Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT VONIS 10 BULAN PENJARA
Pentolan Saracen Tidak Terbukti Sebarkan Ujaran Kebencian, Polisi Bilang Begini
Senin, 09 April 2018 - 20:30 WIB > Dibaca 1020 kali Print | Komentar
Pentolan Saracen Tidak Terbukti Sebarkan Ujaran Kebencian, Polisi Bilang Begini
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tudingan telah gagal membuktikan tuduhan soal sindikat pengujar kebencian Saracen dibantah oleh Mabes Polri.

Adapun hal itu menanggapi vonis 10 bulan penjara yang diberikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru terhadap Jasradi. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Brigjen Pol M Iqbal, sejak awal pihaknya tidak menjerat Jasriadi dengan pasal ujaran kebencian.

"Kami jerat dengan pasal illegal access," katanya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Diterangkannya, sejak awal penyelidikan, Polri tidak menemukan adanya ujaran kebencian berbasis suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) yang dilakukan Jasriadi.

"Dia tidak terbukti ujaran kebencian meskipun ada koneksi di situ," tuturnya.

Akan tetapi, ditegaskannya bahwa dengan adanya vonis terhadap Jasriadi, tidak berarti kelompok Saracen fiktif. Terlebih, sudah ada lima orang sebelumnya yang divonis menyebarkan kebencian melalui media sosial (medsos).

Adapun kelima orang itu adalah Rofi Yatsman, Faizal Tonong, Sri Rahayu, Harsono Abdullah, dan Asmadewi. Kelimanya terbukti melanggar Pasal 28 ayat 2 UU nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 16 UU nomor 40/2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

"Tersangka lainnya sangat terbukti semua divonis di atas 10 bulan. Itu bukti bahwa kelompok Saracen sangat terbukti dengan pasal yang sudah disangkakan," jelasnya.

Terhadap vonis Jasriadi itu, imbuhnya, jaksa pun sudah mengajukan banding.

"Jaksa banding karena tidak puas dengan vonis 10 bulan," tuntasnya. (dna/ce1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Pengrusakan Atribut Partai di Pekanbaru
Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian
Rabu, 18 Desember 2018 - 17:31 wib

Bupati Imbau Perusahaan Peduli Korban Banjir
Rabu, 18 Desember 2018 - 15:30 wib
Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)

Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib
Diskes Temukan 68 Kasus  Penyakit Serang Warga

Diskes Temukan 68 Kasus Penyakit Serang Warga
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib

Kecelakaan Maut di Pertambangan Cina Dianggap Lumrah
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:00 wib
PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan

PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:44 wib
Jalan Lintas Timur Diberlakukan Buka Tutup
Jembatan Barangan Ambruk
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:37 wib

PT Asuransi Astra Buana Terkesan Dukungan Riau Pos
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Pelantikan DPC LVRI Siak
Syamsuar Ingatkan Efek Negatif Globalisasi
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:31 WIB

15 ASN Minta Pendampingan Hukum

Senin, 10 Desember 2018 - 10:29 WIB

Laporan Ombudsman Dinilai Janggal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:03 WIB

Suami Inneke Bisnis Kamar Asmara di Lapas Sukamiskin

Jumat, 07 Desember 2018 - 04:41 WIB

Membandingkan Kasus Habib Bahar dengan ABG Penghina Presiden
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini