Wonderful Indonesia
TERKAIT AKSES INFORMASI PENGGUNA
Ketika Pendiri Facebook Berulang Kali Minta Maaf di Sidang Kongres AS
Rabu, 11 April 2018 - 20:00 WIB > Dibaca 477 kali Print | Komentar
Ketika Pendiri Facebook Berulang Kali Minta Maaf di Sidang Kongres AS
Ilustrasi. (AFP)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Selasa (10/4/2018), pendiri Facebook Mark Zuckerberg menghadapi sidang Kongres Amerika Serikat (AS) di Capitol Hill, Washington.

Di hadapan 44 senator, dia diinterogasi selama lima jam dan berkali-kali mengucapkan, "Saya minta maaf." Facebook mengakui, informasi pribadi 87 juta pengguna diakses tanpa seizin mereka.

Dia pun mengakui, perusahaannya bekerja sama dengan orang nomor satu di special counsel, Robert Mueller dalam upaya investigasi tentang campur tangan Rusia di Pemilu Presiden 2016.

Dilansir Reuters, Rabu (11/4/2018), saat ditanya oleh Senator Demokrat, Patrick Leahy apakah Facebook telah menerima panggilan dari pengadilan untuk penasihat khusus, Zuckerberg menjawab, "Ya."

Lantas, dia mengklarifikasi, "Saya sebenarnya tidak mengetahui panggilan pengadilan. Saya sadar bahwa mungkin ada, tetapi kami bekerja dengan mereka."

Saat ditanya apakah karyawannya telah diwawancarai, dia pun mengiyakan.

"Saya ingin berhati-hati di sini karena pekerjaan kami dengan penasihat khusus bersifat rahasia dan saya ingin memastikan bahwa dalam sesi terbuka saya tidak mengungkapkan sesuatu yang bersifat rahasia," imbuhnya.

Adapun kehadirannya pada sidang Komite Senat dan Kehakiman menandai pertama kalinya Zuckerberg telah bersaksi di depan Kongres AS. Dengar pendapat itu terjadi hampir sebulan setelah berita Cambridge Analytica, sebuah perusahaan data yang memiliki hubungan dengan kampanye Presiden Donald Trump, mengakses informasi dari sebanyak 87 juta pengguna Facebook tanpa sepengetahuan mereka.

Sebelumnya, Facebook mengatakan bahwa pada 2017 berbagi konten dan informasi lebih dari 3.000 iklan yang dijualnya ke akun-akun terkait Rusia dengan Mueller. Hampir lima jam interogasi oleh 44 senator AS, Zuckerberg mengulangi permintaan maaf yang dia buat sebelumnya untuk berbagai masalah yang telah dialami Facebook.

Diketahui, masalah itu mulai dari kurangnya perlindungan data kepada agen Rusia yang menggunakan Facebook untuk mempengaruhi pemilihan AS. Akan tetapi, pria berusia 33 tahun itu berhasil menangkis janji-janji spesifik untuk mendukung peraturan Kongres dari jaringan media sosial terbesar di dunia dan perusahaan internet AS lainnya. (ina/iml/trz)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Polda Razia 10 Lokasi
Gelper Mendadak Sepi
Sabtu, 21 April 2018 - 12:44 wib

si Classy Mermaid pants
Sabtu, 21 April 2018 - 12:27 wib

SMAN 4 Pekanbaru Juara I PIK Jalur Pendidikan
Sabtu, 21 April 2018 - 12:21 wib
Pelarian Bonita Berakhir
Warga Merasa Tenang
Sabtu, 21 April 2018 - 12:18 wib
Senita Riskiwahyuni STrKeb, Kartini Zaman Now
Inovatif untuk Sesama Perempuan
Sabtu, 21 April 2018 - 12:04 wib
Tamu Redaksi Riau Pos
Anggota OSIS SMKN 1 Lubuk Batu Jaya Menimba Ilmu ke Riau Pos
Sabtu, 21 April 2018 - 12:00 wib
Rencana Perjalanan Haji 2018
Kepulangan Jamaah Mundur Sehari
Sabtu, 21 April 2018 - 11:55 wib
Alamaaak!
Terciduk Bareng Selingkuhan
Sabtu, 21 April 2018 - 11:53 wib
Stasiun Penyedia Listrik Umum
24 Titik SPLU Bantu PKL
Sabtu, 21 April 2018 - 11:34 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Keamanan Siber dan Smart City Jadi Pembahasan Jokowi di KTT ASEAN
Ragukan Senjata Kimia di Suriah

Senin, 16 April 2018 - 12:38 WIB

Israel Tutup Terowongan Terpanjang Palestina

Senin, 16 April 2018 - 09:17 WIB

Perselingkuhan Trump Diusut, Kantor Pengacaranya Digerebek FBI
Perlu Larutan Garam, Diberi Infus Formalin

Rabu, 11 April 2018 - 10:20 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us