pertanyaan mantan pengacara Setya Novanto itu.

Atas pernyataan Francia, dia menganggap kalau bakpao yang dibayangkan berukuran besar seperti bola.

"Saudara lihat di berita itu, jadi saya pikir sebesar kepalanya," jelasnya.

Untuk diketahui, setelah mengalami kecelakaan tunggal, Novanto langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Saat itu, Fredrich Yunadi yang menjadi pengacara Novanto menangani perawatannya.

Saat konferensi pers, Fredrich mengatakan ada benjolan sebesar bakpao di dahi bagian kiri Novanto. Namun, dalam persidangan, perawat dan dokter RS Medika Permata Hijau membantah pernyataan Fredrich tersebut.

Mereka mengatakan hanya ada luka lecet di bagian dahi kiri Novanto. Dalam perkara itu, Fredrich didakwa merintangi penyidikan kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Dia diduga bersama dengan dokter Bimanesh Sutarjo merekayasa hasil pemeriksaan terhadap Setnov. Fredrich diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. (ce1/rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Petani Muda Riau Terima Bantuan Bibit Sapi dari Chevron
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:32 wib

Pelaku Perusak Atribuat Partai Demokrat Diperiksa Penyidik
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:14 wib

Hari Ini, 54 Wartawan PWI Riau Konsentrasi Ikuti UKW
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:06 wib
Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau

Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:00 wib
Jalan Garuda Sakti
Truk Tonase Besar "Berjatuhan"
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:39 wib

Hari Ini Batas Akhir Pelunasan Pajak
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:13 wib
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru
Peserta Didik Bisa Tamat Lebih Cepat
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:01 wib
Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis

Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis
Minggu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk

Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk
Minggu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
15 ASN Minta Pendampingan Hukum

Senin, 10 Desember 2018 - 10:29 WIB

Laporan Ombudsman Dinilai Janggal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:03 WIB

Suami Inneke Bisnis Kamar Asmara di Lapas Sukamiskin

Jumat, 07 Desember 2018 - 04:41 WIB

Membandingkan Kasus Habib Bahar dengan ABG Penghina Presiden
Habib Bahar Diperiksa, FPI Beri Pengawalan

Kamis, 06 Desember 2018 - 20:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini