LTSA Tingkatkan Pelayanan dan Perlindungan PMI
Kamis, 12 April 2018 - 01:29 WIB > Dibaca 2611 kali Print | Komentar
LTSA Tingkatkan Pelayanan dan Perlindungan PMI
Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri, Soes Hindharno.
KENDAL (RIAUPOS.CO) - Untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) pemerintah meresmikan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Hal ini menjadi bukti konkret hadirnya pemerintah di tengah masarakat dalam melindungi hak migrasi setiap warga negara.

"Saat ini sudah terbentuk total 23 LTSA di seluruh Indonesia. Kita terus tingkatkan semua aspek pelayanan bagi PMI agar lebih terlindungi," ujar Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri, Soes Hindharno, di Kendal, Jawa Tengah, Rabu (11/4/2018).

Soes mengungkapkan, pihaknya terus berupaya dan berkomitmen kuat untuk memberikan perlindungan kepada PMI dan anggota keluarganya sejak sebelum bekerja, masa bekerja sampai kembali ke daerah asalnya. Sehingga diharapkan upaya tersebut mampu menekan angka pekerja migran ilegal dan menjamin keselamatan juga kesejahteraan PMI.

"Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kendal dalam upanya mewujudkan pelayanan kepada PMI yang cepat, mudah, transparan, pasti, terjangkau dan murah," katanya.

Soes menambahkan, LTSA merupakan satu dari sekian substansi penting di dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Undang-Undang tersebut mengatur pelayanan penempatan dan pelindungan PMI dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah secara terkoordinasi, terintegrasi, dan memberikan mandat kepada pemerintah daerah untuk membentuk LTSA.

"LTSA bertujuan untuk mewujudkan efektivitas penyelenggaraan pelayanan penempatan dan pelindungan PMI, memberikan efisiensi dan transparansi dalam pengurusan dokumen, serta mempercepat peningkatan kualitas pelayanan," imbuhnya.

Selain itu, Soes juga mengimbau pemerintah daerah untuk memaksaimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sara percepatan peningkatan kompetensi. Sehingga, PMI yang akan bekerja ke luar negeri juga sudah mengantongi keterampilan dan tersertifikasi.

"Sehingga hal ini akan mendorong penempatan tenaga kerja sektor formal ke luar negeri," papar Soes. Menurut Soes, selain pembentukan LTSA, pemerintah juga sudah menggulirkan program Desa Migran Produktif. Program tersebut bertujuan untuk meminimalisir kasus PMI ilegal, Human Trafficking, dan memberdayakan PMI purna serta keluarga PMI terutama di daerah kantung-kantung PMI.


KOMENTAR
Berita Update
Tak Ada Sengketa THR Karyawan dan Perusahaan

Tak Ada Sengketa THR Karyawan dan Perusahaan
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:00 wib

Debt Collector Bisa Dipidana
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:40 wib
KEJUARAAN ATLETIK DUNIA U-20
Pelatih Ungkap Rahasia Kesuksesan Zohri Raih Gelar Juara Dunia
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:30 wib
UKS Upaya Tingkatkan Hidup Sehat sejak Dini

UKS Upaya Tingkatkan Hidup Sehat sejak Dini
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:20 wib
PENYEBAB BELUM DIKETAHUI
Tingkat Stres Tinggi, Anggota Brimob Nekat Tembak Kepala Sendiri
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:10 wib
BELUM TENTUKAN SIKAP
Pilpres 2019, Demokrat Akui Ada Jarak antara SBY dan Megawati
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:00 wib

Pemberangkatan JCH Harus Lebih Baik
Rabu, 18 Juli 2018 - 19:50 wib
KEJUARAAN ATLETIK DUNIA U-20
Zohri Ternyata Sempat Takut Diwawancarai Wartawan, Ini Alasannya
Rabu, 18 Juli 2018 - 19:50 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Kapolri: Kekuatan TNI-Polri Banyak Menentukan Nasib Indonesia
Asian Games 2018, Kim Jong-un & Moon Jae-in Diundang Jokowi untuk Hadir
Kasus Eni Saragih, Golkar Siapkan Bantuan Hukum untuk Hadapi KPK
Innalillahi untuk PKS dari Fahri Hamzah yang Tak Akan Nyaleg Lagi
13 Jamaah Pekanbaru Gagal Berangkat

Selasa, 17 Juli 2018 - 11:32 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us