BINCANG KARYA SUKU SENI RIAU
Musik Orkestra dari Ritual Bulean Suku Talang Mamak
Selasa, 10 April 2018 - 16:40 WIB > Dibaca 728 kali Print | Komentar
Musik Orkestra dari Ritual Bulean Suku Talang Mamak
Bincang Karya bertajuk "Diskusi Ritual Bulean sebagai Ide Penciptaan Komposisi Musik Orkestra" di Rumah Kreatif Suku Seni Riau, Senin (9/4/2018).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ide penciptaan sebuah karya, terutama kesenian, bisa berasal dari mana saja. Termasuk dari berbagai tradisi yang mengakar kuat di masyarakat.

Senin (9/4/2018), Weldy Syaputra mendedahkan proses kreatifnya yang mengangkat nilai-nilai tradisi dalam Bincang Karya bertajuk "Diskusi Ritual Bulean sebagai Ide Penciptaan Komposisi Musik Orkestra" di Rumah Kreatif Suku Seni Riau.

Bersama pemantik disuki, Benny Andiko, Weldy berbicara soal Ritual Bulean yang digubahnya menjadi karya musik (orkestra). Kepala Suku Seni Riau Marhalim Zaini dalam kata sambutannya mengapresiasi karya yang dihasilkan oleh alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang tersebut.

"Penciptaan bukan emosi saja, tapi nalar juga. Saya berharap diskusi menghasilkan perbincangan kreatif," kata Marhalim.

Adapun Weldy dalam pemaparannya mengatakan dirinya membuat karya orkestra setelah melihat ritual pengobatan tradisional suku Talang Mamak, yakni Bulean. Karya itu dipentaskan untuk ujian tesis (S2) di ISI Padang Panjang.

"Saya pernah hidup dekat dengan suku Talang Mamak. Itu alasan penciptaan karya ini. Konsep penciptaan, saya ambil menurut Bambang Sunarto. Bulean itu sendiri ritual untuk penyakit yang tak bisa disembuhkan medis," ucap Weldy.

Selanjutnya, tahapan-tahapan ritual itu, kata dia, dianalogikannya menjadi sebuah karya musik (orkestra). Dari karya itu, dia memandang filosofi Bulean sebagai sesuatu yang dibuat, itu lah yang didapat.

Sementara itu, Benny yang menjadi pemantik diskusi menyatakan bahwa ada sesuatu yang rumit dan hal-hal tak masuk akal yang terjadi selama proses penggarapan karya tersebut.

"Namun, hal-hal yang tak rasional itu saya kira terjadi bukan hanya karena adanya kekuatan mistis, tetapi juga karena faktor-faktor lain," ungkapnya.

Weldy menambahkan, terkait karyanya, kadar estetik tiap orang berbeda soal bunyi.
Di sisi lain, karena bukan ranah akademis lagi, dia mengaku mencoba mencari bagaimana selera masyarakat terkait karya orkestra itu.

Bincang Karya merupakan kegiatan diskusi seni yang rutin digelar Suku Seni Riau tiap Senin malam. Ini adalah penyelenggaraan kali kedua dan sejumlah peserta diskusi yang terbuka untuk umum ini rata-rata merupakan pekerja dan pecinta seni dan mahasiswa di Kota Pekanbaru. (bru)
KOMENTAR
Berita Update
Pengrusakan Atribut Partai di Pekanbaru
Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian
Rabu, 18 Desember 2018 - 17:31 wib

Bupati Imbau Perusahaan Peduli Korban Banjir
Rabu, 18 Desember 2018 - 15:30 wib
Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)

Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib
Diskes Temukan 68 Kasus  Penyakit Serang Warga

Diskes Temukan 68 Kasus Penyakit Serang Warga
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib

Kecelakaan Maut di Pertambangan Cina Dianggap Lumrah
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:00 wib
PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan

PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:44 wib
Jalan Lintas Timur Diberlakukan Buka Tutup
Jembatan Barangan Ambruk
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:37 wib

PT Asuransi Astra Buana Terkesan Dukungan Riau Pos
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Pelantikan DPC LVRI Siak
Syamsuar Ingatkan Efek Negatif Globalisasi
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Dan, Palung Puisi itu Bernama Perempuan

Minggu, 16 Desember 2018 - 14:34 WIB

Sutardji: Perempuan,  Tetaplah Jadi Ruh Bagi Kesusasteraan
Isu Ekologis dalam Filosofi Silat

Minggu, 25 November 2018 - 13:43 WIB

Ratusan Siswa Meriahkan Bulan Bahasa dan Kenduri Puisi  XII
Perlawanan Lewat Karya di “Padang Perburuan”

Minggu, 04 November 2018 - 14:10 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini