Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
RENTAN DIGANGGU DPR
Pengamat: Marwah MK Turun karena Tolak Uji Materi Hak Angket KPK
Jumat, 09 Februari 2018 - 16:40 WIB > Dibaca 362 kali Print | Komentar
Pengamat: Marwah MK Turun karena Tolak Uji Materi Hak Angket KPK
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Mahkamah Konsitusi (MK) telah memutuskan untuk menolak permohonan uji materi sejumlah pegawai lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) .

Menurut pakar hukum Universitas Trisakti, Abdul Fikchar Hadjar, keputusan MK tersebut dapat merusak marwah KPK. Atas putusan itu, MK menyatakan hak angket KPK yang dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat adalah sah.

"Akibatnya KPK menjadi rentan yang setiap saat bisa diganggu oleh Angket KPK di DPR," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com di Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Dia memandang, putusan MK itu ambigu dan membuat lembaga hukum tersebut tidak konsisten. Sebab, dalam putusan yang lalu, MK menyatakan lembaga penegak hukum dinilai independen.

Namun, dalam putusan ini, MK mendudukan lembaga antirasuah sebagai perpanjangan eksekutif. Fickhar menerangkan, dengan tidak konsistennya MK terhadap putusannya,. itu dapat menurunkan marwah MK di hadapan publik.

"Dengan tidak konsistenan ini telah menurunkan marwah MK sendiri," sebutnya.

Karena itu, putusan MK tersebut juga mengindikasikan pertarungan pemikiran berbasis keilmuan sudah semakin dikalahkan oleh pemikiran yang pragmatis.

"Ini ada degradasi pengertian negarawan bagi hakim-hakim MK," terangnya.

Adapun dalam uji materi itu, pegawai KPK menilai pembentukan hak angket itu tak sesuai dengan Pasal 79 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD.

Diketahui, para pemohon menganggap KPK bukan termasuk unsur eksekutif sehingga tidak dapat dijadikan sebagai objek pelaksana hak angket oleh DPR. Akan tetapi,Namun dalam pertimbangannya, MK menyatakan bahwa KPK adalah lembaga penunjang yang dibentuk berdasarkan UU.

Itu artinya, KPK adalah lembaga eksekutif. Dalam putusan itu, ada empat hakim yang menyatakan disssenting opinion atau perbedaan pendapat. Mereka adalah Maria Farida Indrati, I Dewa Gede Palguna, Saldi Isra, dan Suhartoyo. (ipp)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DATANG KE BANDARA SOETTA
Pendukung Tak Kecewa meski Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:35 wib
BATAL PULANG KE INDONESIA
Polisi Imbau Pendukung Habib Rizieq Tinggalkan Bandara Soetta
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:25 wib
TERJADI DI BEBERAPA DAERAH
Tak Ingin Ada Hoax, MUI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Ulama
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:15 wib

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras
Rabu, 21 Februari 2018 - 13:02 wib

Proyek Jalan Layang-Jembatan Dihentikan Sementara
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:40 wib
Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta

Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:59 wib
Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau

Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:57 wib

Muhammad Ridho Masuk TC Timnas
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:57 wib

Rp57,15 M Dana PSR Masuk ke Rekening Petani
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:50 wib

Hanya Ingin Miliki Handphone, ABG Nekat Membunuh
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:44 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Tak Ingin Ada Hoax, MUI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Ulama
Geram! Buwas Ingin Para Bandar Narkoba Jadi Makanan Hiu

Selasa, 20 Februari 2018 - 21:00 WIB

Sejak 2007, Fahri Hamzah Ternyata Sudah Dibidik dalam Perkara Korupsi
Wow! 400 Advokat Dukung Pengacara Novanto Hadapi SBY

Selasa, 20 Februari 2018 - 20:10 WIB

Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai 2 Triliun, Buwas: Kualitas Nomor Satu
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us