Wonderful Indonesia
BERTEMU PERWAKILAN PT PHAROS
Simak! Begini Penjelasan MUI soal Isu Viostin DS Mengandung Babi
Rabu, 07 Februari 2018 - 20:50 WIB > Dibaca 468 kali Print | Komentar
Simak! Begini Penjelasan MUI soal Isu Viostin DS Mengandung Babi
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pertemuan PT Pharos Indonesia sebagai produsen suplemen Viostin DS, dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengakhiri isu ramainya kandungan babi dalam suplemen Viostin DS.

Tim manajemen PT Pharos Indonesia dalam keterangan tertulis, Rabu (7/2/2018), sudah menjelaskan bahwa Viostin DS dibuat dengan menggunakan bahan baku dari sapi dan sama sekali tidak mengandung babi.

Adapun bahan baku untuk Viostin DS adalah Chondroitin Sulfat yang dipasok dari pemasok luar negeri yang telah memiliki sertifikat halal dari Halal Certification Services/HCS (http://www.halalcs.org/).

Diketahui, lembaga itu sudah masuk ke daftar lembaga sertifikasi halal luar negeri yang diakui oleh MUI. Akan tetapi, soal informasi DNA Babi yang dilontarkan BPOM, Pharos pun telah mengambil langkah tegas dengan menarik seluruh produk.

Di samping itu, mereka juga penghentian produksi dan penjualan. Menurut Direktur Komunikasi Perusahaan PT Pharos Indonesia, Ida Nurtika, upaya itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap konsumen.

Di sisi lain, Ketua MUI KH Ma’ruf Amin sendiri mengatakan PT Pharos Indonesia sebagai produsen Viostin DS telah mengambil langkah yang tepat dalam mengatasi isu ini.

“Saya rasa apa yang dilakukan PT Pharos Indonesia untuk menarik seluruh produk Viostin DS dari pasar sudah benar dan kami mengapresiasi langkah yang diambil,” katanya dalam pertemuan itu.

Karena itu, pihaknya menyampaikan kepada masyarakat agar tidak terlalu resah dalam menanggapi isu ini. Dia menyebut, kewenangan halal dan haram memang menjadi otoritas MUI’ sehingga ada baiknya produsen melakukan uji kembali bahan baku tertentu itu di LPPOM MUI.

Untuk diketahui, PT Pharos Indonesia merupakan perusahaan farmasi nasional yang selama 45 tahun telah berkontribusi pada pembuatan dan penyediaan obat-obat dan suplemen kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

PT Pharos Indonesia mengklaim telah menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dalam seluruh rangkaian produksi, mulai dari pengujian bahan baku hingga produk jadi yang dihasilkan. (ika)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TIDAK DI SEMUA TEMPAT
Wacana Polisi Jaga Rumah Ibadah, DPR: Di Daerah Tertentu Saja
Selasa, 19 Februari 2018 - 21:00 wib
TERLIBAT PROYEK BERBAU KORUPSI
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT RAPAT DI BANGGAR DPR
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:45 wib
TIDAK ADA RILIS RESMI
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:40 wib
BARANG RAMPASAN KASUS KORUPSI
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:35 wib
PILPRES 2019
Prabowo Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Reaksi Gerindra
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:20 wib
SUDAH DITERIMA MK
GNPF Ulama Hormati Pengajuan PK Ahok
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:10 wib
KASUS NARKOBA
Sedang Hamil saat Ditangkap, Menantu Elvi Sukaesih Dapat Perlakuan Khusus
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:00 wib
SEGERA PULANG KE INDONESIA
KPK: Jangan Sampai Novel Dua Kali Jadi Korban
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:45 wib
TERKAIT PENYERAHAN ASET KE NEGARA
Eksekusi Lahan DL Sitorus, KPK Pastikan Bantu KLHK
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Olahraga Dapat Membantu Mental Anak Atasi Trauma

Minggu, 18 Februari 2018 - 12:26 WIB

Penggunaan Obat yang Aman pada Lanjut Usia

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:30 WIB

DPR Sindir BPOM soal Temuan Albothyl Berbahaya

Jumat, 16 Februari 2018 - 20:30 WIB

Izin Edar Empat Jenis Obat Ini Dibekukan, Termasuk Albothyl
Dokter Gigi Sepakat Larang Penggunaan Albothyl, Ini Bahayanya
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini