Wonderful Indonesia
KEBIJAKAN KARTU TANDA PENDUDUK
Ugamo Bangso Batak Turut Gembira pada Kebijakan Kolom Khusus
Senin, 09 April 2018 - 18:05 WIB > Dibaca 1520 kali Print | Komentar
Ugamo Bangso Batak Turut Gembira  pada Kebijakan Kolom Khusus
Ilustrasi KTP-el.
Berita Terkait

Penghayat Kepercayaan Miliki e-KTP Sendiri Mulai 1 Juli 2018



MEDAN (RIAUPOS.CO) - Kebijakan yang akan diterapkan pemerintah pusat untuk mencantumkan kolom  khusus di KTP-el bagi para penghayat kepercayaan disambut gembira penganut kepercayaan Ugamo Bangso Batak yang ada di Sumatera Utara.

Kebijakan tersebut ibarat sebuah cita-cita yang terwujud bagi para penganut, terutama bagi generasai ke depan agar mendapatkan hak-hak yang sama dengan pemeluk agama yang diakui negara.

Desain KTP-el bagi para penghayat kepercayaan yang diusulkan Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah disetujui Presiden Joko Widodo, Rabu (4/4) pekan lalu. Nantinya keterangan yang ada di KTP-el penghayat kepeercayaan, berbeda dengan pemeluk enam agama di Indonesia. Kolom agama dalam data yang tertera di KTP-el berganti menjadi kepercayaan. 

Sementara keterangan kepercayaannya diseragamkan menjadi “Tuhan yang Maha Esa”. Berbeda dengan pemeluk agama yang keterangannya berisi Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Buhda dan Konghuchu.

Perubahan tersebut merupakan tindaklanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 97/PPU-XIV/2016. Sebelum adanya putusan tersebut, penganut kepercayaan harus mengosongkan kolom agama atau memilih salah satu agama yang diakui jika ingin memiliki KTP.

“Tentunya kami sangat senang dan gembira mendengar berita tersebut. Inilah yang memang kami harapkan,” kata Ketua Adat Ugamo Bangso Batak (UBB) Kota Medan, Arnold Purba, Minggu (8/4/2018).

Arnold juga mengaku tidak mempersoalkan aliran kepercayaan mereka tidak dituliskan sesuai dengan keyakinan yang mereka anut. Sebab kolom agama yang tertulis ‘Percaya terhadap Tuhan Yang Maha Esa’ menurut dia sama saja. “Itu sama saja. Hal itu pula yang kami perjuangkan sampai ke MK (Mahkamah Konstitusi) tahun lalu,” imbuh Arnold, yang merupakan salah satu pejuang penghayat kepercayaan di Indonesia.

KOMENTAR
Berita Update
Minta Kriminalisasi Ulama Dihentikan

Minta Kriminalisasi Ulama Dihentikan
Kamis, 26 April 2018 - 10:20 wib

Dispar Gelar Riau Food Festival di Kuantan Singingi
Kamis, 26 April 2018 - 10:20 wib
Kriya Dispar Riau
Pelaku Ekraf Sambut Baik Pelatihan
Kamis, 26 April 2018 - 10:10 wib

Anak Bonita Diperkirakan Berusia Setahun
Kamis, 26 April 2018 - 10:08 wib
Kampanye Negatif Sawit Pengaruhi Penurunan Harga TBS

Kampanye Negatif Sawit Pengaruhi Penurunan Harga TBS
Kamis, 26 April 2018 - 10:05 wib

RS Awal Bros Inisiasi Seminar Medis Measles Rubella
Kamis, 26 April 2018 - 09:54 wib
EKONOMIKA
Menyikapi Perubahan Zaman Now Secara Proporsional
Kamis, 26 April 2018 - 09:50 wib

KTT Bersama ITA Riau Baksos Pembangunan Masjid
Kamis, 26 April 2018 - 09:46 wib

Filipina Tujuan Ekspor Perdana Xpander
Kamis, 26 April 2018 - 09:35 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Minta Kriminalisasi Ulama Dihentikan

Kamis, 26 April 2018 - 10:20 WIB

Pertemuan PA 212 dengan Presiden Direncanakan sejak Februari Lalu
Ini Delapan Rangkuman Pertemuan Jokowi dengan Ulama Alumni 212
Mengejutkan, Sekjen KPK Dipecat

Kamis, 26 April 2018 - 09:21 WIB

Pemerintah Terus Mencari Solusi Operator dan Pengemudi Online
Sagang Online
loading...
Follow Us