IDI Umumkan Tunda Pelaksanaan Sanksi Etik bagi Dokter Terawan
Senin, 09 April 2018 - 13:37 WIB > Dibaca 2886 kali Print | Komentar
IDI Umumkan Tunda Pelaksanaan Sanksi Etik bagi Dokter Terawan
Mayjen DR Dr Terawan.
Berita Terkait
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Persoalan yang membelit Mayjen DR Dr Terawan Agus Putranto Sp Rad (K) menyusul bocornya surat rekomendasi Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK) memasuki babak baru.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan telah mengeluarkan keputusan penundaan sanksi keras terhadap Terawan yang merupakan anggota IDI. Sebelumnya ramai diberitakan Terawan direkomendasikan pemecatan dari keanggotaan IDI atas ranah disiplin untuk penyembuhan penyakit stoke lewat metode "cuci otak".

Penundaan itu disampaikan Ketua Umum PB IDI Prof Dr Ilham Oetama Marsis, Sp.OG melalui konferensi pers di Kantor PB IDI Jakarta, Senin (9/4/2018).

Penundaan diambil melalui rapat Majelis Pimpinan Pusat (MPP) IDI 8 April 2017, yang dihadiri seluruh unsur pimpinan PB IDI. Penundaan pelaksanaan keputusan MKEK karena kondisi tertentu.

Selanjutnya, ranah disiplin untuk metode ’cuci otak’ dokter Terwan baru akan diuji klinis oleh Tim Health Technology Assestment (HTA) oleh Kementerian Kesehatan.

"Maka sambil menunggu dan mengumpulkan bukti-bukti tentu harus melalui uji klinik lanjutan. Kewenangan medis itu kewenangan HTA. Kami hanya ranah etika. Penundaan sanksi ini tergantung pada bukti-bukti yang kami kumpulkan," tegas Ketua Umum PB IDI Prof Dr Ilham Oetama Marsis SpOG.

Arti penundaan itu, hingga kini dokter Terawan masih menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto serta anggota IDI. "Selama masih menunggu tentu akan tidak adil untuk dokter Terawan, kami tak mau memutuskan gegabah. Status dokter Terawan tak ada pemberhentian. Kami masih melakukan penelusuran," tegas Ilham.

Apalagi, kata dia, dokter Terawan sudah melakukan pembelaan akhir pekan lalu. Sedangkan metode brain wash atau cuci otak yang dipelopori dokter Terawan masih di uji oleh tim HTA.


KOMENTAR
Berita Update
Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA

Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA
Senin, 21 Januari 2019 - 14:30 wib
Mahasiswa Pekanbaru Edarkan Sabu di Dumai

Mahasiswa Pekanbaru Edarkan Sabu di Dumai
Senin, 21 Januari 2019 - 14:15 wib

Kasus Ustaz Ba’asyir Bukti Gagalnya Pemasyarakatan
Senin, 21 Januari 2019 - 14:13 wib

Foto Harimau Dumai Ternyata Palsu
Senin, 21 Januari 2019 - 14:07 wib
Penyidik Minta Keterangan Saksi Ahli
Korupsi Dana Hibah Bengkalis
Penyidik Minta Keterangan Saksi Ahli
Senin, 21 Januari 2019 - 14:00 wib
Lubang Jalan Purwodadi Membahayakan

Lubang Jalan Purwodadi Membahayakan
Senin, 21 Januari 2019 - 13:15 wib

Menunggu Nama Jembatan Siak IV
Senin, 21 Januari 2019 - 13:10 wib
Kerja Sama IKM dengan Swalayan Bisa Maksimal

Kerja Sama IKM dengan Swalayan Bisa Maksimal
Senin, 21 Januari 2019 - 13:05 wib
Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu

Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu
Senin, 21 Januari 2019 - 12:25 wib

Edy Resmi Mundur
Senin, 21 Januari 2019 - 12:14 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
RS Harus Terima Pasien Belum Punya Jaminan Kesehatan

Sabtu, 19 Januari 2019 - 14:13 WIB

Kenali Penanganan  Tepat Patah Tulang

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:49 WIB

Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan

Kamis, 17 Januari 2019 - 15:30 WIB

RSUD AA Turut Minta Pengalihan Penahanan Tiga Dokternya
Menjaga Kesehatan saat Perubahan Cuaca Ekstrem

Minggu, 30 Desember 2018 - 10:22 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us