Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Lagi, Fredrich Tantang Saksi Sumpah Pocong jika Merasa Benar
Kamis, 12 April 2018 - 17:50 WIB > Dibaca 3431 kali Print | Komentar
Lagi, Fredrich Tantang Saksi Sumpah Pocong jika Merasa Benar
Fredrich Yunadi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menilainya tidak kooperatif karena mengancam saksi ditanggapi santai terdakwa kasus dugaan merintangi penyidikan korupsi e-KTP Fredrich Yunadi.

Dia menilai, saksi yang memberikan keterangan dengan benar di depan persidangan pastinya tidak takut dengan permintaannya untuk menjalani sumpah pocong dan lie detector.

"Kalau untuk lie detector dan sumpah pocong kan hak kami. Kalau dia benar kenapa takut?" tanya Fredrich di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018).

Saat jaksa menghadirkan saksi seorang perawat bernama Indri Astuti, sebelumnya Fredrich memintanya untuk menjalani sumpah pocong dan pemeriksaan lie detector. Sebab, Indri dianggap memberikan keterangan tidak benar di hadapan majelis hakim.

Menurut Fredrich, adanya respons dari KPK yang ingin memberatkan hukumannya akibat meminta sumpah pocong terhadap saksi merupakan ancaman yang dilakukan KPK tidak ingin dibuka.

"Justru dengan adanya ini membuktikan KPK yang melakukan pengancaman. KPK kan menganggap hakim anak buahnya dia. Saya akan tuntut dengan maksimal, katanya gitu kan. Itu siapa yang ngancam, yang ngancam mereka (KPK)," kata mantan pengacara Setya Novanto itu.

Senada, penasihat hukum Fredrich, Supriyanto Refa menilai Indri kerap mengubah keterangannya saat bersaksi, yakni Berita Acara Pemeriksaan (BAP) berbeda dengan di persidangan.

"Seperti kemarin saksi Indri. BAP tanggal 9 Januari berbeda dengan 22 Januari, berbeda juga dengan di persidangan. Kan saya tanyakan mana yang benar, tanggal 9 atau 22, atau apa dipersidangan. Kan tiga-tiganya nggak benar, malah ada keterangan baru," tuturnya.
KOMENTAR
Berita Update
Traffic Website  SSCN Padat di  Siang Hari

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari
Rabu, 25 September 2018 - 18:39 wib
Angkat Potensi Kerang Rohil

Angkat Potensi Kerang Rohil
Rabu, 25 September 2018 - 17:38 wib
PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang
Rabu, 25 September 2018 - 17:30 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan
Rabu, 25 September 2018 - 17:00 wib
Beli BBM Pakai  Uang Elektronik

Beli BBM Pakai Uang Elektronik
Rabu, 25 September 2018 - 16:56 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki
Rabu, 25 September 2018 - 16:36 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik
Rabu, 25 September 2018 - 16:32 wib
Rencana Rasionalisasi RAPBD Perubahan 2018
Tak Ganggu Target Pembangunan
Rabu, 25 September 2018 - 16:30 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo
Rabu, 25 September 2018 - 16:00 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi
Rabu, 25 September 2018 - 15:54 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kepala Bappeda Bengkalis Diperiksa KPK

Sabtu, 15 September 2018 - 13:25 WIB

Setnov Minta Eni Tak Ceritakan Perannya di PLTU Riau-1

Senin, 10 September 2018 - 22:04 WIB

Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”

Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB

KPK Sarankan Partai Melakukan PAW

Rabu, 05 September 2018 - 12:39 WIB

Polisi Tunggu UAS Laporkan soal Intimidasi

Rabu, 05 September 2018 - 02:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini