Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Lagi, Fredrich Tantang Saksi Sumpah Pocong jika Merasa Benar
Kamis, 12 April 2018 - 17:50 WIB > Dibaca 3213 kali Print | Komentar
Lagi, Fredrich Tantang Saksi Sumpah Pocong jika Merasa Benar
Fredrich Yunadi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menilainya tidak kooperatif karena mengancam saksi ditanggapi santai terdakwa kasus dugaan merintangi penyidikan korupsi e-KTP Fredrich Yunadi.

Dia menilai, saksi yang memberikan keterangan dengan benar di depan persidangan pastinya tidak takut dengan permintaannya untuk menjalani sumpah pocong dan lie detector.

"Kalau untuk lie detector dan sumpah pocong kan hak kami. Kalau dia benar kenapa takut?" tanya Fredrich di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018).

Saat jaksa menghadirkan saksi seorang perawat bernama Indri Astuti, sebelumnya Fredrich memintanya untuk menjalani sumpah pocong dan pemeriksaan lie detector. Sebab, Indri dianggap memberikan keterangan tidak benar di hadapan majelis hakim.

Menurut Fredrich, adanya respons dari KPK yang ingin memberatkan hukumannya akibat meminta sumpah pocong terhadap saksi merupakan ancaman yang dilakukan KPK tidak ingin dibuka.

"Justru dengan adanya ini membuktikan KPK yang melakukan pengancaman. KPK kan menganggap hakim anak buahnya dia. Saya akan tuntut dengan maksimal, katanya gitu kan. Itu siapa yang ngancam, yang ngancam mereka (KPK)," kata mantan pengacara Setya Novanto itu.

Senada, penasihat hukum Fredrich, Supriyanto Refa menilai Indri kerap mengubah keterangannya saat bersaksi, yakni Berita Acara Pemeriksaan (BAP) berbeda dengan di persidangan.

"Seperti kemarin saksi Indri. BAP tanggal 9 Januari berbeda dengan 22 Januari, berbeda juga dengan di persidangan. Kan saya tanyakan mana yang benar, tanggal 9 atau 22, atau apa dipersidangan. Kan tiga-tiganya nggak benar, malah ada keterangan baru," tuturnya.
KOMENTAR
Berita Update
Polda Razia 10 Lokasi
Gelper Mendadak Sepi
Sabtu, 21 April 2018 - 12:44 wib

si Classy Mermaid pants
Sabtu, 21 April 2018 - 12:27 wib

SMAN 4 Pekanbaru Juara I PIK Jalur Pendidikan
Sabtu, 21 April 2018 - 12:21 wib
Pelarian Bonita Berakhir
Warga Merasa Tenang
Sabtu, 21 April 2018 - 12:18 wib
Senita Riskiwahyuni STrKeb, Kartini Zaman Now
Inovatif untuk Sesama Perempuan
Sabtu, 21 April 2018 - 12:04 wib
Tamu Redaksi Riau Pos
Anggota OSIS SMKN 1 Lubuk Batu Jaya Menimba Ilmu ke Riau Pos
Sabtu, 21 April 2018 - 12:00 wib
Rencana Perjalanan Haji 2018
Kepulangan Jamaah Mundur Sehari
Sabtu, 21 April 2018 - 11:55 wib
Alamaaak!
Terciduk Bareng Selingkuhan
Sabtu, 21 April 2018 - 11:53 wib
Stasiun Penyedia Listrik Umum
24 Titik SPLU Bantu PKL
Sabtu, 21 April 2018 - 11:34 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Keras! Kapolri: Polisi yang Terlibat Narkoba Ditembak Mati Saja!
Absen dari Sidang Bimanesh, Setya Novanto Kirim Surat, Isinya...
Sulit Cari Saksi Ahli dari Akademisi, KPK Minta Solusi ke Kemenristekdikti
Polisi Tegaskan Regulasi tentang Alkohol Harus Direvisi DPR
Tetapkan Tersangka Baru Kasus Century, KPK Dalami Keterlibatan 10 Orang
Sagang Online
loading...
Follow Us