Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT VONIS 10 BULAN PENJARA
Pentolan Saracen Tidak Terbukti Sebarkan Ujaran Kebencian, Polisi Bilang Begini
Senin, 09 April 2018 - 20:30 WIB > Dibaca 654 kali Print | Komentar
Pentolan Saracen Tidak Terbukti Sebarkan Ujaran Kebencian, Polisi Bilang Begini
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tudingan telah gagal membuktikan tuduhan soal sindikat pengujar kebencian Saracen dibantah oleh Mabes Polri.

Adapun hal itu menanggapi vonis 10 bulan penjara yang diberikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru terhadap Jasradi. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Brigjen Pol M Iqbal, sejak awal pihaknya tidak menjerat Jasriadi dengan pasal ujaran kebencian.

"Kami jerat dengan pasal illegal access," katanya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Diterangkannya, sejak awal penyelidikan, Polri tidak menemukan adanya ujaran kebencian berbasis suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) yang dilakukan Jasriadi.

"Dia tidak terbukti ujaran kebencian meskipun ada koneksi di situ," tuturnya.

Akan tetapi, ditegaskannya bahwa dengan adanya vonis terhadap Jasriadi, tidak berarti kelompok Saracen fiktif. Terlebih, sudah ada lima orang sebelumnya yang divonis menyebarkan kebencian melalui media sosial (medsos).

Adapun kelima orang itu adalah Rofi Yatsman, Faizal Tonong, Sri Rahayu, Harsono Abdullah, dan Asmadewi. Kelimanya terbukti melanggar Pasal 28 ayat 2 UU nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 16 UU nomor 40/2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

"Tersangka lainnya sangat terbukti semua divonis di atas 10 bulan. Itu bukti bahwa kelompok Saracen sangat terbukti dengan pasal yang sudah disangkakan," jelasnya.

Terhadap vonis Jasriadi itu, imbuhnya, jaksa pun sudah mengajukan banding.

"Jaksa banding karena tidak puas dengan vonis 10 bulan," tuntasnya. (dna/ce1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
PROTES PERNYATAAN MENDIKBUD
Siswa yang Bocorkan Soal Diganjar Nilai Nol, Begini Kritik KPAI
Jumat, 26 April 2018 - 20:45 wib
TERKAIT ADANYA PERTEMUAN TERTUTUP
PDIP: Bukan Memecah Koalisi PKS-Gerindra, Jokowi Justru Jaga Persatuan
Jumat, 26 April 2018 - 20:30 wib
PANDANGAN FADLI ZON
Gatot Dinilai Tak Cari Perhatian Prabowo soal Indonesia Bubar 2030, tetapi...
Jumat, 26 April 2018 - 20:15 wib
MASUKI MASA RESES
Percayalah, pada Tahun Politik, Kinerja DPR Tak Akan Terganggu
Jumat, 26 April 2018 - 20:00 wib
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Kerap Bedebat dengan Jaksa KPK, Ternyata Ini Alasan Fredrich Yunadi
Jumat, 26 April 2018 - 19:45 wib
DEKLARASIKAN DIRI SEBAGAI CAPRES
Kalau Tidak Ada Dukungan, Sam Aliano Ikhlas Batal Maju Pilpres 2019
Jumat, 26 April 2018 - 19:30 wib
PENGAKUAN FREDRICH YUNADI
Setelah Divonis 15 Tahun Penjara, Novanto Enggan Makan dan Membisu
Jumat, 26 April 2018 - 19:20 wib
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Terkuak! Ada Permintaan Aneh dari Fredrich saat Novanto Kecelakaan
Jumat, 26 April 2018 - 19:10 wib
UPAYA LAWAN POPULARITAS TELEGRAM
Dorong Pengguna Serang Amerika, Inilah Aplikasi Chat Kontroversial Milik Iran
Jumat, 26 April 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kerap Bedebat dengan Jaksa KPK, Ternyata Ini Alasan Fredrich Yunadi
Setelah Divonis 15 Tahun Penjara, Novanto Enggan Makan dan Membisu
Terkuak! Ada Permintaan Aneh dari Fredrich saat Novanto Kecelakaan
Dokter Ini Abaikan Perawatan karena Jantung Novanto Normal Usai Kecelakaan
Tujuh Lokasi di Jambi Digeledah KPK, Zumi Zola Belum Dikonfirmasi?
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini