Wonderful Indonesia
Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji
Minggu, 11 Februari 2018 - 12:55 WIB > Dibaca 2901 kali Print | Komentar
Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji
Pemutaran film sejarah Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji (RAH) di gedung teater tertutup Anjung Seni Idrus Tintin, beberapa hari lalu menjadi diskusi menarik bagi para sineas. Kritik dan saran atas karya yang diproduksi 2009 itu, pun menunjukkan dunia perfilman Riau tak jalan ditempat.
---------------------------------------------------------------------------------

(RIAUPOS.CO) - FILM berdurasi kurang lebih 60 menit itu dinikmati seratusan apresiator seni. Setiap apresiator memang penasaran dan sudah menunggu lama untuk bisa menonton film besutan sutradara Gunawan Panggarangan tersebut. Aktor dan aktris populer Indonesia, serta lokal beradu akting dalam karya itu.

Aktor lokal, tersebut pula nama Al azhar, almarhum Mazumi Daud, dan lainnya. Film itu memang didedikasikan untuk Allayarham Raja Ali Haji, si pengarang Gurindam 12 yang disegani, jauh sebelum Indonesia terbentuk sebagai sebuah negara berdaulat. Sikap dan pandangannya yang kaya dan super luas terhadap agama Islam, budaya, serta politik, menjadi sumber inspirasi utama. Tidaklah salah jika beliau didaulat sebagai pahlawan nasional pada 2009 lalu.

Produksi film itu diprakarsai para seniman bersama pemerintah provinsi Kepulauan Riau sebagai upaya mengenalkan RAH ke publik yang lebih luas. Paling tidak, melalui film, sosok RAH bisa dikenali secara umum, terutama bagi generasi muda, Kepri khususnya, Indonesia secara umum.

“Melalui film Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji, orang kenal sosoknya yang brilian, alim, dan bersahaja,” ulas Al azhar, dalam sesi diskusi usai pemutaran film tersebut.

Menonton film tersebut, penonton tidak hanya mendapatkan gambaran tentang sosok Raja Ali Haji, juga sejarah Kerajaan Riau-Lingga secara umum. Satu kerajaan besar dunia Melayu Islam yang pernah mencapai puncak kejayaannya pada abad 19 masehi silam. Selain itu, film ini juga diupayakan untuk meyakinkan banyak pihak atas perjuangan sampai akhir hayat RAH yang telah memberikan sumbangan besar tentang bahasa Indonesia yang menjadi bahasa persatuan bangsa ini.

“Saya memang terobsesi pada sosok RAH, terutama karyanya Gurindam 12 yang syarat nilai, makna, dan mendalam tentang hidup dan kehidupan sebagai anak manusia,” ungkap Gunawan Panggarangan, selaku sutradara film tersebut.

Gunawan menambahkan, awalnya ia tak berpikir, apakah film ini nantinya akan ditonton banyak orang. Selain skenarionya memang terbilang rumit, terutama banyaknya persoalan yang diangkat, juga karena bahasanya yang sangat rapi dan arkhaik.

“Hampir tak ada bahasa yang digunakan mubazir. Ejaaan dan pengucapan Melayu abad 19 benar-benar indah dan syarat makna,” akunya menambahkan.


Menyibak Polemik


Saat film Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji diproduksi, suara-suara yang tidak menyetujui RAH difilmkan sudah terasa. Banyak pihak yang menganggap pembuatan film itu cendrung dipaksakan dengan berbagai alasan. Hal ini sempat diungkapkan salah seorang penonton yang ikut dalam sesi diskusi, Hang Kafrawi. Dijelaskannya, mengapa film ini yang diputar dan didiskusikan di sini dan saat ini. Lagi pula, film anak-anak Riau banyak yang belum dibedah bersama-sama.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
JIKA GUNAKAN CARA PAKSA
Keras! FPI Minta Polisi Tidak Ganggu Kepulangan Habib Rizieq
Selasa, 20 Februari 2018 - 18:30 wib
KASUS MATCH FIXING
Kirim Perwakilan ke Singapura, BAM Pantau Sidang Dua Atletnya
Selasa, 20 Februari 2018 - 18:20 wib
MINTA APARAT MENGUSUT TUNTAS
MUI Curiga Ada Rekayasa Jahat Terkait Maraknya Kekerasan terhadap Ulama
Selasa, 20 Februari 2018 - 18:10 wib
TERKAIT KASUS NARKOBA
Belum Jenguk Dhawiya, Elvy Sukaesih Ternyata Sedang di Luar Kota
Selasa, 20 Februari 2018 - 18:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Bawa Tas Hitam, Novanto Tiba-tiba Sambangi KPK, Ada Apa?
Selasa, 20 Februari 2018 - 17:55 wib
HASIL PENELITIAN INDEF
Dibandingkan Jokowi-JK, SBY-Boediono Lebih Bagus soal Lapangan Kerja
Selasa, 20 Februari 2018 - 17:40 wib
LAPORAN PBHI
Lagi, Ketua MK Dilaporkan ke Dewan Etik, Ini Penyebabnya
Selasa, 20 Februari 2018 - 17:30 wib
MASIH DIANALISIS
Terkait Surat Asimilasi Nazaruddin, KPK Segera Sampaikan Sikap Resmi
Selasa, 20 Februari 2018 - 17:20 wib
VIRAL DI MEDIA SOSIAL
Medali Piala Presiden Bambang Pamungkas Raib, Siapa Pelakunya?
Selasa, 20 Februari 2018 - 17:10 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Perantara Dugaan Suap Novanto Kembali Diperiksa KPK
Selasa, 20 Februari 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Lelaki Tua dan Boneka

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:15 WIB

Metonimia

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:08 WIB

Sekitar Botol Kosong  di Begawai Sastra

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:39 WIB

Tafsir Bebas dari Mitos ke Teater

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:34 WIB

Bokal, Menepis Kekosongan

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:20 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us