TERKAIT TIDAK LOLOSNYA PARTAI IDAMAN
Laporkan Hakim ke Tuhan YME, Rhoma Irama Hargai Putusan PTUN
Selasa, 10 April 2018 - 19:00 WIB > Dibaca 577 kali Print | Komentar
Laporkan Hakim ke Tuhan YME, Rhoma Irama Hargai Putusan PTUN
Ketua umum Partai Idaman Rhoma Irama. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Gugatan yang dinilai tidak jelas dan kabur membuat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta menyatakan menolak seluruh gugatan Partai Idaman (Islam Damai Aman) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Adapun gugatan itu terkait putusan yang menetapkan partai besutan Rhoma Irama itu tidak lolos administrasi. Terkait itu, Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama mengatakan, pihaknya mengaku akan mengambil langkah selanjutnya setelah gugatannya ditolak.

Akan tetapi, bukan melalui langkah hukum, melainkan diadukan kepada Tuhan.

"Kami akan melapor kepada yang maha hakim dan adil, yaitu Tuhan Yang Maha Esa!" ucapnya diiringi riuh simpatisan di Kantor PTUN DKI Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Dia menilai, saat ini pihaknya pun akan menghargai putusan yang telah diketuk oleh majelis hakim. Namun, dia berdalih lembaga yang telah dinahkodai oleh Arief Budiman itu telah melakukan pembangkangan kepada konstitusi.

"Keputusan MK 53 itu tidak dilaksanakan oleh KPU, yang mana parpol yang baru ataupun yang lama tidak diverifikasi kemudian ini tidak dipertimbangkan oleh PTUN ini," jelasnya.

Dijelaskannya, dirinya pun mengajak seluruh simpatisan dan kader untuk tetap solid menjaga Partai Idaman. Dia pun berdalih tengah membentuk aliansi taktis bersama parpol untuk mendukung pilkada di Pilpres 2019.

"Di Pilpres nanti kami akan membentuk koalisi permanen yang sepandang dengan kami. Sebagai partai yang berbadan hukum, kami tetap bisa menjadi pendukung di pilkada, bahkan pilpres dan pileg nanti," tutupnya.

Ketua Majelis Hakim Persidangan Arief Pratomo dalam sidang mengatakan, pihaknya menyatakan gugatan penggugat tidak jelas dan kabur. Karena itu, permohonan yang diajukan partai besutan Rhoma Irama itu pun tidak dapat diteruskan.

"Dalam pokok sengketa, menolak gugatan tergugat secara seluruhnya dan menghukum tergugat dalam biaya perkara sebesar Rp965 ribu rupiah," ucapnya saat membacakan putusan perkara. (ce1/aim)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Ini Alasan Sebagian Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandiaga

Ini Alasan Sebagian Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandiaga
Selasa, 24 September 2018 - 21:31 wib
Buni Yani Bergabung di BPN Prabowo-Sandiaga

Buni Yani Bergabung di BPN Prabowo-Sandiaga
Selasa, 24 September 2018 - 21:04 wib
PDIP Apresiasi Tranparansi Laporan Awal Dana Kampanye

PDIP Apresiasi Tranparansi Laporan Awal Dana Kampanye
Selasa, 24 September 2018 - 20:26 wib

Belum Mau Nikah
Selasa, 24 September 2018 - 18:52 wib
Calon Anggota DPRD Inhu Bertambah Jadi 531 orang

Calon Anggota DPRD Inhu Bertambah Jadi 531 orang
Selasa, 24 September 2018 - 17:43 wib

Komunitas BIJAK Dilatih Tim Desa Binaan LPPM Unri
Selasa, 24 September 2018 - 17:41 wib

Komitmen Kampanye Damai
Selasa, 24 September 2018 - 17:04 wib

Sungai Salak Juara MTQ Kecamatan Tempuling
Selasa, 24 September 2018 - 17:00 wib

1 Dekade Eka Hospital Melayani Sepenuh Hati
Selasa, 24 September 2018 - 16:43 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Ini Alasan Sebagian Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandiaga

Senin, 24 September 2018 - 21:31 WIB

Buni Yani Bergabung di BPN Prabowo-Sandiaga

Senin, 24 September 2018 - 21:04 WIB

PDIP Apresiasi Tranparansi Laporan Awal Dana Kampanye

Senin, 24 September 2018 - 20:26 WIB

Lepas Caleg dengan Seremoni Berdiri

Senin, 24 September 2018 - 11:32 WIB

5 Hari Perbaiki LDAK

Senin, 24 September 2018 - 11:11 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini