Wonderful Indonesia
Hati-Hati Kampanye di Medsos
Rabu, 14 Februari 2018 - 11:07 WIB > Dibaca 303 kali Print | Komentar
Hati-Hati Kampanye di Medsos
Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau mengingatkan pasangan calon (paslon) agar berhati-hati berkampanye di media sosial (Medsos). Pasalnya, ada sejumlah sanksi yang telah disiapkan Bawaslu apabila kampanye dengan metode medsos tidak sesuai aturan.

Sanksi tersebut berupa mulai dari teguran hingga tidak dibolehkan mengikuti kampanye. Hal itu disampaikan oleh Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan usai pelaksanaan pencabutan nomor urut paslon di Hotel Aryaduta, Selasa (13/2).

Ia menjelaskan, masing-masing paslon harusnya sudah melaporkan akun media sosial yang akan digunakan. Karena sampai saat ini, pihaknya belum menerima satu pun daftar akun media sosial yang akan digunakan untuk kampanye.

“Kalau akun di luar akun resmi tentu kami berharap seluruh lapisan masyarakat dapat berkontribusi untuk melaporkan. Kalau ada pelaporan pelanggaran, akan kami tindak. Jelas kewenangan kami ada,” sebut Rusidi.

Adapun tindakan yang bisa dilakukan Bawaslu berupa penutupan akun, teguran terhadap paslon hingga penghentian kampanye paslon. ”Ada sanksinya dihentikan, teguran. Kemudian kami minta pada pihak berwenang untuk diblokir,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu RI Abhan juga sempat mengingatkan kepada seluruh paslon peserta pilkada untuk berhati-hati berkampanye di medsos. Hal itu ditekankan Abhan saat berkunjung ke Pekanbaru akhir pekan lalu.

“Ini kan kami melihat pelaksanaan pilkada sebelumnya, Pileg 2014. Ini yang menjadi dasar potensi penggunaan media sosialnya tinggi,” jelas Abhan.

Untuk pengawasan medsos, dirinya mengaku telah menginstruksikan kepada jajaran Bawaslu untuk fokus kepada dugaan pelanggaran di medsos. Beberapa waktu lalu pihaknya juga sudah menjalin kerja sama melalui memorandum of understanding (MoU) dengan 10 platform media sosial (medsos).

Medsos tersebut di antaranya facebook, twitter, instagram, dan tujuh jenis medsos yang tidak dirincikan Abhan. “Kalau melanggar, kami yang akan mengeluarkan kajian. Kami minta ke Facebook, ada total 10 platform sepakat dan akan mendukung yang menjadi gagasan Bawaslu,” ucap dia.

Bahkan pihaknya juga menggandeng Kemenkominfo serta Mabes Polri dalam hal kejahatan cyber. Menurut Abhan hal itu sangat penting guna menciptakan suasana pilkada agar tetap kondusif dan berjalan lancar. “Kami tidak berdiri sendiri karena dengan Kominfo kami kerja sama, termasuk juga dengan cybercrime Polda,” tuturnya.(das)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
MUI PERTANYAKAN KE POLISI
Apa Iya Penyerang para Ulama adalah Orang Gila?
Kamis, 22 Februari 2018 - 01:16 wib
POLISI PATROLI DI DUNIA MAYA
Hati-hati Bermedia Sosial, Belasan Tersangka sudah Ditangkap
Kamis, 22 Februari 2018 - 00:25 wib

Gitaris Slank Proses Cerai, Mediasi Gagal
Kamis, 22 Februari 2018 - 00:02 wib
MASIH BERADA DI SAUDI
Terkuak! Ini Alasan Habib Rizieq Batal Pulang Hari Ini
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:55 wib
SEDANG DIINCAR POLISI
Maudy Koesnaedi Bantah Dirinya Artis Inisial MK Terkait Kasus Narkoba
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:45 wib
GELAR BAKTI SOSIAL DONOR DARAH
HUT Ke-61, Astra Tetap Tumbuh dan Gesit
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:36 wib
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Kata KPK, Dokter yang Tangani Novanto di RS Permata Hijau Segera Disidang
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:30 wib
DITERIMA MA
Ahok Ajukan PK Kasus Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Sedih
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:15 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Uji Materi UU MD3 Diajukan PSI Jumat Besok, Ini Alasannya
Tajam! Begini Kritik Fahri karena Jokowi Enggan Tanda Tangani UU MD3
UU MD3 Tidak Ditandatangani Jokowi, DPR Bilang Begini

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:40 WIB

Prabowo Jadi Cawapres Jokowi, Ruhut: Apa Salahnya Berdampingan?
AHY Disarankan Jadi Anggota DPR Dulu, Baru Cawapres

Rabu, 21 Februari 2018 - 16:50 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us