Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Saat Novanto Kecelakaan, Anak Buah Fredrich Akui Diminta Cek Kamar, tapi...
Kamis, 12 April 2018 - 19:20 WIB > Dibaca 554 kali Print | Komentar
Saat Novanto Kecelakaan, Anak Buah Fredrich Akui Diminta Cek Kamar, tapi...
Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Persidangan lanjutan dugaan merintangi penyidikan korupsi e-KTP terdakwa Fredrich Yunadi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018), menghadirkan Achmad Rudiansyah.

Dalam kesaksiannya, anak buah Fredrich Yunadi itu mengaku diperintah untuk mengecek fasilitas Rumah Sakit Permata Hijau. Saat itu dia mengira kalau pengecekan tersebut lantaran bosnya mengalami penyakit jantung.

"Cek fasilitas rumah sakit. Yang saya tahu, mohon izin memang pimpinan saya ini (Fredrich Yunadi) sakit jantung, ring-nya banyak juga," ujarnya.

Diakuinya, mantan pengacara Setya Novanto itu mengalami penyakit jantung setelah bekerja beberapa bulan di Yunadi & Associate. Meski begitu, dia tidak mengecek fasilitas penyakit jantung saat mengecek ruang rawat inap RS Medika Permata Hijau.

"Tidak karena sampai di sana, saya langsung mengecek kamar tidak langsung mengecek satu di situ tidak. Saya itu menanyakan kepada Elisa (dokter Alia) ada kamar lain lagi tidak untuk perbandingan. Dia bilang ’ada Pak, kamarnya VVIP’," tuturnya.

Achmad pun bahkan tidak mengecek terkait tersedianya dokter penyakit jantung di rumah sakit itu.

"Untuk uraian dokter itu bisa dicek di web-nya," sebutnya.

Sebelumnya dilaporkan, setelah Novanto mengalami kecelakaan tunggal, dia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Saat itu, Fredrich Yunadi yang menjadi pengacara Novanto menangani perawatannya.

Fredrich bersama dengan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo diduga bersama-sama menghalang-halangi penyidikan e-KTP. Dalam perkara itu, Fredrich didakwa merintangi penyidikan kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Dia diduga bersama dengan dokter Bimanesh Sutarjo merekayasa hasil pemeriksaan terhadap Setnov. Dia diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. (ce1/rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Traffic Website  SSCN Padat di  Siang Hari

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari
Rabu, 25 September 2018 - 18:39 wib
Angkat Potensi Kerang Rohil

Angkat Potensi Kerang Rohil
Rabu, 25 September 2018 - 17:38 wib
PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang
Rabu, 25 September 2018 - 17:30 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan
Rabu, 25 September 2018 - 17:00 wib
Beli BBM Pakai  Uang Elektronik

Beli BBM Pakai Uang Elektronik
Rabu, 25 September 2018 - 16:56 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki
Rabu, 25 September 2018 - 16:36 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik
Rabu, 25 September 2018 - 16:32 wib
Rencana Rasionalisasi RAPBD Perubahan 2018
Tak Ganggu Target Pembangunan
Rabu, 25 September 2018 - 16:30 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo
Rabu, 25 September 2018 - 16:00 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi
Rabu, 25 September 2018 - 15:54 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kepala Bappeda Bengkalis Diperiksa KPK

Sabtu, 15 September 2018 - 13:25 WIB

Setnov Minta Eni Tak Ceritakan Perannya di PLTU Riau-1

Senin, 10 September 2018 - 22:04 WIB

Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”

Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB

KPK Sarankan Partai Melakukan PAW

Rabu, 05 September 2018 - 12:39 WIB

Polisi Tunggu UAS Laporkan soal Intimidasi

Rabu, 05 September 2018 - 02:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini