Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
BAIK EKSEKUTIF ATAU LEGISLATIF
Semua Nama di Dakwaan e-KTP Harus Dijerat KPK, Ini Alasan Habiburokhman
Sabtu, 10 Februari 2018 - 17:40 WIB > Dibaca 365 kali Print | Komentar
Semua Nama di Dakwaan e-KTP Harus Dijerat KPK, Ini Alasan Habiburokhman
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk menjerat semua pihak di eksekutif dan legislatif yang terjerat dalam kongkalikong proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Desakan itu datang dari Ketua Bidang Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Habiburokhman. Dia berharap, nama-nama yang sudah pernah disebut menerima uang terkait e-KTP tidak melenggang begitu saja tanpa kejelasan proses hukum.

Diakuinya, dirinya bingung karena ada nama yang pernah disebut dalam surat dakwaan e-KTP, tapi belakangan justru tak terdengar lagi.

“Dalam konteks persidangan perkara e-KTP, saya juga bingung kenapa nama yang sudah disebut kemudian hilang, kemudian ada juga yang tidak hilang,” ujarnya kala berbicara di diskusi bertema "Catatan Hitam e-KTP" di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2018).

Dia menilai, akan sangat disayangkan jika substansi permasalahan korupsi proyek e-KTP menjadi kabur. Oleh sebab itu, dia menegaskan, KPK seharusnya mengejar pihak penerima duit e-KTP terlebih dahulu.

Apalagi, dari surat dakwaan terhadap Irman, Sugiharto, Andi Narogong ataupun Setya Novanto diketahui ada nama-nama yang disebut kecipratan uang e-KTP.

“Pemberantasan korupsi harus dilaksanakan tuntas, artinya orang yang sejak awal di surat dakwaan itu dulu dikejar,” tandasnya. (boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TAK PERLU DIHUKUM PENJARA
Dhawiya Memang Pengguna Narkoba, Kuasa Hukum Sarankan Rehabilitasi
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:45 wib
DATANG KE BANDARA SOETTA
Pendukung Tak Kecewa meski Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:35 wib
BATAL PULANG KE INDONESIA
Polisi Imbau Pendukung Habib Rizieq Tinggalkan Bandara Soetta
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:25 wib
TERJADI DI BEBERAPA DAERAH
Tak Ingin Ada Hoax, MUI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Ulama
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:15 wib

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras
Rabu, 21 Februari 2018 - 13:02 wib
8 Hari Kejar Kapal Pembawa Narkoba
Sabu 1,6 Ton Dikemas dalam 81 Karung
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:32 wib
Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta

Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:59 wib
Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau

Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:57 wib

Muhammad Ridho Masuk TC Timnas
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:57 wib

Rp57,15 M Dana PSR Masuk ke Rekening Petani
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:50 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Tak Ingin Ada Hoax, MUI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Ulama
Geram! Buwas Ingin Para Bandar Narkoba Jadi Makanan Hiu

Selasa, 20 Februari 2018 - 21:00 WIB

Sejak 2007, Fahri Hamzah Ternyata Sudah Dibidik dalam Perkara Korupsi
Wow! 400 Advokat Dukung Pengacara Novanto Hadapi SBY

Selasa, 20 Februari 2018 - 20:10 WIB

Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai 2 Triliun, Buwas: Kualitas Nomor Satu
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us