Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Lagi, Fredrich Tantang Saksi Sumpah Pocong jika Merasa Benar
Kamis, 12 April 2018 - 17:50 WIB > Dibaca 3367 kali Print | Komentar
Lagi, Fredrich Tantang Saksi Sumpah Pocong jika Merasa Benar
Fredrich Yunadi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menilainya tidak kooperatif karena mengancam saksi ditanggapi santai terdakwa kasus dugaan merintangi penyidikan korupsi e-KTP Fredrich Yunadi.

Dia menilai, saksi yang memberikan keterangan dengan benar di depan persidangan pastinya tidak takut dengan permintaannya untuk menjalani sumpah pocong dan lie detector.

"Kalau untuk lie detector dan sumpah pocong kan hak kami. Kalau dia benar kenapa takut?" tanya Fredrich di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018).

Saat jaksa menghadirkan saksi seorang perawat bernama Indri Astuti, sebelumnya Fredrich memintanya untuk menjalani sumpah pocong dan pemeriksaan lie detector. Sebab, Indri dianggap memberikan keterangan tidak benar di hadapan majelis hakim.

Menurut Fredrich, adanya respons dari KPK yang ingin memberatkan hukumannya akibat meminta sumpah pocong terhadap saksi merupakan ancaman yang dilakukan KPK tidak ingin dibuka.

"Justru dengan adanya ini membuktikan KPK yang melakukan pengancaman. KPK kan menganggap hakim anak buahnya dia. Saya akan tuntut dengan maksimal, katanya gitu kan. Itu siapa yang ngancam, yang ngancam mereka (KPK)," kata mantan pengacara Setya Novanto itu.

Senada, penasihat hukum Fredrich, Supriyanto Refa menilai Indri kerap mengubah keterangannya saat bersaksi, yakni Berita Acara Pemeriksaan (BAP) berbeda dengan di persidangan.

"Seperti kemarin saksi Indri. BAP tanggal 9 Januari berbeda dengan 22 Januari, berbeda juga dengan di persidangan. Kan saya tanyakan mana yang benar, tanggal 9 atau 22, atau apa dipersidangan. Kan tiga-tiganya nggak benar, malah ada keterangan baru," tuturnya.
KOMENTAR
Berita Update
Tak Ada Sengketa THR Karyawan dan Perusahaan

Tak Ada Sengketa THR Karyawan dan Perusahaan
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:00 wib

Debt Collector Bisa Dipidana
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:40 wib
KEJUARAAN ATLETIK DUNIA U-20
Pelatih Ungkap Rahasia Kesuksesan Zohri Raih Gelar Juara Dunia
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:30 wib
UKS Upaya Tingkatkan Hidup Sehat sejak Dini

UKS Upaya Tingkatkan Hidup Sehat sejak Dini
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:20 wib
PENYEBAB BELUM DIKETAHUI
Tingkat Stres Tinggi, Anggota Brimob Nekat Tembak Kepala Sendiri
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:10 wib
BELUM TENTUKAN SIKAP
Pilpres 2019, Demokrat Akui Ada Jarak antara SBY dan Megawati
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:00 wib

Pemberangkatan JCH Harus Lebih Baik
Rabu, 18 Juli 2018 - 19:50 wib
KEJUARAAN ATLETIK DUNIA U-20
Zohri Ternyata Sempat Takut Diwawancarai Wartawan, Ini Alasannya
Rabu, 18 Juli 2018 - 19:50 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Tingkat Stres Tinggi, Anggota Brimob Nekat Tembak Kepala Sendiri
Soal Proyek PLTU Riau-1, Eni Saragih Tulis Surat Klarifikasi, Isinya...
Resmi! Kasus Fahri Hamzah Vs Presiden PKS Kembali Dilanjutkan Polisi
Gerak Cepat KPK Tangani Kasus Korupsi PLTU Riau 1

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:41 WIB

Modus Korupsi dengan Commitment Fee

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:37 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us