Bertahan

Minggu, 19 Feb 2017 - 12:58 WIB > Dibaca 2616 kali | Komentar

HASIL pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 di berbagai daerah pertengahan pekan ini sudah dapat dibayangkan. Disebut dapat dibayangkan karena angka-angka yang beredar belum

melalui keputusan sidang Komisi Pemilhan Umum (KPU) setempat, tapi dapat dipertanggungjawabkan. Malahan kesimpulan menang kalah pasangan calon (Paslon) dihitung dari suara yang masuk ke KPU dan diedarkan melalui jaringan maya atau dalam jaringan (daring) alias internet.

Di Pekanbaru, sosok orang yang dapat dibayangkan menjadi walikota dan wakilnya adalah Firdaus – Ayat Cahyadi. Sedangkan di Kampar, Azis Zainal – Catur Sugeng Susanto, dibayangkan menduduki jabatan nomor satu serta nomor dua di kabupatan yang berjuluk serambi Makkah itu. Pasalnya, dua pasangan tersebut memperoleh suara terbanyak berdasarkan hitungan umum sebagaimana disiarkan berbagai media.

“Makin yakin kita kan, kalau petahana ikut bertarung, kemungkinan untuk menang amatlah besar,” tulis kawan saya Abdul Wahab melalui pesan pendek telepon genggamnya (SMS) semalam. Ia menambahkan, di Pekanbaru, petahana Firdaus-Ayat ikut betarung, sedangkan di Kampar sebaliknya.

Wahab mengingatkan, kecenderungan petahana bertahan pada posisinya memang terjadi di mana-mana, bahkan di Jakarta sana. Malahan, di Riau, pada Pilkada serentak 2015, semua petahana meraup kemenangan kecuali Herliyan Saleh yang berpasangan dengan Reza Pahlevi.

Tulis Wahab, “Tanyalah pada tim sukses paslon, sejauh mana mereka mempertimbangkan petahana. Mereka akan menjawab bahwa semua paslon dipertimbangkan, tetapi akan mengaku bagaimana petahana harus dipertimbangkan tersendiri . Memiliki bonot semdiri, sehingga harus ditangani secara khusus pula,” tulis Wahab.

Hitungannya sederhana saja--berdasarkan dugaan-dugaan atau asumsi pendek. Setiap petahana dikatakan sudah meraup suara 30 persen dari total pemilih sebelum pemilihan dilaksanakan. Ini dimungkinkan tercipta karena dari segi emosional.

Bagaimanapun petahana sebagaimana banyak disebut dalam kajian politik, berusaha untuk mempertahankan kekuasaannya. Sesuatu yang lumrah, sehingga mereka sejak awal-awal lagi mengatur strategi kemenangan antara lain dengan menempatkan orang-orang tertentu yang dapat mereka ajak bekerja sama dalam Pilkada secara diam-diam.

Pada hakikatnya, Herliyan Saleh yang harus rela meletakkan jabatannya karena tidak terpilih dalam Pilkada 2015 lalu, juga melakukan hal serupa. Cuma saja, serangan secara pribadi terhadap sosok ini sangat kuat. Masalah yang diangkat pun melibatkan Herliyan secara pribadi.

Firdaus-Ayat juga mengalami hal serupa, juga petahana-petahana yang bertarung tahun 2015 lalu.  Beberapa bulan sebelum Pilkada misalnya, masalah sampah di kota ini disorot habis-habisan. Saat itu, banyak orang berpikir bahwa Firdaus-Ayat akan jatuh karena sampah.  Apalagi soal sampah berhubungan langsung dengan masyarakat banyak, mereka hadapi setiap hari selama berbulan-bulan.

“Bukankah soal sampah itu juga yang menjadi bahan utama menyerang Firdaus-Ayat?” tanya Wahab. Ia pun menjawab sendiri bahwa orang lupa, walaupun sampah merupakan masalah besar dan tanggung jawab walikota, hal itu berkaitan dengan jabatannya, bukan secara individual.

Kecuali kalau Firdaus terlibat langsung dalam masalah sampah ini, misalnya menaikkan anggaran pengelolaan sampah atau yang sejenis dengannya. Sehingga harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

Sebaliknya, mungkin saja terjadi, masyarakat tidak memikirkan hal-hal semacam itu lebih jauh ke depan. “Pernah aku baca bahwa rakyat kita, rakyat pemaaf dan cepat melupakan sesuatu walaupun telah menimbulkan berbagai kerusakaan yang nyata. Dalam konteks ini, pemaaf tidak dianjurkan sehingga berbagai masalah tetap diselesaikan secara hukum,” tulis Wahab.

Apakah juga, lanjut Wahab, masyarakat memang sengaja memberi kesempatan kepada petahana. Setidak-tidaknya mereka tahu siapa yang mereka hadapi, sehingga mudah pula mengomunikasikan segala sesuatunya. Ya, dipilih dua kali tentu sebagai upaya melanjutkan sekaligus memperbaiki apa yang sudah ada.  Jangan tidak!***


KOMENTAR
BERITA POPULER
Alamak... Istri Ketahuan Selingkuh dengan Brondong Penghuni Kos

Alamak... Istri Ketahuan Selingkuh dengan Brondong Penghuni Kos

24 Feb 2018 - 00:02 WIB | 509 Klik
Joko Widodo Sebut Siapa Nama yang Akan Dampingi Maju sebagai Capres

Joko Widodo Sebut Siapa Nama yang Akan Dampingi Maju sebagai Capres

24 Feb 2018 - 00:09 WIB | 413 Klik

Proyek Tol Dievaluasi

24 Feb 2018 - 09:24 WIB | 63 Klik
Ribuan Ikan Mengapung di Sungai Kerumutan

Ribuan Ikan Mengapung di Sungai Kerumutan

24 Feb 2018 - 09:02 WIB | 59 Klik

APBD Rohul 2018 Dibatalkan Masyarakat Diminta Tenang

24 Feb 2018 - 09:28 WIB | 36 Klik

Follow Us