Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT KASUS E-KTP
Anak Buah Novanto "Kabur" usai Jalani Pemeriksaan KPK
Jumat, 09 Februari 2018 - 18:30 WIB > Dibaca 2734 kali Print | Komentar
Anak Buah Novanto "Kabur" usai Jalani Pemeriksaan KPK
Sekretaris pribadi Setya Novanto, Cornelis Towoliu berlari kecil menghindari awak media, usai diperiksa penyidik KPK, Jumat (9/2). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama hampir enam jam, sekretaris pribadi Setya Novanto, Cornelis Towoliu melarikan diri.

JawaPos.com melaporkan dari lokasi, anak buah Novanto itu tampak keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 14.39 WIB. Melihat suasana halaman gedung KPK dipenuhi awak media, dia memilih berlari menghindari awak media.

"Di penyidik (kesaksiannya)," katanya sembari berlari kecil, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/2/2018).

Sementara itu, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan terhadap Cornelis untuk melengkapi berkas tersangka e-KTP Anang.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk ASS (Anang Sugianan Sudiharjo), “ ujarnya saat dikonfirmasi.

Cornelis dalam pemeriksaan itu mengaku telah menjawab 20 pertanyaan dari penyidik KPK. Sejak kedatangannya, Cornelis seakan enggan dibidik kamera pewarta. Padahal, ini kali kedua kedatangannya ke lembaga antikorupsi.

Sebelumnya, dia diperiksa KPK untuk tersangka Setya Novanto. Akan tetapi, kali ini merupakan pemeriksaannya yang pertama untuk Anang Sugiana Sudiharjo.  Sebelum berlari, dia sempat membantah mengetahui pertemuan antara Setya Novanto dengan Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo.

"Enggak pernah," singkatnya.

KPK dalam kasus itu menetapkan Anang sebagai tersangka karena diduga bersama-sama pihak lain ikut terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP yang mengakibatkan kerugian negara Rp2,3 triliun.

Atas perbuatannya, Anang disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana. (ipp)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TAK PERLU DIHUKUM PENJARA
Dhawiya Memang Pengguna Narkoba, Kuasa Hukum Sarankan Rehabilitasi
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:45 wib
DATANG KE BANDARA SOETTA
Pendukung Tak Kecewa meski Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:35 wib
BATAL PULANG KE INDONESIA
Polisi Imbau Pendukung Habib Rizieq Tinggalkan Bandara Soetta
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:25 wib
TERJADI DI BEBERAPA DAERAH
Tak Ingin Ada Hoax, MUI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Ulama
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:15 wib

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras
Rabu, 21 Februari 2018 - 13:02 wib
8 Hari Kejar Kapal Pembawa Narkoba
Sabu 1,6 Ton Dikemas dalam 81 Karung
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:32 wib
Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta

Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:59 wib
Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau

Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:57 wib

Muhammad Ridho Masuk TC Timnas
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:57 wib

Rp57,15 M Dana PSR Masuk ke Rekening Petani
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:50 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Tak Ingin Ada Hoax, MUI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Ulama
Geram! Buwas Ingin Para Bandar Narkoba Jadi Makanan Hiu

Selasa, 20 Februari 2018 - 21:00 WIB

Sejak 2007, Fahri Hamzah Ternyata Sudah Dibidik dalam Perkara Korupsi
Wow! 400 Advokat Dukung Pengacara Novanto Hadapi SBY

Selasa, 20 Februari 2018 - 20:10 WIB

Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai 2 Triliun, Buwas: Kualitas Nomor Satu
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us