Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Kesaksian Dokter RS Medika: Saat Kejadian, Novanto Mengaku Sempat Pingsan
Senin, 09 April 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 601 kali Print | Komentar
Kesaksian Dokter RS Medika: Saat Kejadian, Novanto Mengaku Sempat Pingsan
Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dokter Ahli Syaraf Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Nadia Husein Hamedan mengungkapkan, Setya Novanto sempat jatuh pingsan saat terjadi kecelakaan tunggal pada 16 November 2017 lalu.

Dia mengaku mengetahui hal itu setelah memeriksa mantan ketua DPR tersebut.

"Iya, saat saya tanya, katanya sempat pingsan saat kejadian," ujarnya saat bersaksi untuk terdakwa dokter Bimanesh di Pengadilan Tipikor, Jalan Jakarta, Senin (9/4/2018).

Meski begitu, dia menyatakan bahwa dirinya tidak menanyakan kepada Novanto berapa lama dia pingsan. Dia pun tidak menanyakan hal tersebut kepada keluarga mantan ketua umum Partai Golkar yang saat itu menjaganya.

"Saya nggak tanya pingsan berapa lama, saya juga nggak tanya ke keluarganya," akunya.

Tak hanya pingsan, Novanto pun mengalami muntah-muntah. Itu juga diketahuinya setelah menanyakan hal itu kepada Novanto.

"Iya (muntah-muntah). Saya hanya tanya muntah tidak, dia (Setya Novanto) jawab, iya muntah," jelasnya.

Dia menerangkan, atas dasar hasil pemeriksaan dan wawancaranya kepada Novanto, dia pun mendiagnosis cedera kepala ringan. Pasalnya, kala itu Novanto masih dalam keadaan sadar.

"Iya (saya diagnosis cedera kepala ringan). Bedanya dengan cedera kepala berat berdasarkan kesadaran, ada skalanya. Ini semacam diagnosis awal sebelum melakukan CT scan," terangnya.

Akan tetapi, imbuhnya, saat itu tidak melakukan CT scan karena kewenangan untuk melakukan itu berada di tangan dokter Bimanesh sebagai penanggung jawab.

"Itu sih kewenangan kapten, dokter penanggung jawab, yaitu dokter Bima (Bimanesh)," tuturnya.

Adapun Bimanesh Sutarjo dalam perkara itu didakwa merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Dia dan Fredrich Yunadi disebut merekayasa agar Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau pada pertengahan November 2017 untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK.

Dia diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. (ce1/rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Minta Kriminalisasi Ulama Dihentikan

Minta Kriminalisasi Ulama Dihentikan
Kamis, 26 April 2018 - 10:20 wib

Dispar Gelar Riau Food Festival di Kuantan Singingi
Kamis, 26 April 2018 - 10:20 wib
DPD RI Tak Boleh Terpidana Korupsi
FAISAL ASWAN MUNDUR
DPD RI Tak Boleh Terpidana Korupsi
Kamis, 26 April 2018 - 10:10 wib
Kriya Dispar Riau
Pelaku Ekraf Sambut Baik Pelatihan
Kamis, 26 April 2018 - 10:10 wib

Anak Bonita Diperkirakan Berusia Setahun
Kamis, 26 April 2018 - 10:08 wib
Jamaah Umrah Ancam Lapor PT KJW ke Polisi

Jamaah Umrah Ancam Lapor PT KJW ke Polisi
Kamis, 26 April 2018 - 10:00 wib

RS Awal Bros Inisiasi Seminar Medis Measles Rubella
Kamis, 26 April 2018 - 09:54 wib
EKONOMIKA
Menyikapi Perubahan Zaman Now Secara Proporsional
Kamis, 26 April 2018 - 09:50 wib

KTT Bersama ITA Riau Baksos Pembangunan Masjid
Kamis, 26 April 2018 - 09:46 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Sebut PKI Bangkit, Alfian Yakin Bebas dari Tuntutan 3 Tahun Penjara
Dihukum 15 Tahun, Setnov Kaget

Rabu, 25 April 2018 - 11:00 WIB

Soal Nilai Uang Pengganti, Putusan Setnov Harus Diikuti Hakim Lain
Kecewa usai Divonis 15 Tahun Penjara, Setya Novanto Komentar Begini
Amien Rais Dikritik Elite PAN karena Jamin Tak Dukung Jokowi
Sagang Online
loading...
Follow Us