Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Saat Novanto Kecelakaan, Anak Buah Fredrich Akui Diminta Cek Kamar, tapi...
Kamis, 12 April 2018 - 19:20 WIB > Dibaca 612 kali Print | Komentar
Saat Novanto Kecelakaan, Anak Buah Fredrich Akui Diminta Cek Kamar, tapi...
Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Persidangan lanjutan dugaan merintangi penyidikan korupsi e-KTP terdakwa Fredrich Yunadi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018), menghadirkan Achmad Rudiansyah.

Dalam kesaksiannya, anak buah Fredrich Yunadi itu mengaku diperintah untuk mengecek fasilitas Rumah Sakit Permata Hijau. Saat itu dia mengira kalau pengecekan tersebut lantaran bosnya mengalami penyakit jantung.

"Cek fasilitas rumah sakit. Yang saya tahu, mohon izin memang pimpinan saya ini (Fredrich Yunadi) sakit jantung, ring-nya banyak juga," ujarnya.

Diakuinya, mantan pengacara Setya Novanto itu mengalami penyakit jantung setelah bekerja beberapa bulan di Yunadi & Associate. Meski begitu, dia tidak mengecek fasilitas penyakit jantung saat mengecek ruang rawat inap RS Medika Permata Hijau.

"Tidak karena sampai di sana, saya langsung mengecek kamar tidak langsung mengecek satu di situ tidak. Saya itu menanyakan kepada Elisa (dokter Alia) ada kamar lain lagi tidak untuk perbandingan. Dia bilang ’ada Pak, kamarnya VVIP’," tuturnya.

Achmad pun bahkan tidak mengecek terkait tersedianya dokter penyakit jantung di rumah sakit itu.

"Untuk uraian dokter itu bisa dicek di web-nya," sebutnya.

Sebelumnya dilaporkan, setelah Novanto mengalami kecelakaan tunggal, dia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Saat itu, Fredrich Yunadi yang menjadi pengacara Novanto menangani perawatannya.

Fredrich bersama dengan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo diduga bersama-sama menghalang-halangi penyidikan e-KTP. Dalam perkara itu, Fredrich didakwa merintangi penyidikan kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Dia diduga bersama dengan dokter Bimanesh Sutarjo merekayasa hasil pemeriksaan terhadap Setnov. Dia diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. (ce1/rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Petani Muda Riau Terima Bantuan Bibit Sapi dari Chevron
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:32 wib

Pelaku Perusak Atribuat Partai Demokrat Diperiksa Penyidik
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:14 wib

Hari Ini, 54 Wartawan PWI Riau Konsentrasi Ikuti UKW
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:06 wib
Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau

Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:00 wib
Jalan Garuda Sakti
Truk Tonase Besar "Berjatuhan"
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:39 wib

Hari Ini Batas Akhir Pelunasan Pajak
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:13 wib
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru
Peserta Didik Bisa Tamat Lebih Cepat
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:01 wib
Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis

Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis
Minggu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk

Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk
Minggu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
15 ASN Minta Pendampingan Hukum

Senin, 10 Desember 2018 - 10:29 WIB

Laporan Ombudsman Dinilai Janggal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:03 WIB

Suami Inneke Bisnis Kamar Asmara di Lapas Sukamiskin

Jumat, 07 Desember 2018 - 04:41 WIB

Membandingkan Kasus Habib Bahar dengan ABG Penghina Presiden
Habib Bahar Diperiksa, FPI Beri Pengawalan

Kamis, 06 Desember 2018 - 20:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini