Wonderful Indonesia
Dishub dan Satlantas Mulai Gelar Operasi Simpatik
Kamis, 08 Februari 2018 - 10:19 WIB > Dibaca 586 kali Print | Komentar
Dishub dan Satlantas Mulai Gelar Operasi Simpatik
RAZIA: Petugas Dinas Perhubungan Medan dibantu Satlantas melakukan razia kendaraan angkutan berbasis online di depan Sun Plaza Mall Jalan Zainul Arifin Medan, Rabu (7/2/2018).
Berita Terkait





MEDAN (RIAUPOS.CO) - Satlantas Polrestabes Medan dan Dishub Kota Medan mulai menggelar operasi simpatik, Rabu (7/2). Dalam operasi simpatik hari pertama kemarin, petugas Dishub dan Satlantas memberikan surat pernyataan kepada pengemudi taksi online. Pengemudi diminta mengisi biodata diri termasuk berada di bawah naungan provider dan aplikator mana.
 “Intinya ada tiga hal yang perlu diperhatikan dan lengkapi. Yakni  speksi, SIM A Umum dan wajib uji kir. Saat ini kita masih tahap sosialisasi dan memberi teguran sampai 15 Februari. Pada 16 Februari baru akan dilakukan penindakan,” kata AKP Neneng Darmayanti, Kanit Dikyasa Polrestabes Medan didampingi Kabid PP&K Dishub Medan, Edison Sagala.
Dia mengatakan, peran polisi pada operasi simpatik ini untuk memberi imbauan sebelum nantinya dilakukan penindakan. Mengingat jumlah taksi online saat ini sudah begitu menjamur, sehingga kerap menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.
 “Menurut info yang kami dapat, sekarang ini jumlahnya (taksi online) sekitar 32 ribu unit yang tersebar di tiga daerah yakni Medan, Binjai dan Deliserdang. Karena semakin menjamurnya jumlah mereka makanya dibuat peraturan ini. Setelah tanggal 15 nanti, penindakan atas regulasi itu akan kami lakukan,” katanya.
Dishub dan Satlantas menargetkan, 20 pengemudi untuk diberi sosialisasi pada hari itu. Operasi simpatik akan terus dilakukan sampai 15 Februari mendatang. “Kami berencana melanjutkan kegiatan besok (hari ini, red), di tempat ini juga dan di depan Plaza Medan Fair Jalan Gatot Subroto,” kata Edison.
Dari operasi yang digelar, terungkap kalau masih banyak sopir taksi online yang belum tahu Permenhub 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Dengan Kenderaan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Mereka mengaku, belum pernah mendapat sosialisasi apapun tentang Permenhub 108/2017 tersebut dari pihak provider maupun aplikator.
Seperti penuturan Munawar Syah Putra, sopir taksi online yang terjaring dalam operasi simpatik yang digelar di Jalan Zainul Arifin Medan, kemarin. Munawar malah mempertanyakan kepada petugas Satlantas bernama JH Paniatan, apa-apa saja yang perlu dilengkapi sesuai Permenhub 108/2017 tersebut.
Pengemudi taksi online lainnya, Reza Purba juga tidak tahu ada sosialisasi atas Permenhub tersebut. Menurutnya, baik pihak provider maupun aplikator tidak pernah menyampaikan hal dimaksud. “Kami belum terima sosialisasi dari pihak aplikator. Pihak aplikator pun tidak tahu. Begitu juga provider tidak ada beri tahu,” katanya.
Ia berharap, Pemda membantu masyarakatnya yang ingin memiliki pekerjaan sebagai sopir taksi online.  “Kami sebenarnya orang-orang susah yang perlu pekerjaan ini. Kalau dari perbincangan dengan kawan-kawan melalui grup WA (WhatsApp), 95 persen kami tidak setuju Permenhub 108 itu. Apalagi harus uji kir yang bisa membuat harga mobil kami kalau dijual menurun drastis,” katanya.
Ia pun mengeluhkan, order sopir taksi online saat ini sedang hancur-hancuran. Selain mengeluarkan uang untuk biaya uji kir, kerap mendapat berbagai potongan dari aplikator tempatnya bernaung. “Sekarang kami ada 17 ribu driver yang tergabung dalam grup. Harus uji kir lagi, tentu akan bayar lagi. Kalau begini ceritanya, kami nggak mampu lagilah, malah pesan sekarang lagi hancur-hancuran,” katanya tanpa merinci potongan pihak aplikator seperti apa.
Bahkan dengan adanya peraturan yang seolah mempersulit ini, Reza mengaku, bisa jadi beralih mencari pekerjaan lain. “Kalau kami pribadi, kami bisa saja beralih pekerjaan. Karena kalau pakai stiker otomatis asuransi mobil kami ditolak. Terus kami jual mobil di harga second sudah pasti murah. Maunya pemerintah juga memikirkan nasib kami,’’ ujarnya.(prn/dvs/adz/jpg)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TIDAK DI SEMUA TEMPAT
Wacana Polisi Jaga Rumah Ibadah, DPR: Di Daerah Tertentu Saja
Senin, 19 Februari 2018 - 21:00 wib
TERLIBAT PROYEK BERBAU KORUPSI
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Senin, 19 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT RAPAT DI BANGGAR DPR
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Senin, 19 Februari 2018 - 20:45 wib
TIDAK ADA RILIS RESMI
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Senin, 19 Februari 2018 - 20:40 wib
BARANG RAMPASAN KASUS KORUPSI
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Senin, 19 Februari 2018 - 20:35 wib
PILPRES 2019
Prabowo Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Reaksi Gerindra
Senin, 19 Februari 2018 - 20:20 wib
SUDAH DITERIMA MK
GNPF Ulama Hormati Pengajuan PK Ahok
Senin, 19 Februari 2018 - 20:10 wib
KASUS NARKOBA
Sedang Hamil saat Ditangkap, Menantu Elvi Sukaesih Dapat Perlakuan Khusus
Senin, 19 Februari 2018 - 20:00 wib
SEGERA PULANG KE INDONESIA
KPK: Jangan Sampai Novel Dua Kali Jadi Korban
Senin, 19 Februari 2018 - 19:45 wib
TERKAIT PENYERAHAN ASET KE NEGARA
Eksekusi Lahan DL Sitorus, KPK Pastikan Bantu KLHK
Senin, 19 Februari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Sumatera Terbaru
Minibus Terjunke Jurang 75 Meter

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:49 WIB

Pesawat yang Dipiloti Gubernur Aceh Mendarat Darurat

Minggu, 18 Februari 2018 - 07:17 WIB

Nilai Ekspor Kepulauan Riau Turun 15,7 Persen

Sabtu, 17 Februari 2018 - 03:24 WIB

Di Kisaran Ada Bapak dan Anak Hanyut ke Sungai

Sabtu, 17 Februari 2018 - 00:42 WIB

JR Saragih- Ance Menggugat, Bawaslu Perlu Waktu 12 Hari

Sabtu, 17 Februari 2018 - 00:09 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us