Wonderful Indonesia
Wujudkan Sinergi Lintas Sektoral Menuju Keluarga Sejahtera
Rabu, 07 Februari 2018 - 11:33 WIB > Dibaca 255 kali Print | Komentar
Wujudkan Sinergi Lintas Sektoral Menuju Keluarga Sejahtera
BERI PENGHARGAAN: Gubri H Arsyadjuliandi Rachman (kanan) memberikan penghargaan kepada pemenang perlombaan KB pada peringatan Hari Keluarga Nasional, tahun lalu. (HUMAS PEMPROV RIAU FOR RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebagai daerah yang memiliki tingkat ekonomi baik, Riau dari tahun ke tahun menjadi magnet bagi pendatang. Hal ini ditandai dengan meningkatnya Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Riau yang ditenggarai akibat migrasi. Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman menyikapi ini sebagai tantangan yang dikelola dengan baik. Karena penduduk adalah  salah satu modal untuk membangun. Masya­rakat yang berkualitas akan menjadi pendorong  utama dalam mewujudkan Riau sebagai pusat ekonomi yang islami di 2020.

Andi Rachman (sapaan akrab Gubri) memaparkan, pengendalian pertumbuhan penduduk perlu peran serta semua pihak. Di Riau sendiri pertumbuhan penduduk berada di angka 3,59 persen dan didominasi oleh migrasi penduduk dari luar. ‘’Migrasi yang tinggi itu menjadi sasaran kami. Termasuk instansi vertikal yang ada. Semuanya bergerak untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Kita semua harus bergerak,’’ tegas Gubri.

Upaya yang paling ampuh dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat, sebut Andi, melalui program Keluarga Berencana (KB). ‘’Kalau berhasil tentu laju pertumbuhan penduduk bisa ditekan dan akan menolong pemerintah. KB sukses, keluarga sejahtera. Kalau sejahtera, ibu bisa menjaga kesehatannya, angka kematian ibu dan bayi harus ditekan,’’ imbuhnya.

Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Riau Andra Syafril SKM M Kes menjelaskan, tujuan pemberlakuan program KB untuk menekan lajunya pertumbuhan penduduk. ‘’Dengan cara meningkatkan cakupan metode kontrasepsi jangka panjang, meningkatkan contrasepcy prevalen rate, dan menurunkan total vertility rate,’’ jelas Andra, Selasa (6/2).

Gubri, kata Andra, sangat peduli terhadap suksesnya penerapan KB di Riau. Dia mencontohkan, dalam setiap pencanangan kampung KB, Gubri selalu mengupayakan hadir. ‘’Pertama kali pencanangan kampung KB di Pelalawan. Pak Gubernur naik kapal cepat sampai ke sana. Sekarang ini ada 170 kampung KB di 170 kecamatan di Riau. Pengembangan KB kami lakukan dengan sinergitas Pemprov, bersama PKK TNI, dan IBI,’’ urainya.

Guna mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, sehat dan sejahtera, Andra menekankan diperlukan keterpaduan kegiatan pembangunan keluarga dengan melibatkan masyarakat dan kelompok masyarakat.

‘’Dengan ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta pria dalam rangka keadilan dan kesetaraan gender di masyarakat.  Serta lebih memfokuskan pada kegiatan yang secara langsung dapat meringankan beban keluarga masyarakat dalam mendapatkan pelayanan KB dan Kesehatan, sesuai prioritas masalah,’’ paparnya.

Pelaksana kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB dan Kesehatan di desa dengan motor TP PKK melaksanakan berbagai kegiatan positif  berupa tindakan preventif, promotif dan kuratif  melalui pemberdayaan kelompok dasa wisma. Kegiatan dilaksanakan dengan menggerakkan masyarakat agar mau dan mampu mewujudkan dan meningkatkan derajat kesehatan mereka menjadi hidup lebih sehat dan sejahtera.

Dari data 2016 Riau telah memiliki 217 Poktan Bina Keluarga Balita (Poktan BKB), 202 BKBHI, 136 Poktan Bina Keluarga Lansia( Pokta BKL), 71 BKL Pari Purna, 93 Poktan  Bina Keluarga Remaja, 162 Poktan UPPKS, 417 PIK R jalur pendidikan  dan 27 PIK R Jalur masyarakat.

Andra menyebut, kepedulian Pemprov Riau di bawah kepemimpinan Andi Rachman, dalam rangka mendanai kegiatan Pemprov diarahkan ke daerah yang memiliki kampung KB.

‘’Pada tahun ini kami akan coba meminta adanya APBN untuk kampung KB,’’ ujarnya.(ali/adv)


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
KHAWATIR ADA KERICUHAN DI BANDARA
Warganet Geram Dengar Kicauan Ruhut soal Batalnya Kepulangan Habib Rizieq
Rabu, 21 Februari 2018 - 16:10 wib
SIDANG PERCERAIAN
Kubu Ahok Bawa CD untuk Buktikan Perselingkuhan Veronica
Rabu, 21 Februari 2018 - 16:05 wib
DALAM ACARA MAKAN MALAM BERSAMA
Megawati dan Jokowi Bertemu di Batu Tulis, Bahas Apa?
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:55 wib
TAK PERLU DIHUKUM PENJARA
Dhawiya Memang Pengguna Narkoba, Kuasa Hukum Sarankan Rehabilitasi
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:45 wib
DATANG KE BANDARA SOETTA
Pendukung Tak Kecewa meski Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:35 wib
TERJADI DI BEBERAPA DAERAH
Tak Ingin Ada Hoax, MUI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Ulama
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:15 wib

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras
Rabu, 21 Februari 2018 - 13:02 wib

Proyek Jalan Layang-Jembatan Dihentikan Sementara
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:40 wib
8 Hari Kejar Kapal Pembawa Narkoba
Sabu 1,6 Ton Dikemas dalam 81 Karung
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:32 wib
Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta

Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:59 wib
Cari Berita
Advertorial Terbaru
Pembibitan Kakao Jelang Peremajaan Sawit di Tapung

Rabu, 21 Februari 2018 - 10:56 WIB

Mentan Minta Anggaran Pertanian fokus ke Sektor Produksi
Manggala Agni Terluka, Ini Pesan Khusus Menteri LHK

Senin, 19 Februari 2018 - 10:55 WIB

 Lingga Membalikkan Mitos Lama menjadi Lumbung  Padi dan Jagung di Perbatasan.
Lingga Membalikkan Mitos Lama menjadi Lumbung  Padi dan Jagung di Perbatasan
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us