Wonderful Indonesia
Melihat Kondisi Pujasera di Jalan Arifin Achmad yang “Tak Bertuan”
Bangunan Rusak dan Rumput Semakin Meninggi
Selasa, 06 Februari 2018 - 10:18 WIB > Dibaca 733 kali Print | Komentar
Bangunan Rusak dan Rumput Semakin Meninggi
MEMPRIHATINKAN: Kondisi bangunan dan tenda kerucut di Pujasera Jalan Arifin Achmad yang memprihatinkan. Foto diambil beberapa waktu lalu.(FOTODOK RIAUPOS)
Berita Terkait





Kondisi Pusat Jajanan Selera Rakyat (Pujasera) yang berlokasi di Jalan Arifin Achmad sangat memprihatinkan bahkan bisa disebut tak bertuan. Bukan itu saja, di sekeliling bangunan kini juga sudah ditumbuhi rumput yang mulai meninggi.
     
RIAUPOS.CO - Berdasarkan pantauan yang Riau Pos di lokasi Senin, (5/2), beberapa fasilitas yang sudah ada sebelumnya juga terlihat rusak. Bukan itu saja, di sekeliling bangunan, sudah mulai ditumbuhi rumput yang meninggi.  Ditambah  dengan semrawutnya kabel- kabel,  berikut meteran listrik yang sudah tidak terpasang semestinya. Sedangkan pada fasilitas bangunan lain seperti plafon dan atap bangunan hampir semua berantakan dan rusak.

Menurut Ida, wanita setengah baya yang kebetulan berada diarea lokasi menjelaskan, kondisi rusaknya bangunan dan tidak terawat sudah terjadi lama. Sejak satu persatu pedagang yang ada sebelumnya meninggalkan lokasi. Sehingga sekarang lokasi sepi dari penghuni.

 “Sudah ditinggal lama, wajarlah kotor dan tidak tertata lagi. Puluhan tenda kerucut hibah dari pemerintah pusat tersebut tidak berguna dan lambat laun hancur akibat cuaca panas dan hujan. Jangankan mengundang minat calon pedagang yang baru, justru yang sudah pernah menempati berdagang pun pergi mencari lokasi lain” kata Ida.

Kepala Bagian Ekonomi Pemko Pekanbaru Mas Irba H Sulaiman dikonfirmasi mengatakan, hak pengelolaan yang diberikan Pemprov Riau ke Pemko Pekanbaru sudah tidak diperpanjang lagi dan sudah disampaikan secara lisan. Untuk pengelolaan pujasera akan dilakukan pihak Pemprov Riau. “Karena itu pemko masih menunggu surat resmi dari Pemprov Riau yang menyatakan untuk hak pengelolaan sudah tidak diperpanjang lagi, biar jelas,” singkat Irba.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Riau Saiman Pakpahan, angkat bicara terkait persoalan itu. Kata dia, masalah ini yang dipertaruhkan adalah kerja sama antar lembaga pemko dan pemprov karena dua pemerintah berada di kota yang sama. Jadi kebijakan dan keputusan yang diambil harus berangkat dari kepentingan masyarakat.

“ Yang saya tangkap dari masalah ini adalah komunikasi dan koordinasi antara dua lembaga ini tak jalan. Seharusnya aset sudah ada bisa dimanfaatkan, tapi ini tidak, malah mubazir dan terbengkalai. Kalau objek atau aset ini tidak berada di Pekanbaru tak masalah didiamkan. Tapi ini kan di kota kita yang menjadi wilayah administrasi wali kota, jadi komunikasi yang baik dengan  pemprov lakukanlah,” kata Saiman.  

Kalau memang seandainya masalah ini tidak dikerjakan pihak pemprov, setidaknya kata Saiman, wako harus punya progres untuk menginisiasi pertemuan-pertemuan membahasnya. Artinya, ada inisiatif yang dilakukan. Sebab kalau Pemko Pekanbaru hanya berwacana di media persoalan tidak akan selesai.

“Harus adalah usaha kongkrit dari pemko untuk masalah ini. Begitu juga dengan pemprov harus berpikir untuk memanfaatkan aset yang sudah ada. Ini harus diperjuangkan kalau tidak rakyat tidak akan dimenangkan,” tegas Saiman.

Sebelumnya Wako Pekanbaru, Firdaus pernah menyebutkan untuk persoalan tersebut pernah mengatakan, siapapun nanti yang akan mengelola pujasera di Jalan Arifin Achmad tidaklah menjadi masalah baginya. Yang terpenting akses potensial yang berada di lokasi strategis tersebut, jangan dibiarkan menganggur seperti sekarang ini.

“Dulunya mengenai hak pengelolaan pujasera itu diberikan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, melalui Koperasi Bambu Kuning, tapi sekarang masa kontrak sudah berakhir. Kita waktu itu juga sudah meminta untuk memperpanjangnya kepada pihak Provinsi Riau, namun informasi yang didapatkan dari Plt Gubri ArsyadJuliandi Rachman waktu itu mengatakan, pujasera itu akan dikelola dan dioperasikan langsung oleh pihak Provinsi Riau. Namun hingga sekarang belum terlihat adanya aktivitas dilokasi itu,” kata Firdaus.(lin)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Oktober, Pasar Induk Difungsikan

Oktober, Pasar Induk Difungsikan
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:45 wib
Bebani Operasional Angkot
Organda Protes Pajak Pertalite
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:37 wib

Masyarakat Pertanyakan Proyek PDAM Duri
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:27 wib
Alamaaak!
Resleting Celana Terbuka
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:18 wib
Komunitas Lingkungan Suarakan Pemilahan Sampah

Komunitas Lingkungan Suarakan Pemilahan Sampah
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:16 wib
Pembangunan Puskesmas Terganjal Lahan

Pembangunan Puskesmas Terganjal Lahan
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:08 wib

Gakumdu Proses Dugaan Kelalaian KPU
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:07 wib

Lelang APK Harus Diawasi
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:03 wib

Harga Cabai Capai Rp55 per Kg
Selasa, 20 Februari 2018 - 12:01 wib
Meriahnya Festival Perang Air di Selatpanjang
Hotel Terisi Penuh, Disaksikan 21.000 Wisatawan
Selasa, 20 Februari 2018 - 11:59 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Membuang Asam, Menjaga Payau

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:25 WIB

Negeri yang Tak Pernah Disentuh Ban Mobil

Minggu, 04 Februari 2018 - 12:16 WIB

KTP-el Dibuatkan, Lahan Diperjuangkan

Sabtu, 03 Februari 2018 - 11:51 WIB

Relokasi 5.000 Jiwa atau Lepaskan Status Lahan

Jumat, 02 Februari 2018 - 15:57 WIB

Lahirkan Generasi Berprestasi dari Tanah Terlarang

Kamis, 01 Februari 2018 - 12:56 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us