Depan >> Berita >> Hukum >>
Sempat Membantah Kena OTT KPK, Bupati Bandung Barat Jadi Tersangka
Kamis, 12 April 2018 - 01:28 WIB > Dibaca 713 kali Print | Komentar
Sempat Membantah Kena OTT KPK, Bupati Bandung Barat Jadi Tersangka
Bupati Bandung Barat, Abu Bakar.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setelah sebelumnya memberi klarifikasi bantahan soal kabar kena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Bandung Barat, Abu Bakar ternyata kemudian dijadikan  tersangka oleh KPK.

Penetapan itu dilakukan setelah KPK mendalami kasus operasi tangkap tangan terhadap sejumlah orang di Bandung Barat, Selasa (10/4/2018. Selain sang bupati lembaga anti rasuah juga menetapkan tersangka lainnya di antaranya yaitu WLW Kepala Dinas Perindustrian dam Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, ADY sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat dan juga Kepala Badan Kepegawain Daerah Kabupaten Bandung Barat yang diduga sebagai pemberi suap.

Dalam operasi tersebut KPK juga mengamankan barang bukti yang dikumpulkan sebesar Rp435 juta dan juga 6 orang yang kemudian menjalami pemeriksaan secara intensif.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers, Rabu (11/4/2018) mengatakan diduga sang bupati meminta sejumlah uang kepada Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) untuk kepentingan pencalonan istrinya ES, sebagai calon Bupati Bandung Barat periode 2018-2023.

“Permintaan tersebut disampaikan beberapa kali pertemuan antara bupati dan sejumlah SKPD tersebut pada bulan Januari, Februari dan Maret. Kemudian bupati tersebut menagih janji untuk kepentingan pembayaran salah satu lembaga survei,” jelas Saut.

Selain mengumpulkan dana yang dimaksud, Abu Bakar meminta bantuan WLW dan ADY yang bertugas untuk menagih janji yang telah disepakati sebelumnya bersama sang bupati. Untuk satu SKPD diduga dikumpulkan uang senilai Rp40 juta lebih.

“Untuk kepentingan pemeriksaan KPK kemudian melakukan penyegelan seperti brankas dan laci meja kerja milik salah satu staf bapeda dan juga ruangan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” jelas Saut lagi.(nue)

Sumber: Indopos
Editor: Fopin A Sinaga

KOMENTAR
Berita Update
PILPRES 2019
TGB soal Sanksi Demokrat: Sikap Saya Bukan Mewakili Demokrat
Rabu, 17 Juli 2018 - 21:00 wib
TERKAIT KASUS SUAP
Soal Proyek PLTU Riau-1, Eni Saragih Tulis Surat Klarifikasi, Isinya...
Rabu, 17 Juli 2018 - 20:45 wib
DAFTAR BACALEG
Ubah Citra Parlemen, Ketum PSI Ikut Nyaleg 2019
Rabu, 17 Juli 2018 - 20:30 wib
PEMILU 2019
Ada Tugas dari Megawati untuk Krisdayanti yang Maju dari PDIP
Rabu, 17 Juli 2018 - 20:15 wib
PEMILU 2019
Ternyata, Menteri-menteri Ini Tak Dibolehkan Nyaleg oleh Jokowi
Rabu, 17 Juli 2018 - 20:00 wib
PILPRES 2019
Siapakah Cawapres Prabowo? Tiga Tokoh Ini Dinilai Paling Berpeluang
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:40 wib
MENDAFTAR KE KPU
Massa PDIP Kecewa karena Mobil Hary Tanoesoedibjo Dibolehkan Masuk
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:30 wib
SEPAKBOLA INDONESIA
Petisi Edy Rahmayadi Mundur dari Ketum PSSI Muncul, Begini Isinya
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:20 wib
UNGGAH FOTO KE FACEBOOK
Pamer Nonton Final Piala Dunia, Putra Najib Razak Panen Cibiran
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:10 wib
TERKAIT PERKARA SUAP
Kasus Eni Saragih, Golkar Siapkan Bantuan Hukum untuk Hadapi KPK
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Soal Proyek PLTU Riau-1, Eni Saragih Tulis Surat Klarifikasi, Isinya...
Resmi! Kasus Fahri Hamzah Vs Presiden PKS Kembali Dilanjutkan Polisi
Gerak Cepat KPK Tangani Kasus Korupsi PLTU Riau 1

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:41 WIB

Modus Korupsi dengan Commitment Fee

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:37 WIB

Tidak Boleh Memukul, Kendati Pencuri

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:29 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini