TERKAIT AKSES INFORMASI PENGGUNA
Ketika Pendiri Facebook Berulang Kali Minta Maaf di Sidang Kongres AS
Rabu, 11 April 2018 - 20:00 WIB > Dibaca 958 kali Print | Komentar
Ketika Pendiri Facebook Berulang Kali Minta Maaf di Sidang Kongres AS
Ilustrasi. (AFP)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Selasa (10/4/2018), pendiri Facebook Mark Zuckerberg menghadapi sidang Kongres Amerika Serikat (AS) di Capitol Hill, Washington.

Di hadapan 44 senator, dia diinterogasi selama lima jam dan berkali-kali mengucapkan, "Saya minta maaf." Facebook mengakui, informasi pribadi 87 juta pengguna diakses tanpa seizin mereka.

Dia pun mengakui, perusahaannya bekerja sama dengan orang nomor satu di special counsel, Robert Mueller dalam upaya investigasi tentang campur tangan Rusia di Pemilu Presiden 2016.

Dilansir Reuters, Rabu (11/4/2018), saat ditanya oleh Senator Demokrat, Patrick Leahy apakah Facebook telah menerima panggilan dari pengadilan untuk penasihat khusus, Zuckerberg menjawab, "Ya."

Lantas, dia mengklarifikasi, "Saya sebenarnya tidak mengetahui panggilan pengadilan. Saya sadar bahwa mungkin ada, tetapi kami bekerja dengan mereka."

Saat ditanya apakah karyawannya telah diwawancarai, dia pun mengiyakan.

"Saya ingin berhati-hati di sini karena pekerjaan kami dengan penasihat khusus bersifat rahasia dan saya ingin memastikan bahwa dalam sesi terbuka saya tidak mengungkapkan sesuatu yang bersifat rahasia," imbuhnya.

Adapun kehadirannya pada sidang Komite Senat dan Kehakiman menandai pertama kalinya Zuckerberg telah bersaksi di depan Kongres AS. Dengar pendapat itu terjadi hampir sebulan setelah berita Cambridge Analytica, sebuah perusahaan data yang memiliki hubungan dengan kampanye Presiden Donald Trump, mengakses informasi dari sebanyak 87 juta pengguna Facebook tanpa sepengetahuan mereka.

Sebelumnya, Facebook mengatakan bahwa pada 2017 berbagi konten dan informasi lebih dari 3.000 iklan yang dijualnya ke akun-akun terkait Rusia dengan Mueller. Hampir lima jam interogasi oleh 44 senator AS, Zuckerberg mengulangi permintaan maaf yang dia buat sebelumnya untuk berbagai masalah yang telah dialami Facebook.

Diketahui, masalah itu mulai dari kurangnya perlindungan data kepada agen Rusia yang menggunakan Facebook untuk mempengaruhi pemilihan AS. Akan tetapi, pria berusia 33 tahun itu berhasil menangkis janji-janji spesifik untuk mendukung peraturan Kongres dari jaringan media sosial terbesar di dunia dan perusahaan internet AS lainnya. (ina/iml/trz)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Traffic Website  SSCN Padat di  Siang Hari

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari
Rabu, 25 September 2018 - 18:39 wib
Angkat Potensi Kerang Rohil

Angkat Potensi Kerang Rohil
Rabu, 25 September 2018 - 17:38 wib
PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang
Rabu, 25 September 2018 - 17:30 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan
Rabu, 25 September 2018 - 17:00 wib
Beli BBM Pakai  Uang Elektronik

Beli BBM Pakai Uang Elektronik
Rabu, 25 September 2018 - 16:56 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki
Rabu, 25 September 2018 - 16:36 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik
Rabu, 25 September 2018 - 16:32 wib
Rencana Rasionalisasi RAPBD Perubahan 2018
Tak Ganggu Target Pembangunan
Rabu, 25 September 2018 - 16:30 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo
Rabu, 25 September 2018 - 16:00 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi
Rabu, 25 September 2018 - 15:54 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Kapal Terbalik, 224 Jiwa Tewas

Selasa, 25 September 2018 - 16:45 WIB

Museum Ganja Tampilkan Bong Tertinggi di Dunia

Selasa, 25 September 2018 - 15:30 WIB

Marquez Juara di Aragon

Senin, 24 September 2018 - 12:30 WIB

Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 WIB

Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru

Jumat, 21 September 2018 - 15:58 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini