Depan >> Berita >> Riau >>
Peran Perempuan Ibarat Segitiga Tidak Sama Sisi
Senin, 09 April 2018 - 12:22 WIB > Dibaca 504 kali Print | Komentar
Peran Perempuan Ibarat Segitiga Tidak Sama Sisi
FOTO BERSAMA: Perwakilan Manajemen RAPP Elwan Jumandri (7 dari kiri) didampingi Ketua SP Riaupulp, Jon Afrizal foto bersama para pekerja perempuan usai pembukaan kegiatan Pelatihan Gender di Citismart Hotel, Pekanbaru, Jumat (6/4/2018). (HUMAS RAPP FOR RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Puluhan pekerja perempuan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) antusias mengikuti Pelatihan Gender yang diadakan oleh Serikat Pekerja (SP) Riaupulp. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, Jumat dan Sabtu (6-7/4) di Citismart Hotel ini menghadirkan dua pemateri, yakni Herlia Santi dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PT2TP2) Provinsi Riau dan Lilis Mahmudah dari Industri All.

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Ketua SP Riaupulp RAPP Jon Afrizal.

John mengatakan, pelatihan yang diadakan setiap tahun ini mengangkat topik “Meningkatkan Peran Pekerja Perempuan dalam Hubungan Industrial untuk Kemajuan Perusahaan”.

“Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan efek positif untuk kemajuan perusahaan,” terang Jon.

Sementara Herlia Santi yang merupakan pemateri pertama menjelaskan, kesetaraan gender artinya laki-laki dan perempuan harus memiliki peran dan kesempatan yang sama dalam bekerja. Herlia meyakini bahwa perempuan memiliki peran ibarat segitiga tidak sama sisi.

Di satu sisi, perempuan harus berperan sebagai seorang karyawan di tempat dia bekerja, sebagai ibu yang harus mengasuh anak-anaknya, dan seorang istri yang harus mendampingi suami.

“Sisi dari segitiga itu bisa berbeda-beda panjangnya tergantung prioritas yang sedang dihadapi. Jadi kita harus bisa memainkan peran yang sangat baik untuk ketiga peran tersebut,” ungkapnya.

Pada sesi berikutnya, Lilis yang merupakan pemateri kedua memaparkan, perempuan harus berperan dalam pengambilan keputusan. Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk merealisasikan kesetaraan gender di tempat kerja adalah partisipasi pekerja dalam merumuskan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

“Peraturan ini bisa mengikat pekerja dan pemberi kerja seperti peraturan perusahaan lantaran bisa mencantumkan syarat kerja, hak dan kewajiban perusahaan dan karyawan, serta aturan yang belum dimuat di peraturan perundang-undangan,” tutur Lilis.

“Para pekerja perempuan juga harus mengetahui perlindungan terhadap mereka. Undang-Undang Perlindungan Perempuan diatur di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor KEP-224/MEN/2003 Tahun 2003,” pungkasnya. (lim)

KOMENTAR
Berita Update

Hotel Dafam Tawarkan Promo Merdeka Package
Jumat, 17 Agustus 2018 - 14:15 wib
Hadirkan Layanan Purnajual Terbaik bagi Konsumen
MMKSI Luncurkan Service Booking Card
Jumat, 17 Agustus 2018 - 14:01 wib
Perda Pengelolaan Sampah
September, Wako Minta Denda Rp2,5 Juta Diterapkan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:43 wib
Arbi Hidayat Terpilih Ketua PC Sapma PP
Sapma PP Pekanbaru Gelar Muscab I
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:39 wib
Sehat Bersama Awal Bros Panam
Mau Merdeka dari Penyakit? Lakukan MCU
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:29 wib

7 Hektare Lahan Terbakar
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:00 wib
Alamaaak!
Batal Borong
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:54 wib

Karnaval Berlangsung di Tengah Terik Matahari
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:37 wib

Revisi Perda Tempat Hiburan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:24 wib

Truk Bertonase Besar Leluasa Masuk Kota
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:02 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Karnaval Berlangsung di Tengah Terik Matahari

Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:37 WIB

Arara Abadi Beri Bantuan Penanganan Karhutla

Jumat, 17 Agustus 2018 - 10:17 WIB

Pungli Parkir Truk Terjadi di Depan  Kantor Polsek Sungai Sembilan
Aset Meja Biliar Riau Tidak Bisa Digunakan

Kamis, 16 Agustus 2018 - 19:30 WIB

Pemkab Akan Terapkan Program TOSS

Kamis, 16 Agustus 2018 - 19:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us