Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT PUTUSAN PERMOHONAN PRAPERADILAN
Didesak Jadikan Boediono Tersangka Kasus Century, Ini Kata KPK
Kamis, 12 April 2018 - 18:40 WIB > Dibaca 1048 kali Print | Komentar
Didesak Jadikan Boediono Tersangka Kasus Century, Ini Kata KPK
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dalam kasus skandal Bank Century, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta menetapkan mantan Wakil Presiden Boediono sebagai tersangka.

Adapun hal itu tertuang dalam putusan permohonan praperadilan yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Putusan sebelumnya dibacakan hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Effendi Mukhtar.

Menanggapi putusan itu, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyebut lembaga anti-rasuah akan mempelajari lebih dalam atas putusan tersebut.

"Nanti kami pelajari dulu. Ini kan baru dua hari. Kami bahas dulu. Kami panggilkan ahli dulu. Kemudian ada urut-urutannya," ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/4/2018).

Dia menerangkan, ada syarat-syarat sebelum menetapkan tersangka, salah satunya dua alat bukti. Tanpa dua alat bukti, KPK tidak akan pernah menetapkan tersangka kepada Budiono.

"Penetapan tersangka itu harus berdasarkan dua alat bukti. Jadi, sebelum ditemukan dua alat bukti, tentu kami tidak berani menetapkan menjadi tersangka. Kalau sudah ada dua alat bukti nanti dinaikkan jadi tersangka," tegasnya.

Sementara itu, soal adanya usulan agar kasus bank Century ditangani Bareskrim Mabes Polri, dia menilai hal itu tidak ada aturannya. Sepanjang kasus tersebut masih ditangani oleh KPK, lembaga penegak hukum lain tidak berhak mengambil alih.

"Yang ada itu aturannya dalam hal ini penegak hukum jaksa dan polisi tidak bisa menyelesaikan perkaranya bila ditarik KPK. Atau kemudian ada hal-hal tertentu KPK menyerahkan polisi dan jaksa. Jangan dibalik," tutupnya.(mkd)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Petani Muda Riau Terima Bantuan Bibit Sapi dari Chevron
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:32 wib

Pelaku Perusak Atribuat Partai Demokrat Diperiksa Penyidik
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:14 wib

Hari Ini, 54 Wartawan PWI Riau Konsentrasi Ikuti UKW
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:06 wib
Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau

Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:00 wib
Jalan Garuda Sakti
Truk Tonase Besar "Berjatuhan"
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:39 wib

Hari Ini Batas Akhir Pelunasan Pajak
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:13 wib
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru
Peserta Didik Bisa Tamat Lebih Cepat
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:01 wib
Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis

Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis
Minggu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk

Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk
Minggu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
15 ASN Minta Pendampingan Hukum

Senin, 10 Desember 2018 - 10:29 WIB

Laporan Ombudsman Dinilai Janggal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:03 WIB

Suami Inneke Bisnis Kamar Asmara di Lapas Sukamiskin

Jumat, 07 Desember 2018 - 04:41 WIB

Membandingkan Kasus Habib Bahar dengan ABG Penghina Presiden
Habib Bahar Diperiksa, FPI Beri Pengawalan

Kamis, 06 Desember 2018 - 20:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini