Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Kesaksian Dokter RS Medika: Saat Kejadian, Novanto Mengaku Sempat Pingsan
Senin, 09 April 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 786 kali Print | Komentar
Kesaksian Dokter RS Medika: Saat Kejadian, Novanto Mengaku Sempat Pingsan
Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dokter Ahli Syaraf Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Nadia Husein Hamedan mengungkapkan, Setya Novanto sempat jatuh pingsan saat terjadi kecelakaan tunggal pada 16 November 2017 lalu.

Dia mengaku mengetahui hal itu setelah memeriksa mantan ketua DPR tersebut.

"Iya, saat saya tanya, katanya sempat pingsan saat kejadian," ujarnya saat bersaksi untuk terdakwa dokter Bimanesh di Pengadilan Tipikor, Jalan Jakarta, Senin (9/4/2018).

Meski begitu, dia menyatakan bahwa dirinya tidak menanyakan kepada Novanto berapa lama dia pingsan. Dia pun tidak menanyakan hal tersebut kepada keluarga mantan ketua umum Partai Golkar yang saat itu menjaganya.

"Saya nggak tanya pingsan berapa lama, saya juga nggak tanya ke keluarganya," akunya.

Tak hanya pingsan, Novanto pun mengalami muntah-muntah. Itu juga diketahuinya setelah menanyakan hal itu kepada Novanto.

"Iya (muntah-muntah). Saya hanya tanya muntah tidak, dia (Setya Novanto) jawab, iya muntah," jelasnya.

Dia menerangkan, atas dasar hasil pemeriksaan dan wawancaranya kepada Novanto, dia pun mendiagnosis cedera kepala ringan. Pasalnya, kala itu Novanto masih dalam keadaan sadar.

"Iya (saya diagnosis cedera kepala ringan). Bedanya dengan cedera kepala berat berdasarkan kesadaran, ada skalanya. Ini semacam diagnosis awal sebelum melakukan CT scan," terangnya.

Akan tetapi, imbuhnya, saat itu tidak melakukan CT scan karena kewenangan untuk melakukan itu berada di tangan dokter Bimanesh sebagai penanggung jawab.

"Itu sih kewenangan kapten, dokter penanggung jawab, yaitu dokter Bima (Bimanesh)," tuturnya.

Adapun Bimanesh Sutarjo dalam perkara itu didakwa merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Dia dan Fredrich Yunadi disebut merekayasa agar Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau pada pertengahan November 2017 untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK.

Dia diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. (ce1/rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Traffic Website  SSCN Padat di  Siang Hari

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari
Rabu, 25 September 2018 - 18:39 wib
Angkat Potensi Kerang Rohil

Angkat Potensi Kerang Rohil
Rabu, 25 September 2018 - 17:38 wib
PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang
Rabu, 25 September 2018 - 17:30 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan
Rabu, 25 September 2018 - 17:00 wib
Beli BBM Pakai  Uang Elektronik

Beli BBM Pakai Uang Elektronik
Rabu, 25 September 2018 - 16:56 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki
Rabu, 25 September 2018 - 16:36 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik
Rabu, 25 September 2018 - 16:32 wib
Rencana Rasionalisasi RAPBD Perubahan 2018
Tak Ganggu Target Pembangunan
Rabu, 25 September 2018 - 16:30 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo
Rabu, 25 September 2018 - 16:00 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi
Rabu, 25 September 2018 - 15:54 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kepala Bappeda Bengkalis Diperiksa KPK

Sabtu, 15 September 2018 - 13:25 WIB

Setnov Minta Eni Tak Ceritakan Perannya di PLTU Riau-1

Senin, 10 September 2018 - 22:04 WIB

Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”

Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB

KPK Sarankan Partai Melakukan PAW

Rabu, 05 September 2018 - 12:39 WIB

Polisi Tunggu UAS Laporkan soal Intimidasi

Rabu, 05 September 2018 - 02:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini