Siapkan Rp1 Triliun untuk Riau Bebas Rentenir

Politik | Kamis, 12 April 2018 - 12:40 WIB

Siapkan Rp1 Triliun untuk Riau Bebas Rentenir
BERDIALOG: Calon Gubernur (Cagub) Riau nomor urut 4 Arsyadjuliandi Rachman saat kampanye dialogis di Desa Langkan, Kecamatan Langgam, Pelalawan, Rabu (11/4/2018). (TIM MEDIA AYO FOR RIAU POS)

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Calon Gubernur (Cagub) Riau nomor urut 4 Arsyadjuliandi Rachman menginginkan pertumbuhan ekonomi desa di Riau menggeliat. Untuk itu ia dan pasangannya H Suyatno sudah menyiapkan anggaran Rp1 triliun untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Riau sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Andi Rachman ini saat kampanye dialogis di Desa Langkan, Kecamatan Langgam, Pelalawan, Rabu, (11/4).

Andi mengatakan, ia dan pasangannya Suyatno kemudian berkomitmen menganggarkan Rp200 miliar per tahun dari APBD Riau untuk menghadirkan BUMdes di seluruh desa di Riau. Dengan kata lain satu desa satu BUMDes.

Saat ini, dari 1.592 desa yang ada di Riau, sebanyak 800 di antaranya sudah memiliki BUMDes. Sisanya, 792 desa lagi lanjut Andi Rachman akan dituntaskan pendirian BUMDes-nya pada periode kedua kepemimpinannya menjadi gubernur 2019-2024.

“BUMDes ini kan salah satu unit usahanya simpan pinjam. Nah, unit usaha inilah yang kita harapkan dapat menjadi ‘’pembunuh’’ rentenir di desa-desa karena menawarkan bunga lebih rendah,” ujarnya.

Jadi lanjutnya, pelembagaan Unit Ekonomi Desa Simpan Pinjam menjadi BUMDes ini akan terus dipacu. Termasuk di Desa Langkan yang belum terbentuk BUMDes nya.

“Saya dorong bapak-bapak dan ibu segera dirikan BUMDes. Kalau ingin belajar mengembangkan usaha bisa ke provinsi. Di sana ada BUMDes Center. Contoh-contoh BUMDes berhasil juga sudah ba­nyak,” ujarnya.

Sementara itu, tiga tokoh Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon nomor 4 Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno. Ketiganya yakni Datuk Ajo Bilang Bongsu, Nasrullah dan Haji Bustami. Mereka bertiga mewakili tokoh masyarakat Langgam menyatakan sikap di atas jembatan kayu di Desa Tambak, Rabu, (11/4).(ali/*)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU