Wonderful Indonesia
BERRJUMLAH RATUSAN RIBU
Situs Berdomain "Edu" Berisi Konten Negatif, Ini Langkah Kemenkominfo
Selasa, 06 Februari 2018 - 18:30 WIB > Dibaca 474 kali Print | Komentar
Situs Berdomain "Edu" Berisi Konten Negatif, Ini Langkah Kemenkominfo
Menkominfo Rudiantara. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Upaya pemberantasan situs-situs terlarang seperti pornografi, kekerasan anak, dan sebagainya terus dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Menurut Menteri Kominfo, Rudiantara, saat ini telah terdata sebanyak ratusan ribu situs yang terindikasi bermuatan negatif. Adapun seluruh situs itu sudah masuk daftar waitlist untuk dilakukan penindakan.

"Kominfo sampai saat ini menyediakan 289 ribu situs yang dianggap positif, kami kan ada yang blacklist, waitlist sudah 289 ribu," katanya di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).

Diketahui, angka itu terbilang sangat tinggi. Di sisi lain, ada fakta mencengangkan, yakni mayoritas situs tersebut berdomain (dot) edu yang berupakan domain situs pendidikan. Tentu, hal itu sangat meresahkan bagi dunia pendidikan di Indonesia.

"Dan ini kebanyakan belakangnya (dot) edu artinya untuk diakses oleh pendidikan khususnya anak," jelasnya.

Guna memberantas situ-situs negatif ini Kemkominfo menerapkan pendekatan sistem hulu dan hilir. Sistem itu bekerja dari awal penyaringan situs bermasalah hingga tahap pemblokiran.

Akan tetapi, dia menilai agar langkah itu berjalan baik harus turut dibantu oleh semua pihak seperti orangtua, guru, hingga aparat penegak hukum. Dijelaskannya, pemberantasan situs-situs negatif lebih mudah dilakukan.

Itu karena, sambungnya, kementeriannya memiliki alat untuk mensortirnya. Akan tetapi, masalah muncul saat konten tak layak tayang muncul di media sosial (medsos). Menurutnya, pembersihan konten itu sedikit memakan waktu.

Sebab, harus terlebih dahulu berkordinasi dengan pemilik platform jejaring sosialnya.

"Kalau di situs lebih mudah karena kami punya mesin pengais konten saat ini jadi keywoard-nya tinggal dimasukkan, misalkan anak-anak seks, itu keluar semua dan kami langsung lakukan pemblokiran," terangnya.

"Kalau melalui medsos ini kami harus bekerja sama dengan sistem penyelenggara elektronik platform apakah itu Facebook, Twitter, dan lain sebagainya itu mekanismenya," tuntasnya. (sat)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
MUI PERTANYAKAN KE POLISI
Apa Iya Penyerang para Ulama adalah Orang Gila?
Kamis, 22 Februari 2018 - 01:16 wib
POLISI PATROLI DI DUNIA MAYA
Hati-hati Bermedia Sosial, Belasan Tersangka sudah Ditangkap
Kamis, 22 Februari 2018 - 00:25 wib

Gitaris Slank Proses Cerai, Mediasi Gagal
Kamis, 22 Februari 2018 - 00:02 wib
MASIH BERADA DI SAUDI
Terkuak! Ini Alasan Habib Rizieq Batal Pulang Hari Ini
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:55 wib
SEDANG DIINCAR POLISI
Maudy Koesnaedi Bantah Dirinya Artis Inisial MK Terkait Kasus Narkoba
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:45 wib
GELAR BAKTI SOSIAL DONOR DARAH
HUT Ke-61, Astra Tetap Tumbuh dan Gesit
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:36 wib
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Kata KPK, Dokter yang Tangani Novanto di RS Permata Hijau Segera Disidang
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:30 wib
DITERIMA MA
Ahok Ajukan PK Kasus Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Sedih
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:15 wib
Cari Berita
Teknologi Terbaru
Siapkan Kamera Mirrorless Spesialis Video

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:52 WIB

Aplikasi Email versi Ringan untuk Android Murah

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:49 WIB

Desain Xiaomi Redmi Note 5 Pro Mirip iPhone X

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:45 WIB

Polisi Cina Dibekali Kacamata Berteknologi Tinggi

Minggu, 11 Februari 2018 - 12:00 WIB

Jepang Bikin Saingan Uber, Toyota Jadi Tamengnya

Minggu, 11 Februari 2018 - 11:52 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us