Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Saat Novanto Kecelakaan, Anak Buah Fredrich Akui Diminta Cek Kamar, tapi...
Kamis, 12 April 2018 - 19:20 WIB > Dibaca 381 kali Print | Komentar
Saat Novanto Kecelakaan, Anak Buah Fredrich Akui Diminta Cek Kamar, tapi...
Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Persidangan lanjutan dugaan merintangi penyidikan korupsi e-KTP terdakwa Fredrich Yunadi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018), menghadirkan Achmad Rudiansyah.

Dalam kesaksiannya, anak buah Fredrich Yunadi itu mengaku diperintah untuk mengecek fasilitas Rumah Sakit Permata Hijau. Saat itu dia mengira kalau pengecekan tersebut lantaran bosnya mengalami penyakit jantung.

"Cek fasilitas rumah sakit. Yang saya tahu, mohon izin memang pimpinan saya ini (Fredrich Yunadi) sakit jantung, ring-nya banyak juga," ujarnya.

Diakuinya, mantan pengacara Setya Novanto itu mengalami penyakit jantung setelah bekerja beberapa bulan di Yunadi & Associate. Meski begitu, dia tidak mengecek fasilitas penyakit jantung saat mengecek ruang rawat inap RS Medika Permata Hijau.

"Tidak karena sampai di sana, saya langsung mengecek kamar tidak langsung mengecek satu di situ tidak. Saya itu menanyakan kepada Elisa (dokter Alia) ada kamar lain lagi tidak untuk perbandingan. Dia bilang ’ada Pak, kamarnya VVIP’," tuturnya.

Achmad pun bahkan tidak mengecek terkait tersedianya dokter penyakit jantung di rumah sakit itu.

"Untuk uraian dokter itu bisa dicek di web-nya," sebutnya.

Sebelumnya dilaporkan, setelah Novanto mengalami kecelakaan tunggal, dia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Saat itu, Fredrich Yunadi yang menjadi pengacara Novanto menangani perawatannya.

Fredrich bersama dengan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo diduga bersama-sama menghalang-halangi penyidikan e-KTP. Dalam perkara itu, Fredrich didakwa merintangi penyidikan kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Dia diduga bersama dengan dokter Bimanesh Sutarjo merekayasa hasil pemeriksaan terhadap Setnov. Dia diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. (ce1/rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Polda Razia 10 Lokasi
Gelper Mendadak Sepi
Sabtu, 21 April 2018 - 12:44 wib

si Classy Mermaid pants
Sabtu, 21 April 2018 - 12:27 wib

SMAN 4 Pekanbaru Juara I PIK Jalur Pendidikan
Sabtu, 21 April 2018 - 12:21 wib
Pelarian Bonita Berakhir
Warga Merasa Tenang
Sabtu, 21 April 2018 - 12:18 wib
Senita Riskiwahyuni STrKeb, Kartini Zaman Now
Inovatif untuk Sesama Perempuan
Sabtu, 21 April 2018 - 12:04 wib
Tamu Redaksi Riau Pos
Anggota OSIS SMKN 1 Lubuk Batu Jaya Menimba Ilmu ke Riau Pos
Sabtu, 21 April 2018 - 12:00 wib
Rencana Perjalanan Haji 2018
Kepulangan Jamaah Mundur Sehari
Sabtu, 21 April 2018 - 11:55 wib
Alamaaak!
Terciduk Bareng Selingkuhan
Sabtu, 21 April 2018 - 11:53 wib
Stasiun Penyedia Listrik Umum
24 Titik SPLU Bantu PKL
Sabtu, 21 April 2018 - 11:34 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Keras! Kapolri: Polisi yang Terlibat Narkoba Ditembak Mati Saja!
Absen dari Sidang Bimanesh, Setya Novanto Kirim Surat, Isinya...
Sulit Cari Saksi Ahli dari Akademisi, KPK Minta Solusi ke Kemenristekdikti
Polisi Tegaskan Regulasi tentang Alkohol Harus Direvisi DPR
Tetapkan Tersangka Baru Kasus Century, KPK Dalami Keterlibatan 10 Orang
Sagang Online
loading...
Follow Us