Wonderful Indonesia
Pelebaran Jalan HR Soebrantas Ujung
Tolak Ganti Rugi, Lima Persil Lahan Bakal Disita Eksekusi
Rabu, 11 April 2018 - 10:39 WIB > Dibaca 329 kali Print | Komentar
Berita Terkait



KOTA (RIAUPOS.CO) – Dari 82 persil lahan untuk pelebaran Jalan HR Soebrantas ujung, Kecamatan Tampan, masih tersisa lima persil yang belum dibebaskan. Rencananya, hari ini, Rabu (11/4), akan dilakukan sita eksekusi.

Pemberian ganti rugi telah dilakukan pemerintah sejak 2013. Namun hingga kini, pemilik empat persil masih enggan melepas lahan mereka dengan alasan ketidakcocokan harga. Sedangkan satu persil lagi status lahannya tumpang tindih.

Kepala Dinas Pertanahan Pekanbaru Dedi Gusriandi mengatakan, pemilik lima persil lahan yang terkena dampak pengerjaan pelebaran Jalan HR Soebrantas tersebut kembali menolak penawaran harga ganti rugi tahap II yang disarankan pihak Pengadilan Negeri Pekanbaru.

“Pemilik lahan kembali menolak harga yang ditawarkan untuk ganti rugi pelebaran Jalan HR Soebrantas. Sesuai jadwal, setelah delapan hari sejak dilakukan penawaran kedua belah pihak, pengadilan akan melakukan sita eksekusi,” kata Dedi kepada wartawan, Selasa(10/4).

Lebih lanjut, Dedi menyebutkan, para pemilik lahan sudah diundang ke Pengadilan Negeri Pekanbaru terkait persoalan sita eksekusi. Meski status kepemilikan satu dari lima persil lahan diketahui masih tumpang tindih atau bersengketa, namun hal itu tidak mempengaruhi dari proses sita eksekusi yang akan dilakukan.

“Anggaran ganti rugi untuk lima persil lahan itu kami titipkan ke pengadilan sekitar Rp2,7 miliar. Nilai ganti rugi lahan bervariasi karena ukuran lahan yang  berbeda,” katanya.

Anggaran ganti rugi bersumber dari pemerintah pusat sebesar Rp3,34 miliar. Pelebaran Jalan HR Soberantas yang merupakan jalan nasional luar kota akan dilakukan sepanjang 1,6 kilometer mulai dari Simpang Jalan Garuda Sakti-Jalan Kubang Raya sampai ke perbatasan Kabupaten Kampar.

Pelebaran jalan ini mendesak untuk dilakukan, karena kemacetan yang sering terjadi di lokasi tersebut. “Ini kan untuk kepentingan masyarakat banyak. Jadi kami minta kepada pemilik lahan untuk mengikutinya. Kalau masalah ganti rugi yang tidak sesuai, kami ini pemerintah. Kami tidak bisa sewenang-wenang mengganti rugi karena ada aturannya. Yang menghitung biaya penggantian itu kan tim appraisal indipenden,” tutup Dedi.(tya)





KOMENTAR
Berita Update
POLISI AMANKAN DELAPAN ORANG
Lima Terduga Teroris di Dumai Dibawa ke Jakarta Pascateror Mapolda Riau
Senin, 21 Mei 2018 - 21:00 wib
BERNILAI USD 100 RIBU
Keponakan Novanto Akui Berikan Uang Panas e-KTP ke Waketum Demokrat
Senin, 21 Mei 2018 - 20:30 wib
MESKI MEMBANTAH
Mensos Idrus Marham Tiba-tiba Sambangi KPK, Ternyata Ini Kasusnya
Senin, 21 Mei 2018 - 20:15 wib
TIMBULKAN POLEMIK
Menteri Agama Mohon Maaf soal Daftar 200 Mubalig
Senin, 21 Mei 2018 - 20:00 wib
ASAL USUL BELUM DIKETAHUI
Video Pria Salat di Tengah Jalan Viral, Lurah Kelapa Gading Bilang Begini
Senin, 21 Mei 2018 - 19:50 wib
MESKI AKUI PERNAH BERSTATUS PERWIRA
Polri Bantah Video Rizieq Sebut Teroris Diciptakan Anggota Brimob
Senin, 21 Mei 2018 - 19:30 wib
KASUS KORUPSI PENERBITAN SKL
Syafruddin Lepas Tanggung Jawab soal Pelunasan Utang BLBI, Ini Alasannya
Senin, 21 Mei 2018 - 19:20 wib
MESKI KONDISI SUDAH MEMBAIK
Leher Tertebas, Polisi Korban Penyerangan Mapolda Riau Masih Dirawat di RS
Senin, 21 Mei 2018 - 19:10 wib
BERAGENDAKAN PEMBACAAN TUNTUTAN
Sidang Tuntutan Tio Pakusadewo Ditunda hingga Pekan Depan, Alasannya...
Senin, 21 Mei 2018 - 19:00 wib
KUNJUNGAN KE PADANG
Tagar #2019GantiPresiden Banjiri Unggahan Foto Jokowi oleh Gubernur Sumbar
Senin, 21 Mei 2018 - 18:50 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Transmart Carrefour Gelar Lomba Dai Cilik dan Tahfiz Alquran
Setiap Jumat BRK Berbagi Takjil

Senin, 21 Mei 2018 - 10:39 WIB

Serba Ada di Bazar RSIA Budhi Mulia

Senin, 21 Mei 2018 - 10:31 WIB

Membentuk Kader Sahabat Alquran

Senin, 21 Mei 2018 - 10:26 WIB

Curangi Timbangan, Sanksi Menanti

Senin, 21 Mei 2018 - 10:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us