Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Lagi, Fredrich Tantang Saksi Sumpah Pocong jika Merasa Benar
Kamis, 12 April 2018 - 17:50 WIB > Dibaca 3497 kali Print | Komentar
Lagi, Fredrich Tantang Saksi Sumpah Pocong jika Merasa Benar
Fredrich Yunadi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menilainya tidak kooperatif karena mengancam saksi ditanggapi santai terdakwa kasus dugaan merintangi penyidikan korupsi e-KTP Fredrich Yunadi.

Dia menilai, saksi yang memberikan keterangan dengan benar di depan persidangan pastinya tidak takut dengan permintaannya untuk menjalani sumpah pocong dan lie detector.

"Kalau untuk lie detector dan sumpah pocong kan hak kami. Kalau dia benar kenapa takut?" tanya Fredrich di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018).

Saat jaksa menghadirkan saksi seorang perawat bernama Indri Astuti, sebelumnya Fredrich memintanya untuk menjalani sumpah pocong dan pemeriksaan lie detector. Sebab, Indri dianggap memberikan keterangan tidak benar di hadapan majelis hakim.

Menurut Fredrich, adanya respons dari KPK yang ingin memberatkan hukumannya akibat meminta sumpah pocong terhadap saksi merupakan ancaman yang dilakukan KPK tidak ingin dibuka.

"Justru dengan adanya ini membuktikan KPK yang melakukan pengancaman. KPK kan menganggap hakim anak buahnya dia. Saya akan tuntut dengan maksimal, katanya gitu kan. Itu siapa yang ngancam, yang ngancam mereka (KPK)," kata mantan pengacara Setya Novanto itu.

Senada, penasihat hukum Fredrich, Supriyanto Refa menilai Indri kerap mengubah keterangannya saat bersaksi, yakni Berita Acara Pemeriksaan (BAP) berbeda dengan di persidangan.

"Seperti kemarin saksi Indri. BAP tanggal 9 Januari berbeda dengan 22 Januari, berbeda juga dengan di persidangan. Kan saya tanyakan mana yang benar, tanggal 9 atau 22, atau apa dipersidangan. Kan tiga-tiganya nggak benar, malah ada keterangan baru," tuturnya.
KOMENTAR
Berita Update

Petani Muda Riau Terima Bantuan Bibit Sapi dari Chevron
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:32 wib

Pelaku Perusak Atribuat Partai Demokrat Diperiksa Penyidik
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:14 wib

Hari Ini, 54 Wartawan PWI Riau Konsentrasi Ikuti UKW
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:06 wib
Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau

Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:00 wib
Jalan Garuda Sakti
Truk Tonase Besar "Berjatuhan"
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:39 wib

Hari Ini Batas Akhir Pelunasan Pajak
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:13 wib
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru
Peserta Didik Bisa Tamat Lebih Cepat
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:01 wib
Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis

Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis
Minggu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk

Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk
Minggu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
15 ASN Minta Pendampingan Hukum

Senin, 10 Desember 2018 - 10:29 WIB

Laporan Ombudsman Dinilai Janggal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:03 WIB

Suami Inneke Bisnis Kamar Asmara di Lapas Sukamiskin

Jumat, 07 Desember 2018 - 04:41 WIB

Membandingkan Kasus Habib Bahar dengan ABG Penghina Presiden
Habib Bahar Diperiksa, FPI Beri Pengawalan

Kamis, 06 Desember 2018 - 20:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini