Depan >> Berita >> Hukum >>
PANDANGAN MAHKAMAH AGUNG
KPK Diminta Patuhi Putusan Praperadilan untuk Tetapkan Boediono Tersangka
Kamis, 12 April 2018 - 19:40 WIB > Dibaca 552 kali Print | Komentar
KPK Diminta Patuhi Putusan Praperadilan untuk Tetapkan Boediono Tersangka
Mantan Wakil Presiden Boediono. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Putusan hakim praperadilan PN Jakarta Selatan untuk menetapkan mantan Wapres Boediono sebagai tersangka dinilai oleh Mahkamah Agung (MA) harus dilaksanakan KPK.

Menurut Ketua Humas MA, Abdullah, meski hasil putusan tersebut tergolong norma hukum baru yang tak sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), putusan itu harus tetap dijalankan.

"Dalam negara hukum, semua pihak harus patuh pada hukum termasuk putusan hakim. Cepat atau lambat KPK pasti melaksanakan tugasnya," katanya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Kamis (12/4/2018).

Objek praperadilan yang dimohonkan oleh pemohon (MAKI), imbuhnya, memang belum termasuk yang diatur dalam KUHAP dan Putusan MK. Akan tetapi, secara yuridis hakim tidak boleh menolak perkara yang diajukan pengadilan.

Hakim harus memutus perkara yang diajukan kepadanya apapun alasannya termasuk permohonan praperadilan yang diadili di PN Jakarta Selatan.

"Putusan praperadilan termasuk baru sehingga semua pihak mengkaji secara akademis yang mendalam dan mendasar. Apakah ini merupakan judicial activism untuk menemukan hukum atau tidak, maka diperlukan analisis secara hati hati dan cermat," jelasnya.

Meski begitu, Mahkamah Agung (MA) tetap menghormati putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) dalam penetapan tersangka kasus Bank Century.

"Pada dasarnya MA tetap menghormati independensi putusan hakim," jelasnya.

Di sisi lain, dia pun menyarankan kepada lembaga antirasuah untuk mematuhi hukum yang berlaku dalam peraturan perundangan-undangan.

"Pesan untuk kami semua untuk senantiasa mematuhi hukum dan petaturan perundang-undangan. Dalam hal ada yang baru atau penemuan hukum baru tidak disikapi secara subyektif, melainkan dilakukan kajian akademik secara mendalam dan mendasar baik secara yuridis maupun filosofis," paparnya. (ipp)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Al Ghazali Maia Estianty Diserang Haters
Senin, 16 Juli 2018 - 15:33 wib

Jalur Kilek Keramat Juara Rayon Satu
Senin, 16 Juli 2018 - 15:20 wib

Terjun ke Sungai, Seorang ABK Meninggal
Senin, 16 Juli 2018 - 15:10 wib

Antisipasi Laka Laut, Izin Pelayaran Diperketat
Senin, 16 Juli 2018 - 15:07 wib

BRK Perluas Layanan di Anambas
Senin, 16 Juli 2018 - 15:06 wib
UMKM Solusi Atasi Anjloknya Harga Kelapa

UMKM Solusi Atasi Anjloknya Harga Kelapa
Senin, 16 Juli 2018 - 15:00 wib
Undangan Palsu Deklarasi Capres Palsu

Undangan Palsu Deklarasi Capres Palsu
Senin, 16 Juli 2018 - 14:50 wib
Gudang Peralatan Tukang Terbakar

Gudang Peralatan Tukang Terbakar
Senin, 16 Juli 2018 - 14:50 wib

Jalani LDR dengan Santai
Senin, 16 Juli 2018 - 14:41 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Terkait Kasus yang Menjerat Kader Golkar, KPK Amankan Tiga Orang Lagi
Kader Golkar ES Sedang Berada di Rumah Menteri Sosial saat Ditangkap KPK
Ini Reaksi Golkar Terkait OTT KPK Terhadap Kadernya
Eni ’’Nodai’’ Pesta Ultah Putri Mensos

Sabtu, 14 Juli 2018 - 10:50 WIB

Heboh Plang Kantor Polisi Bersama RI & Cina di Kalbar, Begini Kronologinya
Sagang Online
loading...
Follow Us