IDI Umumkan Tunda Pelaksanaan Sanksi Etik bagi Dokter Terawan
Senin, 09 April 2018 - 13:37 WIB > Dibaca 2789 kali Print | Komentar
IDI Umumkan Tunda Pelaksanaan Sanksi Etik bagi Dokter Terawan
Mayjen DR Dr Terawan.
Berita Terkait
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Persoalan yang membelit Mayjen DR Dr Terawan Agus Putranto Sp Rad (K) menyusul bocornya surat rekomendasi Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK) memasuki babak baru.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan telah mengeluarkan keputusan penundaan sanksi keras terhadap Terawan yang merupakan anggota IDI. Sebelumnya ramai diberitakan Terawan direkomendasikan pemecatan dari keanggotaan IDI atas ranah disiplin untuk penyembuhan penyakit stoke lewat metode "cuci otak".

Penundaan itu disampaikan Ketua Umum PB IDI Prof Dr Ilham Oetama Marsis, Sp.OG melalui konferensi pers di Kantor PB IDI Jakarta, Senin (9/4/2018).

Penundaan diambil melalui rapat Majelis Pimpinan Pusat (MPP) IDI 8 April 2017, yang dihadiri seluruh unsur pimpinan PB IDI. Penundaan pelaksanaan keputusan MKEK karena kondisi tertentu.

Selanjutnya, ranah disiplin untuk metode ’cuci otak’ dokter Terwan baru akan diuji klinis oleh Tim Health Technology Assestment (HTA) oleh Kementerian Kesehatan.

"Maka sambil menunggu dan mengumpulkan bukti-bukti tentu harus melalui uji klinik lanjutan. Kewenangan medis itu kewenangan HTA. Kami hanya ranah etika. Penundaan sanksi ini tergantung pada bukti-bukti yang kami kumpulkan," tegas Ketua Umum PB IDI Prof Dr Ilham Oetama Marsis SpOG.

Arti penundaan itu, hingga kini dokter Terawan masih menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto serta anggota IDI. "Selama masih menunggu tentu akan tidak adil untuk dokter Terawan, kami tak mau memutuskan gegabah. Status dokter Terawan tak ada pemberhentian. Kami masih melakukan penelusuran," tegas Ilham.

Apalagi, kata dia, dokter Terawan sudah melakukan pembelaan akhir pekan lalu. Sedangkan metode brain wash atau cuci otak yang dipelopori dokter Terawan masih di uji oleh tim HTA.


KOMENTAR
Berita Update
Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign

Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:32 wib

Kepenghuluan Dukung Inovasi Desa
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:30 wib

Mengenali Politisi Spanduk
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:12 wib
Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games

Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:00 wib
Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan

Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:32 wib
Arara Abadi Komit Berantas TBC di Teluk Meranti
Dukung Program Pelalawan Sehat
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:30 wib

PT Bimalyndo Hajar Aswad Resmi Beroperasi
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:23 wib

PT Bimalyndo Hajar Aswad Resmi Beroperasi
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:23 wib
Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Konsultan

Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Konsultan
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:12 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Narkoba Merusak Kesehatan dan Mental

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Manfaat Buah Belimbing  untuk Kesehatan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:25 WIB

Home Care, Pelayanan  Kesehatan Berkesinambungan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 14:32 WIB

Deteksi Dini Gangguan Pendengaran

Jumat, 05 Oktober 2018 - 16:33 WIB

Sekdakab Besuk Pasien di RSUD

Selasa, 02 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us