Depan >> Berita >> Hukum >>
SIDANG KASUS DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Minta Pindah dari Rutan KPK, Fredrich Tuding Obatnya Disita Petugas
Kamis, 12 April 2018 - 17:00 WIB > Dibaca 3455 kali Print | Komentar
Minta Pindah dari Rutan KPK, Fredrich Tuding Obatnya Disita Petugas
Fredrich Yunadi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Permohonan kepada majelis hakim agar dapat dipindahkan dari rumah tahanan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diajukan oleh terdakwa Fredrich Yunadi.

Pengacara yang terjerat kasus dugaan merintangi penyidikan itu mengajukan hal tersebut karena menganggap KPK tidak memberikan pelayanan dengan baik.

"Saya minta pindah rutan yang mulia," ucapnya kepada majelis hakim sebelum menjalani sidang lanjutan perkara dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018).

Dia lantas mengajukan surat permohonan kepada majelis hakim. Akan tetapi, hal itu akan menjadi pertimbangan.

"Ya akan kami pertimbangkan," jawab Ketua Majelis Hakim Syaifuddin Zuhri.

Lantas, dengan nada tinggi dia memaparkan alasan tidak ingin lagi mendekam di rutan KPK. Diakuinya, dirinya tidak mendapat perawatan serius oleh dokter KPK.

"Masalah obat, jaksa penuntut umum tidak menyampaikan masalah obat ke KPK," tegasnya.

Terkait itu, jaksa KPK telah mengkonfirmasi ke dokter poliklinik KPK kalau Fredrich telah menjalani pengobatan di RS Medistra pada Senin (26/2/2018) lalu.

"Terdapat lima macam obat harus ditebus sebanyak 250 butir, memang KPK tidak menanggung biaya menebus obat tersebut. Setelah berobat memang ditebus, tapi yang ditebus obat alganax itu obat anticemas," kata jaksa.
KOMENTAR
Berita Update
Pengrusakan Atribut Partai di Pekanbaru
Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian
Rabu, 18 Desember 2018 - 17:31 wib

Bupati Imbau Perusahaan Peduli Korban Banjir
Rabu, 18 Desember 2018 - 15:30 wib
Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)

Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib
Diskes Temukan 68 Kasus  Penyakit Serang Warga

Diskes Temukan 68 Kasus Penyakit Serang Warga
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib

Kecelakaan Maut di Pertambangan Cina Dianggap Lumrah
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:00 wib
PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan

PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:44 wib
Jalan Lintas Timur Diberlakukan Buka Tutup
Jembatan Barangan Ambruk
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:37 wib

PT Asuransi Astra Buana Terkesan Dukungan Riau Pos
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Pelantikan DPC LVRI Siak
Syamsuar Ingatkan Efek Negatif Globalisasi
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:31 WIB

15 ASN Minta Pendampingan Hukum

Senin, 10 Desember 2018 - 10:29 WIB

Laporan Ombudsman Dinilai Janggal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:03 WIB

Suami Inneke Bisnis Kamar Asmara di Lapas Sukamiskin

Jumat, 07 Desember 2018 - 04:41 WIB

Membandingkan Kasus Habib Bahar dengan ABG Penghina Presiden
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini