Wonderful Indonesia
Soal Uang Ketok Palu RAPBD Jambi
Zumi Zola Mengaku Dipaksa Dewan
Sabtu, 10 Februari 2018 - 09:57 WIB > Dibaca 428 kali Print | Komentar
JAMBI  (RIUAPOS.CO)   -  Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli pasang badan menghadapi proses hukum yang bergulir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mantan artis itu pun siap mengklarifikasi barang hasil penggeledahan yang diamankan penyidik KPK dari rumah dinas dan rumah pribadi Zola di Jambi.

Kuasa hukum Zola, M Farizi mengatakan penyitaan sejumlah barang bukti di kediaman kliennya merupakan bagian dari penyidikan tersangka Arfan, Plt Kadis PUPR Jambi. Hal itu diketahui dari surat perintah penyidikan (sprindik) nomor SPRIN.DIK/14/DIK.00/01/2018. “Kebetulan Zumi Zola sedang berada di Jakarta (waktu penggeledahan, red),” ujarnya, kemarin (9/2).

Terkait dengan dugaan gratifikasi yang disangkakan KPK terhadap kliennya, Farizi mengatakan siap mengklarifikasi. Pihaknya pun meminta publik dan pihak lain untuk tidak menghakimi Zola sebelum ada putusan pengadilan. “Klien kami berharap agar tidak ada pihak yang melakukan tindakan penghakiman melalui berbagai pernyataan di media,” ungkapnya.

Farizi juga menjelaskan, terkait dengan dugaan duit gratifikasi Zola yang didistribusikan ke anggota DPRD Jambi, itu berawal dari upaya pemaksaan “uang ketok” oleh oknum legislatif. Pemaksaan itu dibarengi dengan ancaman dewan tidak hadir dalam rapat paripurna pengesahan APBD Jambi 2018. “Terkait permintaan itu, Zumi Zola besama pejabat-pejabat pemerintah daerah disepakati untuk ditolak,” imbuh dia.

Terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemanggilan Zola sebagai tersangka segera dilakukan. Hanya, dia tidak bisa memberikan kepastian kapan pemanggilan itu dilakukan. Sebab, pemanggilan tersangka merupakan kebutuhan penyidikan. “Nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” tuturnya.(tyo/das)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TIDAK DI SEMUA TEMPAT
Wacana Polisi Jaga Rumah Ibadah, DPR: Di Daerah Tertentu Saja
Senin, 19 Februari 2018 - 21:00 wib
TERLIBAT PROYEK BERBAU KORUPSI
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Senin, 19 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT RAPAT DI BANGGAR DPR
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Senin, 19 Februari 2018 - 20:45 wib
TIDAK ADA RILIS RESMI
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Senin, 19 Februari 2018 - 20:40 wib
BARANG RAMPASAN KASUS KORUPSI
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Senin, 19 Februari 2018 - 20:35 wib
PILPRES 2019
Prabowo Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Reaksi Gerindra
Senin, 19 Februari 2018 - 20:20 wib
SUDAH DITERIMA MK
GNPF Ulama Hormati Pengajuan PK Ahok
Senin, 19 Februari 2018 - 20:10 wib
KASUS NARKOBA
Sedang Hamil saat Ditangkap, Menantu Elvi Sukaesih Dapat Perlakuan Khusus
Senin, 19 Februari 2018 - 20:00 wib
SEGERA PULANG KE INDONESIA
KPK: Jangan Sampai Novel Dua Kali Jadi Korban
Senin, 19 Februari 2018 - 19:45 wib
TERKAIT PENYERAHAN ASET KE NEGARA
Eksekusi Lahan DL Sitorus, KPK Pastikan Bantu KLHK
Senin, 19 Februari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Sumatera Terbaru
Minibus Terjunke Jurang 75 Meter

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:49 WIB

Pesawat yang Dipiloti Gubernur Aceh Mendarat Darurat

Minggu, 18 Februari 2018 - 07:17 WIB

Nilai Ekspor Kepulauan Riau Turun 15,7 Persen

Sabtu, 17 Februari 2018 - 03:24 WIB

Di Kisaran Ada Bapak dan Anak Hanyut ke Sungai

Sabtu, 17 Februari 2018 - 00:42 WIB

JR Saragih- Ance Menggugat, Bawaslu Perlu Waktu 12 Hari

Sabtu, 17 Februari 2018 - 00:09 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us