Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Kesaksian Dokter RS Medika: Saat Kejadian, Novanto Mengaku Sempat Pingsan
Senin, 09 April 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 716 kali Print | Komentar
Kesaksian Dokter RS Medika: Saat Kejadian, Novanto Mengaku Sempat Pingsan
Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dokter Ahli Syaraf Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Nadia Husein Hamedan mengungkapkan, Setya Novanto sempat jatuh pingsan saat terjadi kecelakaan tunggal pada 16 November 2017 lalu.

Dia mengaku mengetahui hal itu setelah memeriksa mantan ketua DPR tersebut.

"Iya, saat saya tanya, katanya sempat pingsan saat kejadian," ujarnya saat bersaksi untuk terdakwa dokter Bimanesh di Pengadilan Tipikor, Jalan Jakarta, Senin (9/4/2018).

Meski begitu, dia menyatakan bahwa dirinya tidak menanyakan kepada Novanto berapa lama dia pingsan. Dia pun tidak menanyakan hal tersebut kepada keluarga mantan ketua umum Partai Golkar yang saat itu menjaganya.

"Saya nggak tanya pingsan berapa lama, saya juga nggak tanya ke keluarganya," akunya.

Tak hanya pingsan, Novanto pun mengalami muntah-muntah. Itu juga diketahuinya setelah menanyakan hal itu kepada Novanto.

"Iya (muntah-muntah). Saya hanya tanya muntah tidak, dia (Setya Novanto) jawab, iya muntah," jelasnya.

Dia menerangkan, atas dasar hasil pemeriksaan dan wawancaranya kepada Novanto, dia pun mendiagnosis cedera kepala ringan. Pasalnya, kala itu Novanto masih dalam keadaan sadar.

"Iya (saya diagnosis cedera kepala ringan). Bedanya dengan cedera kepala berat berdasarkan kesadaran, ada skalanya. Ini semacam diagnosis awal sebelum melakukan CT scan," terangnya.

Akan tetapi, imbuhnya, saat itu tidak melakukan CT scan karena kewenangan untuk melakukan itu berada di tangan dokter Bimanesh sebagai penanggung jawab.

"Itu sih kewenangan kapten, dokter penanggung jawab, yaitu dokter Bima (Bimanesh)," tuturnya.

Adapun Bimanesh Sutarjo dalam perkara itu didakwa merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Dia dan Fredrich Yunadi disebut merekayasa agar Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau pada pertengahan November 2017 untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK.

Dia diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. (ce1/rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
PILPRES 2019
TGB soal Sanksi Demokrat: Sikap Saya Bukan Mewakili Demokrat
Rabu, 17 Juli 2018 - 21:00 wib
TERKAIT KASUS SUAP
Soal Proyek PLTU Riau-1, Eni Saragih Tulis Surat Klarifikasi, Isinya...
Rabu, 17 Juli 2018 - 20:45 wib
DAFTAR BACALEG
Ubah Citra Parlemen, Ketum PSI Ikut Nyaleg 2019
Rabu, 17 Juli 2018 - 20:30 wib
PEMILU 2019
Ada Tugas dari Megawati untuk Krisdayanti yang Maju dari PDIP
Rabu, 17 Juli 2018 - 20:15 wib
PEMILU 2019
Ternyata, Menteri-menteri Ini Tak Dibolehkan Nyaleg oleh Jokowi
Rabu, 17 Juli 2018 - 20:00 wib
PILPRES 2019
Siapakah Cawapres Prabowo? Tiga Tokoh Ini Dinilai Paling Berpeluang
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:40 wib
MENDAFTAR KE KPU
Massa PDIP Kecewa karena Mobil Hary Tanoesoedibjo Dibolehkan Masuk
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:30 wib
SEPAKBOLA INDONESIA
Petisi Edy Rahmayadi Mundur dari Ketum PSSI Muncul, Begini Isinya
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:20 wib
UNGGAH FOTO KE FACEBOOK
Pamer Nonton Final Piala Dunia, Putra Najib Razak Panen Cibiran
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:10 wib
TERKAIT PERKARA SUAP
Kasus Eni Saragih, Golkar Siapkan Bantuan Hukum untuk Hadapi KPK
Rabu, 17 Juli 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Soal Proyek PLTU Riau-1, Eni Saragih Tulis Surat Klarifikasi, Isinya...
Resmi! Kasus Fahri Hamzah Vs Presiden PKS Kembali Dilanjutkan Polisi
Gerak Cepat KPK Tangani Kasus Korupsi PLTU Riau 1

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:41 WIB

Modus Korupsi dengan Commitment Fee

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:37 WIB

Tidak Boleh Memukul, Kendati Pencuri

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:29 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini