Gila... Satu NIK Dipakai untuk Registrasi 2 Juta Lebih Nomor HP
Rabu, 11 April 2018 - 00:09 WIB > Dibaca 1909 kali Print | Komentar
Berita Terkait

Bapak Ini Kaget Satu NIK-nya Dipakai Registrasi 1,6 Juta Nomor HP



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Proses registrasi ulang untuk pelanggan nomor selular prabayar yang diwajibkan pemerintah ada yang menunjukkan fakta mencengangkan. Ada satu nomor induk kependudukan (NIK) untuk puluhan ribu nomor, ratusan ribu bahkan hingga jumlah jutaan.

Hal itu dikemukakan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh di hadapan anggota Komisi I DPR RI, Senin (9/4/2018). Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menyebut kasus ini masuk proses penyelidikan di Bareskrim.

Kasus ini paling parah terjadi untuk operator Indonesia. Ada satu NIK yang digunakan untuk mendaftar 2.221.656 nomor HP Indosat. Operator Telkomsel menduduki nomor dua. Ada satu NIK dipakai registrasi 518.962 nomor HP Telkomsel.

Sajian data itu sontak mendapatkan pertanyaan kritis yang disampaikan anggota Komisi I DPR Budi Youyastri. Politisi PAN itu menyampaikan registrasi NIK yang menggunakan milik orang lain jelas hari dipidanakan. “Dua juta itu berarti masif. Tidak mungkin orang kampung melamun di rumah (melakukan registrasi HP sebanyak itu, red). Ini pasti aksi korporasi,” katanya.

Dia meminta pemerintah untuk membuka siapa korporasi yang terlibat dalam praktik registrasi tidak wajar itu. “Biar seluruh orang Indonesia tahu, apa niatnya,” katanya.
Hanya saja Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo Amhad M. Ramli tidak bersedia menjawabnya. Dia beralasan saat ini prosesnya sudah masuk tahap penyelidikan di Bareskrim, Mabes Polri. “Sudah ada beberapa pihak yan dipanggil (Bareskrim, red),” jelasnya. Pihak-pihak yang dipanggil itu diantaranya dari oprator dan Ditjen Dukcapil Kemendagri selaku pemilik basis data NIK.

Lebih lanjut Budi mengatakan selama ini dia sering menanyakan soal penyalahgunaan penggunakan NIK dan nomor kartu keluarga (KK) dalam registrasi kartu prabayar kepada Menteri Kominfo Rudiantara. Setiap kali menanayakan itu, Budi mengatakan Rudiantara menjawab tanggung jawab operator untuk menertibkannya.

“Kalau operatornya gak bisa menertibkan gerai (penjual nomor HP, red), operatornya aja yang ditutup. Kok bikin pusing,” kata dia. Sebab operator terbukti tidak bisa menjamin proses registrasi nomor seluler bisa terjaga dengan baik. Budi menegaskan dari data yang disampaikan Kemendagri, jelas-jelas pelanggaran terbanyak ada di Indosat. Dia mengusulkan supaya Indosat dipanggil secara khusus untuk menjelaskan kasus tersebut.


KOMENTAR
Berita Update

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah
Minggu, 22 September 2018 - 15:49 wib
Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Stroberi Berjarum Repotkan Australia
Minggu, 22 September 2018 - 14:47 wib
Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu
Minggu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu
Minggu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet
Minggu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Minggu, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Minggu, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Minggu, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Minggu, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Minggu, 21 September 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Hotel Prime Park Promo Wedding Expo

Jumat, 21 September 2018 - 16:01 WIB

Novi UKM Mitra Alfamart

Jumat, 21 September 2018 - 15:27 WIB

Belanja Hemat hingga 50 Persen di Informa WOW Sale

Jumat, 21 September 2018 - 14:45 WIB

Aplikasi BPJSTKU Raih Penghargaan ASSA Recognition Award di Vietnam
BPJS TK Beri Penghargaan pada Tiga Perusahaan Terbaik

Kamis, 20 September 2018 - 20:34 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini