Wonderful Indonesia
Gaji Honorer Disesuaikan Juknis BOS
Selasa, 06 Februari 2018 - 11:20 WIB > Dibaca 1502 kali Print | Komentar
Gaji Honorer Disesuaikan Juknis BOS
Muzailis, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.
Berita Terkait





PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pembayaran gaji guru honorer pada sekolah negeri ataupun swasta  harus disesuakan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 tahun 2017, tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah (Juknis BOS). Apalagi dalam juknis tersebut pembayaran gaji honorer disesuaikan dengan status sekolah.

Untuk sekolah negeri atau yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, pembayaran gaji guru honorer bisa menggunakan dana BOS hingga 15 persen dari ke­seluruhan yang diterima sekolah. Sedangkan untuk sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat atau sekolah swasta bisa menggunakan dana BOS hingga 50 persen untuk pembayaran gaji.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Muzailis kepada Riau Pos, Senin (5/2). Menurutnya sejauh penggunaan untuk biaya gaji guru honorer disesuaikan dari penerimaan dana BOS, maka hal tersebut diperbolehkan.

“Biaya gaji guru honorer memang boleh menggunakan dana BOS, maksimal 15 persen untuk sekolah negeri dan 50 persen untuk sekolah swasta. Pembayaran gaji ini tidak hanya sekadar untuk guru atau tenaga kependidikan semata, tetapi juga berlaku untuk tenaga nonkependidikan,” jelas Muzailis.

Di sisi lain, pembatasan pembayaran gaji tenaga honorer pada sekolah negeri sudah dilakukan. Hanya saja, banyaknya guru honorer pada sebuah sekolah membuat nominal gaji pada sekolah yang satu dengan sekolah lainnya tidak merata. Bahkan jika ada penambahan guru honorer untuk mengisi kekosongan guru yang memasuki masa pensiun, maka bisa saja gaji guru lainnya ikut terpotong.

Hal ini diungkapkan Kepala SMP Negeri 4 Pekanbaru Ridwan. Menurutnya pembatasan gaji honorer maksimal 15 persen membuat dilema guru PNS. Apalagi menurutnya di Pekanbaru pada SD dan SMP mengalami kekurangan guru negeri sebanyak lebih kurang 1.000 guru.

“Kita sudah berupaya membayar gaji dengan batasan maksimal 15 persen dan dibagi untuk guru, penjaga sekolah dan tenaga non ependidikan lainnya. Namun karena ada beberapa guru yang akan pensiun tentu menjadi dilema, terpaksa ada penambahan guru honorer. Nah gajinya itu tentu terpaksa disesuaikan dengan jumlah yang bisa dibagikan,” jelasnya.(luk)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
MUI PERTANYAKAN KE POLISI
Apa Iya Penyerang para Ulama adalah Orang Gila?
Kamis, 22 Februari 2018 - 01:16 wib
POLISI PATROLI DI DUNIA MAYA
Hati-hati Bermedia Sosial, Belasan Tersangka sudah Ditangkap
Kamis, 22 Februari 2018 - 00:25 wib

Gitaris Slank Proses Cerai, Mediasi Gagal
Kamis, 22 Februari 2018 - 00:02 wib
MASIH BERADA DI SAUDI
Terkuak! Ini Alasan Habib Rizieq Batal Pulang Hari Ini
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:55 wib
SEDANG DIINCAR POLISI
Maudy Koesnaedi Bantah Dirinya Artis Inisial MK Terkait Kasus Narkoba
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:45 wib
GELAR BAKTI SOSIAL DONOR DARAH
HUT Ke-61, Astra Tetap Tumbuh dan Gesit
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:36 wib
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Kata KPK, Dokter yang Tangani Novanto di RS Permata Hijau Segera Disidang
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:30 wib
DITERIMA MA
Ahok Ajukan PK Kasus Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Sedih
Kamis, 21 Februari 2018 - 20:15 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
Univrab Tuan Rumah Workshop Penulisan Jurnal Bereputasi Scopus dan ISI
Outdoor Class, SD Cendana Duri Belajar ke Riau Pos

Rabu, 21 Februari 2018 - 10:00 WIB

Berekspresi Lewat Musikalisasi Puisi

Minggu, 18 Februari 2018 - 13:13 WIB

SMKN 7 Komit Gali Potensi Siswa

Minggu, 18 Februari 2018 - 12:28 WIB

Mahasiswa Harus Ikut Membantu Memberantas Berita Bohong
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us