Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS PENYIRAMAN AIR KERAS
Besok Setahun Kasus Novel, Komnas HAM Akan Temui Polda Metro
Selasa, 10 April 2018 - 19:10 WIB > Dibaca 624 kali Print | Komentar
Besok Setahun Kasus Novel, Komnas HAM Akan Temui Polda Metro
Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Besok, Rabu (11/4/2018), tepat satu tahun tragedi penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terjadi.

Namun, sejauh ini masih belum ada titik terang dari pengungkapan perkara itu. Tekait itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana akan menggelar diskusi dengan Polda Metro Jaya.

Adapun pertemuan itu guna mencarikan segala jenis kekurangan yang masih dibutuhkan guna mengungkap kasus tersebut.

"Pertemuan dulu dengan timnya Polda. Mendengar dulu dari mereka, kan kami sudah dapat dari saksi, dari Pak Novel, dari berbagai pihak. Untuk berikutnya memang harus dapetin data dari polda apa sih yang sudah dimiliki. Apa yang menjadi, yang dibilang belum cukup itu seperti apa," kata Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Sandrayati Moniaga di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018).

Akan tetapi, dia belum dapat memastikan kapan pertemuan itu akan digelar. Komnas HAM sendiri sejauh ini telah mendengar kesaksian dari beberapa pihak seperti warga sekitar tempat kejadian hingga dari Novel itu sendiri.

"Dari saksi di sekitar tempat itu saya nggak hitung angkanya. Kemudian dari Pak Novel sendiri, dari KPK juga sudah, dan sebagian nanti akan ada pertemuan lagi dari KPK," terangnya.

Adapun dari semua keterangan yang berhasil didapat, Komnas HAM mengaku belum mengetahui persis penyebab kasus itu berlarut-larut. Karena itu, dibutuhkan pertemuan dengan pihak penegak hukum yang menangani perkara tersebut.

"Belum bisa dinilai karena kami juga kan perlu tahu apa yang sudah dikumpulkan oleh Polda. Dalam perkara pidana kan memang unsur yang namanya pembuktian itu harus memadai. Itu yang harus kami tampilkan," jelasnya.

Di sisi lain, dia berharap dengan adanya pertemuan dengan Polda Metro Jaya nantinya dapat membuka seterang-terangnya kasus itu sehingga tidak terus menemui jalan buntu.

"Kami ingin memahami faktor apa yang menyebabkan proses berjalan segini lama. Karena lagi-lagi kita harus melihat apakah lambat, atau memang sulit, atau memang ada faktor lain," tuntasnya. (sat)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
PILPRES 2019
TGB soal Sanksi Demokrat: Sikap Saya Bukan Mewakili Demokrat
Rabu, 17 Juli 2018 - 21:00 wib
TERKAIT KASUS SUAP
Soal Proyek PLTU Riau-1, Eni Saragih Tulis Surat Klarifikasi, Isinya...
Rabu, 17 Juli 2018 - 20:45 wib
DAFTAR BACALEG
Ubah Citra Parlemen, Ketum PSI Ikut Nyaleg 2019
Rabu, 17 Juli 2018 - 20:30 wib
PEMILU 2019
Ada Tugas dari Megawati untuk Krisdayanti yang Maju dari PDIP
Rabu, 17 Juli 2018 - 20:15 wib
PEMILU 2019
Ternyata, Menteri-menteri Ini Tak Dibolehkan Nyaleg oleh Jokowi
Rabu, 17 Juli 2018 - 20:00 wib
PILPRES 2019
Siapakah Cawapres Prabowo? Tiga Tokoh Ini Dinilai Paling Berpeluang
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:40 wib
MENDAFTAR KE KPU
Massa PDIP Kecewa karena Mobil Hary Tanoesoedibjo Dibolehkan Masuk
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:30 wib
SEPAKBOLA INDONESIA
Petisi Edy Rahmayadi Mundur dari Ketum PSSI Muncul, Begini Isinya
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:20 wib
UNGGAH FOTO KE FACEBOOK
Pamer Nonton Final Piala Dunia, Putra Najib Razak Panen Cibiran
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:10 wib
TERKAIT PERKARA SUAP
Kasus Eni Saragih, Golkar Siapkan Bantuan Hukum untuk Hadapi KPK
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Soal Proyek PLTU Riau-1, Eni Saragih Tulis Surat Klarifikasi, Isinya...
Resmi! Kasus Fahri Hamzah Vs Presiden PKS Kembali Dilanjutkan Polisi
Gerak Cepat KPK Tangani Kasus Korupsi PLTU Riau 1

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:41 WIB

Modus Korupsi dengan Commitment Fee

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:37 WIB

Tidak Boleh Memukul, Kendati Pencuri

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:29 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini