Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT VONIS 10 BULAN PENJARA
Pentolan Saracen Tidak Terbukti Sebarkan Ujaran Kebencian, Polisi Bilang Begini
Senin, 09 April 2018 - 20:30 WIB > Dibaca 922 kali Print | Komentar
Pentolan Saracen Tidak Terbukti Sebarkan Ujaran Kebencian, Polisi Bilang Begini
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tudingan telah gagal membuktikan tuduhan soal sindikat pengujar kebencian Saracen dibantah oleh Mabes Polri.

Adapun hal itu menanggapi vonis 10 bulan penjara yang diberikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru terhadap Jasradi. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Brigjen Pol M Iqbal, sejak awal pihaknya tidak menjerat Jasriadi dengan pasal ujaran kebencian.

"Kami jerat dengan pasal illegal access," katanya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Diterangkannya, sejak awal penyelidikan, Polri tidak menemukan adanya ujaran kebencian berbasis suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) yang dilakukan Jasriadi.

"Dia tidak terbukti ujaran kebencian meskipun ada koneksi di situ," tuturnya.

Akan tetapi, ditegaskannya bahwa dengan adanya vonis terhadap Jasriadi, tidak berarti kelompok Saracen fiktif. Terlebih, sudah ada lima orang sebelumnya yang divonis menyebarkan kebencian melalui media sosial (medsos).

Adapun kelima orang itu adalah Rofi Yatsman, Faizal Tonong, Sri Rahayu, Harsono Abdullah, dan Asmadewi. Kelimanya terbukti melanggar Pasal 28 ayat 2 UU nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 16 UU nomor 40/2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

"Tersangka lainnya sangat terbukti semua divonis di atas 10 bulan. Itu bukti bahwa kelompok Saracen sangat terbukti dengan pasal yang sudah disangkakan," jelasnya.

Terhadap vonis Jasriadi itu, imbuhnya, jaksa pun sudah mengajukan banding.

"Jaksa banding karena tidak puas dengan vonis 10 bulan," tuntasnya. (dna/ce1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Ini Alasan Sebagian Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandiaga

Ini Alasan Sebagian Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandiaga
Selasa, 24 September 2018 - 21:31 wib
Buni Yani Bergabung di BPN Prabowo-Sandiaga

Buni Yani Bergabung di BPN Prabowo-Sandiaga
Selasa, 24 September 2018 - 21:04 wib
PDIP Apresiasi Tranparansi Laporan Awal Dana Kampanye

PDIP Apresiasi Tranparansi Laporan Awal Dana Kampanye
Selasa, 24 September 2018 - 20:26 wib

Belum Mau Nikah
Selasa, 24 September 2018 - 18:52 wib
Calon Anggota DPRD Inhu Bertambah Jadi 531 orang

Calon Anggota DPRD Inhu Bertambah Jadi 531 orang
Selasa, 24 September 2018 - 17:43 wib

Komunitas BIJAK Dilatih Tim Desa Binaan LPPM Unri
Selasa, 24 September 2018 - 17:41 wib

Komitmen Kampanye Damai
Selasa, 24 September 2018 - 17:04 wib

Sungai Salak Juara MTQ Kecamatan Tempuling
Selasa, 24 September 2018 - 17:00 wib

1 Dekade Eka Hospital Melayani Sepenuh Hati
Selasa, 24 September 2018 - 16:43 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kepala Bappeda Bengkalis Diperiksa KPK

Sabtu, 15 September 2018 - 13:25 WIB

Setnov Minta Eni Tak Ceritakan Perannya di PLTU Riau-1

Senin, 10 September 2018 - 22:04 WIB

Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”

Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB

KPK Sarankan Partai Melakukan PAW

Rabu, 05 September 2018 - 12:39 WIB

Polisi Tunggu UAS Laporkan soal Intimidasi

Rabu, 05 September 2018 - 02:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini