Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
RESMI DITAHAN KASUS SUAP
Dari Dalam Tahanan KPK Bupati Ngada Minta Dukungan Jadi Gubernur
Selasa, 13 Februari 2018 - 00:24 WIB > Dibaca 1431 kali Print | Komentar
Dari Dalam Tahanan KPK Bupati Ngada Minta Dukungan Jadi Gubernur
Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur menggunakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus suap, Senin (12/2/2018). (Foto: JPG)
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) -  Meskipun akhirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi, Bupati Ngada Nusa Tenggara Timur, Marianus Sae tetap meminta dukungan masyarakat di NTT dalam menghadapi Pemilu 2018. Marianus saat ini ikut menjadi calon gubernur NTT. Dia terjaring operasi tangkap tangan KPK Minggu (11/2/2018).

Pesan permintaan dukungan itu disampaikan Marianus melalui kuasa hukumnya Wilvidrus Watu setelah mendengar informasi bahwa Komisi Pemilihan Umum NTT turut menetapkan dirinya sebagai calon gubernur pada rapat pleno terbuka yang dilaksanakan Senin (13/2/2018).

"Beliau (Marianus Sae) mengapresiasi dan meminta kepada seluruh pendukung di NTT untuk tetap tenang supaya mengikuti proses hukum," ungkap Wilvridus setelah mendampingi Marianus menjalani pemeriksaan penyidik KPK.

Terkait penetapan tersangka yang dilakukan KPK kepada kliennya, dia menilai adanya kejanggalan. Karena menurutnya, Marianus sama sekali membantah hal yang dituduhkan kepada dirinya. "Intinya pak Marianus menyatakan beliau tidak melakukan hal yang dituduhkan kepada beliau," tutur

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Ngada Marianus Sae dan Dirut PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu sebagai tersangka. “Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji kepada Bupati Ngada terkait proyek-proyek di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur,” terang Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, dalam konferensi pers di kantornya, Senin (12/2/2018).

Marianus diduga menerima suap dari Wilhelmus terkait sejumlah proyek di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Wilhelmus diketahui merupakan salah satu kontraktor di Kabupaten Ngada yang kerap mendapatkan proyek di Kabupaten Ngada sejak tahun 2011.

Atas perbuatanya sebagai pihak pemberi suap, Wilhelmus disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU No.31 Tahun 1999 sebagaiman diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang  Pemberantasan Korupsi.

Sementara sebagai pihak penerima suap, Marianus disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 sebagaiman diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi.(ipp)

Sumber: JPG
Editor: Fopin A Sinaga

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Oktober, Pasar Induk Difungsikan

Oktober, Pasar Induk Difungsikan
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:45 wib
Bebani Operasional Angkot
Organda Protes Pajak Pertalite
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:37 wib

Masyarakat Pertanyakan Proyek PDAM Duri
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:27 wib
Alamaaak!
Resleting Celana Terbuka
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:18 wib
Komunitas Lingkungan Suarakan Pemilahan Sampah

Komunitas Lingkungan Suarakan Pemilahan Sampah
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:16 wib
Pembangunan Puskesmas Terganjal Lahan

Pembangunan Puskesmas Terganjal Lahan
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:08 wib

Gakumdu Proses Dugaan Kelalaian KPU
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:07 wib

Lelang APK Harus Diawasi
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:03 wib

Harga Cabai Capai Rp55 per Kg
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:01 wib
Meriahnya Festival Perang Air di Selatpanjang
Hotel Terisi Penuh, Disaksikan 21.000 Wisatawan
Selasa, 20 Februari 2018 - 11:59 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Hoax! Wakapolri Bantah Foto ST Video Konferensi soal Habib Rizieq
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us