Wonderful Indonesia
Pengurus dan Pengawas Yayasan PCR Berganti
Rabu, 07 Februari 2018 - 12:49 WIB > Dibaca 756 kali Print | Komentar
Pengurus dan Pengawas Yayasan PCR Berganti
Ketua Pengurus Yayasan PCR Robinar Djajadisastra dan Ketua Pengawas Hazairi Bocal periode sebelumnya foto bersama dengan Ir Albert Simanjuntak selaku Dewan pembina YPCR dan Ketua Pengurus yang baru, Azhar beserta ketua pengawas YPCR Lamsana Sirait, usai serah terima kepengurusan, Rabu (7/2/2018) di kampus PCR. (Foto: Fopin A Sinaga/Riaupos.co)
PEKANBARU (RIAUPOS) – Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR) sebagai badan penyelenggara pendidikan Politeknik Caltex Riau (PCR), punya kepengurusan yang baru.

Serah terima pengurus dan pengawas masa bakti 2018-2022 itu dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan Peresmian dan Pelepasan di auditorium kampus PCR, Rabu (7/2/2018).

Sosok baru di Yayasan Politeknik Chevron Riau itu antara lain adalah dengan Ketua Yayasan Drs Azhar MM dan Lamsana Sirait SE MM sebagai ketua pengawas.

Keduanya menggantikan sosok sebelumnya pada periode 2012-2017 yakni Ketua Yayasan  Robinar Djajadisastra SH LLM dan Hazairin Bocak SE Ak CIA sebagai ketua pengawas. Kegiatan serah-terima disaksikan pula oleh Ir Albert B.M Simanjutak MBA, selaku Ketua Dewan Pembina YPCR sekaligus Presiden Direktur PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI), manajemen PT CPI, pimpinan dan civitas akademika PCR, para mitra kerja sama, serta para undangan khususnya dari penyelenggara dan institusi pendidikan.

Untuk diketahui, Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR) dibentuk pada tahun 2000 sebagai legal intity untuk pendirian dan penyelenggaraan institusi pendidikan PCR pada tahun 2001. Pendirian PCR diprakarsai oleh PT. Caltex Pacific Indonesia (PT CPI) dan Pemerintah Provinsi Riau dalam rangka menyiapkan dan meningkatkan sumber daya manusia yang handal untuk memenuhi kebutuhan industri yang pesat di Provinsi Riau dan sekitarnya.

Berdirinya PCR di tengah-tengah masyarakat, merupakan wujud nyata sumbangsih yang monumental bagi masyarakat Riau dan Indonesia. Hingga saat ini, sebagai institusi, PCR telah mandiri dan menorehkan banyak prestasi dari berbagai bidang. Sebagai institusi pendidikan tinggi, PCR tidak hanya berhasil menjalankan fungsi – fungsi tridharma perguruan tinggi. Tetapi lebih daripada itu, PCR juga telah mampu mengembangkan budaya dan lingkungan yang baik bagi civitas akademikanya disertai dengan nilai-nilai kejujuran, kehormatan, kecerdasan dan keunggulan.

Di bawah naungan YPCR, pada tahun pertama beroperasi, PCR membuka 3 program studi yaitu D3 Teknik Komputer, D3 Teknik Elektronika, dan D3 Teknik Telekomunikasi. Bergabungnya 175 mahasiswa pada tahun 2001, menjadi awal mula PCR berkiprah di dunia pendidikan. Hingga tahun 2018 ini, PCR telah memiliki 10 (sepuluh) program studi, diantaranya 8  program studi telah terakreditasi BAN-PT, dan 2 program studi yang resmi dibuka pada tahun 2016 lalu.  Tiga program studi PCR telah berhasil meraih predikat akreditasi tertinggi A, sementara secara institusi, PCR juga telah meraih Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dengan predikat B.

Sebagai badan hukum penyelenggara pendidikan PCR, Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR) telah menjalankan tugas dan fungsinya sesuai peraturan perundang–undangan yang berlaku, khususnya berkaitan dengan undang-undang pendidikan dan yayasan.

Menurut Ketua Pengurus YPCR periode 2012-2017, Robinar Djajadisastra, PCR telah dikelola dengan sangat baik, akuntabel, transparan, dan berkelanjutan. Sejak awal berdirinya, YPCR telah mempersiapkan PCR sebagai institusi pendidikan yang professional dan mandiri. Hal ini bisa dilihat bahwa sejak awal tahun 2007, PCR sudah mandiri secara finansial.

Selanjutnya mulai tahun 2012, PCR juga sudah mandiri penuh secara manajerial. Sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi, setiap tahun, laporan keuangan YPCR diaudit/diperiksa oleh Kantor Akuntan Publik dan dilaporkan secara terbuka kepada masyarakat.

Sepanjang kegiatan audit oleh KAP ini, laporan keuangan YPCR selalu mendapatkan hasil dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).
Sementara itu, Ketua Pengurus YPCR yang baru, Azhar mengatakan bahwa di usia 17 tahun penyelenggaraan PCR tahun 2018 ini, YPCR tetap akan meneruskan program-program baik yang telah dilaksanakan kepengurusan periode sebelumnya.

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
MUI PERTANYAKAN KE POLISI
Apa Iya Penyerang para Ulama adalah Orang Gila?
Kamis, 22 Februari 2018 - 01:16 wib
POLISI PATROLI DI DUNIA MAYA
Hati-hati Bermedia Sosial, Belasan Tersangka sudah Ditangkap
Kamis, 22 Februari 2018 - 00:25 wib

Gitaris Slank Proses Cerai, Mediasi Gagal
Kamis, 22 Februari 2018 - 00:02 wib
MASIH BERADA DI SAUDI
Terkuak! Ini Alasan Habib Rizieq Batal Pulang Hari Ini
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:55 wib
SEDANG DIINCAR POLISI
Maudy Koesnaedi Bantah Dirinya Artis Inisial MK Terkait Kasus Narkoba
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:45 wib
GELAR BAKTI SOSIAL DONOR DARAH
HUT Ke-61, Astra Tetap Tumbuh dan Gesit
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:36 wib
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Kata KPK, Dokter yang Tangani Novanto di RS Permata Hijau Segera Disidang
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:30 wib
DITERIMA MA
Ahok Ajukan PK Kasus Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Sedih
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:15 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
Univrab Tuan Rumah Workshop Penulisan Jurnal Bereputasi Scopus dan ISI
Outdoor Class, SD Cendana Duri Belajar ke Riau Pos

Rabu, 21 Februari 2018 - 10:00 WIB

Berekspresi Lewat Musikalisasi Puisi

Minggu, 18 Februari 2018 - 13:13 WIB

SMKN 7 Komit Gali Potensi Siswa

Minggu, 18 Februari 2018 - 12:28 WIB

Mahasiswa Harus Ikut Membantu Memberantas Berita Bohong
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us