Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Kesaksian Dokter RS Medika: Saat Kejadian, Novanto Mengaku Sempat Pingsan
Senin, 09 April 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 883 kali Print | Komentar
Kesaksian Dokter RS Medika: Saat Kejadian, Novanto Mengaku Sempat Pingsan
Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dokter Ahli Syaraf Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Nadia Husein Hamedan mengungkapkan, Setya Novanto sempat jatuh pingsan saat terjadi kecelakaan tunggal pada 16 November 2017 lalu.

Dia mengaku mengetahui hal itu setelah memeriksa mantan ketua DPR tersebut.

"Iya, saat saya tanya, katanya sempat pingsan saat kejadian," ujarnya saat bersaksi untuk terdakwa dokter Bimanesh di Pengadilan Tipikor, Jalan Jakarta, Senin (9/4/2018).

Meski begitu, dia menyatakan bahwa dirinya tidak menanyakan kepada Novanto berapa lama dia pingsan. Dia pun tidak menanyakan hal tersebut kepada keluarga mantan ketua umum Partai Golkar yang saat itu menjaganya.

"Saya nggak tanya pingsan berapa lama, saya juga nggak tanya ke keluarganya," akunya.

Tak hanya pingsan, Novanto pun mengalami muntah-muntah. Itu juga diketahuinya setelah menanyakan hal itu kepada Novanto.

"Iya (muntah-muntah). Saya hanya tanya muntah tidak, dia (Setya Novanto) jawab, iya muntah," jelasnya.

Dia menerangkan, atas dasar hasil pemeriksaan dan wawancaranya kepada Novanto, dia pun mendiagnosis cedera kepala ringan. Pasalnya, kala itu Novanto masih dalam keadaan sadar.

"Iya (saya diagnosis cedera kepala ringan). Bedanya dengan cedera kepala berat berdasarkan kesadaran, ada skalanya. Ini semacam diagnosis awal sebelum melakukan CT scan," terangnya.

Akan tetapi, imbuhnya, saat itu tidak melakukan CT scan karena kewenangan untuk melakukan itu berada di tangan dokter Bimanesh sebagai penanggung jawab.

"Itu sih kewenangan kapten, dokter penanggung jawab, yaitu dokter Bima (Bimanesh)," tuturnya.

Adapun Bimanesh Sutarjo dalam perkara itu didakwa merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Dia dan Fredrich Yunadi disebut merekayasa agar Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau pada pertengahan November 2017 untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK.

Dia diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. (ce1/rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Petani Muda Riau Terima Bantuan Bibit Sapi dari Chevron
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:32 wib

Pelaku Perusak Atribuat Partai Demokrat Diperiksa Penyidik
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:14 wib

Hari Ini, 54 Wartawan PWI Riau Konsentrasi Ikuti UKW
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:06 wib
Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau

Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau
Minggu, 15 Desember 2018 - 15:00 wib
Jalan Garuda Sakti
Truk Tonase Besar "Berjatuhan"
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:39 wib

Hari Ini Batas Akhir Pelunasan Pajak
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:13 wib
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru
Peserta Didik Bisa Tamat Lebih Cepat
Minggu, 15 Desember 2018 - 14:01 wib
Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis

Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis
Minggu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk

Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk
Minggu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
15 ASN Minta Pendampingan Hukum

Senin, 10 Desember 2018 - 10:29 WIB

Laporan Ombudsman Dinilai Janggal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:03 WIB

Suami Inneke Bisnis Kamar Asmara di Lapas Sukamiskin

Jumat, 07 Desember 2018 - 04:41 WIB

Membandingkan Kasus Habib Bahar dengan ABG Penghina Presiden
Habib Bahar Diperiksa, FPI Beri Pengawalan

Kamis, 06 Desember 2018 - 20:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini