Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
PANDANGAN FPI
Tangani Kasus Intoleransi, Polri Diminta Tidak Tebang Pilih
Selasa, 13 Februari 2018 - 15:30 WIB > Dibaca 1627 kali Print | Komentar
Tangani Kasus Intoleransi, Polri Diminta Tidak Tebang Pilih
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Umat gereja Santa Lidwina di Sleman, Yogyakarta menjadi korban penyerangan dengan senjata tajam menimpa. Adapun sang pelaku kini sudah diamankan oleh aparat.

Diketahui, sebelum tragedi itu, seorang biksu Budha di Kabupaten Tangerang juga sempat terlibat masalah dengan warga sekitar. Akan tetapi, masalah itu berakhir damai. Selain itu pimpinan sebuah pondok pesantren dan pentolan ormas Islam di Bandung juga diserang.

Adapun pelakunya diduga orang gila sehingga berkemungkinan bebas dari jerat hukum. Hal itu menuai reaksi keras dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin.

Dia menilai, ada tebang pilih dimata hukum terkait penanganan korban kekerasan yang menimbulkam korban umat Islam dan di luar Islam. Tak hanya itu, Islam kerap kali disebut radikal akibat tindakan teror yang mengatasnamakan Islam.

"Saat masjid dan pesantren diserang, ulama dan santri dianiaya bahkan dibunuh, pelakunya langsung divonis orang gila setelah ditangkap dilepas lagi. Namun, saat gereja diserang, pastur dan jamaat dilukai pelakunya langsung divonis Islam radikal," katanya kepada JawaPos.com, Selasa (13/2/2018).

Dikatakannya, penanganan penyerangan di Sleman juga terbilang cepat dan sigap. Bahkan, tak lama dari kejadian para petinggi negeri langsung mendatangi lokasi. Akan tetapi, hal berbeda saat korbannya pemuka agama Islam.

Sebab, menurutnya, tak satu pun elite negara berada di lokasi kejadian.

"Kasus gereja Sleman, Yogyakarta selain penanganannya cepat dan tanggap serta tegas, Panglima dan TNI langsung turun bersama ketua DPR, tapi ulama yang meninggal terbunuh tak satupun pejabat yang datang," sebutnya.

Dia memandang, praktik penegakkan hukum seperti ini terus berlanjut hingga sekarang. Karena itu, jika terus dibiarkan kejadian-kejadian serupa dapat terus terulang dikemudian hari.

"Dan dibiarkan, teror itu terus terjadi sampai sekarang," tutupnya. (sat)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Oktober, Pasar Induk Difungsikan

Oktober, Pasar Induk Difungsikan
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:45 wib
Bebani Operasional Angkot
Organda Protes Pajak Pertalite
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:37 wib

Masyarakat Pertanyakan Proyek PDAM Duri
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:27 wib
Alamaaak!
Resleting Celana Terbuka
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:18 wib
Komunitas Lingkungan Suarakan Pemilahan Sampah

Komunitas Lingkungan Suarakan Pemilahan Sampah
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:16 wib
Pembangunan Puskesmas Terganjal Lahan

Pembangunan Puskesmas Terganjal Lahan
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:08 wib

Gakumdu Proses Dugaan Kelalaian KPU
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:07 wib

Lelang APK Harus Diawasi
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:03 wib

Harga Cabai Capai Rp55 per Kg
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:01 wib
Meriahnya Festival Perang Air di Selatpanjang
Hotel Terisi Penuh, Disaksikan 21.000 Wisatawan
Selasa, 20 Februari 2018 - 11:59 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Hoax! Wakapolri Bantah Foto ST Video Konferensi soal Habib Rizieq
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us