Wonderful Indonesia
Hubungan Industrial yang Baik Tingkatkan Produktivitas Kerja
Kamis, 12 April 2018 - 01:14 WIB > Dibaca 431 kali Print | Komentar
Hubungan Industrial yang Baik Tingkatkan Produktivitas Kerja
Sekretaris Jenderal Kemnaker Hery Sudarmanto.
SURABAYA (RIAUPOS.CO) - Dalam penerapan di dunia kerja, hubungan industrial mendorong terciptanya ketenangan berusaha dan bekerja, peningkatan produksi dan produktivitas kerja serta keterampilan tenaga kerja.

"Hubungan industrial yang baik akan mempermudah setiap pihak mencapai tujuannya. Kondisi ini efektif untuk meningkatkan produktivitas," kata Sekretaris Jenderal Kemnaker Hery Sudarmanto saat menghadiri Forum Diskusi Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) pada Rabu (11/4/2018).

Di sisi lain, jelas Hery, peningkatan hubungan industrial juga berdampak pada perkembangan perusahaan yang akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru. "Ini akan membantu pemerintah dalam mengatasi pengangguran," tuturnya.

Bahkan, lanjut Hery, hubungan industrial yang kondusif akan mendorong terciptanya stabilitas nasional di sektor kerja dan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia."Untuk mewujudkan hal itu, negara terus hadir dalam pengawasan dialog sosial antara manajemen dan serikat pekerja serta dalam bentuk perumusan kebijakan," ucap Hery.

Dipaparkan Hery, berdasar data Kemnaker sampai akhir tahun 2017, tercatat sebanyak 2.717.961 orang yang menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB). Sementara itu, jumlah serikat pekerja di tingkat perusahaan sebanyak 7.294 unit kerja SP/SB. Sedangkan jumlah federasi sebanyak 120 dan jumlah konfederasi sebanyak 14 buah konfederasi.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (Dirjen PHI dan Jamsos) Haiyani Rumondang mengungkapkan, berbicara mengenai hubungan industrial, maka akan berbicara tentang dua hal yang berbeda, yakni kepentingan buruh dan pengusaha.

"Ada kiat paling efektif untuk membangun hubungan baik antara keduanya, yakni dialog," kata Haiyani.

Haiyani melanjutkan, ketika satu pihak tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan, maka isu itu akan menjadi sesuatu yang heboh. "Sekarang serikat pekerja tidak hanya membawa isu tentang perusahaan, tetapi juga di luar perusahaan, oleh karena itu dialog antara kedua belah pihak sangat penting" tutur Haiyani.

Menguatkan pernyataan Dirjen PHI dan Jamsos, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur Setiajid menyatakan, perusahaan yang melakukan dialog dan memiliki perjanjian kerja bersama sekitar 95 persen  memiliki hubungan industrial yang harmonis.

"Contohnya adalah Jawa Timur. Meski sangat heterogen, namun sangat kondusif dalam menjalin hubungan industrial. Ada 38 serikat pekerja di Jawa Timur, mereka sudah kompak," tutupnya.(fat)
KOMENTAR
Berita Update
Haji 2018
2-8 Mei, Kesehatan JCH Diperiksa
Jumat, 27 April 2018 - 09:48 wib
Flyover Simpang SKA Pekanbaru
Videotron Bakal Dibongkar Paksa
Jumat, 27 April 2018 - 09:47 wib
Ada Soal IPA di Luar Perkiraan

Ada Soal IPA di Luar Perkiraan
Jumat, 27 April 2018 - 09:46 wib

Frisian Flag Hadirkan Susu Kacang Hijau
Jumat, 27 April 2018 - 09:45 wib

Lima Unit Rumah Dilalap si Jago Merah
Jumat, 27 April 2018 - 09:38 wib

Riau Pos dan Honda Inisiasi Fun Race Game Berhadiah
Jumat, 27 April 2018 - 09:23 wib
PROTES PERNYATAAN MENDIKBUD
Siswa yang Bocorkan Soal Diganjar Nilai Nol, Begini Kritik KPAI
Jumat, 26 April 2018 - 20:45 wib
TERKAIT ADANYA PERTEMUAN TERTUTUP
PDIP: Bukan Memecah Koalisi PKS-Gerindra, Jokowi Justru Jaga Persatuan
Jumat, 26 April 2018 - 20:30 wib
PANDANGAN FADLI ZON
Gatot Dinilai Tak Cari Perhatian Prabowo soal Indonesia Bubar 2030, tetapi...
Jumat, 26 April 2018 - 20:15 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Puluhan Ribu Jamaah Umrah Terancam Tak Berangkat

Kamis, 26 April 2018 - 10:57 WIB

Minta Kriminalisasi Ulama Dihentikan

Kamis, 26 April 2018 - 10:20 WIB

Pertemuan PA 212 dengan Presiden Direncanakan sejak Februari Lalu
Ini Delapan Rangkuman Pertemuan Jokowi dengan Ulama Alumni 212
Mengejutkan, Sekjen KPK Dipecat

Kamis, 26 April 2018 - 09:21 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us