Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Riau >>
Komitmen Dilanggar, Pecah Kongsi
Senin, 05 Februari 2018 - 14:00 WIB > Dibaca 1644 kali Print | Komentar
Komitmen Dilanggar, Pecah Kongsi
Bupati dan Wakil Bupati Kuantan Singingi.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Perseteruan antara Bupati Kuantan Singingi (Kuan­sing) H Mursini dan wakilnya H Halim, harusnya menjadi pelajaran bagi masyarakat Riau. Halim dengan gamblang membongkar persoalan utang pilkada setelah antara keduanya merasa tidak nyaman berjalan seiring. Persoalan utang, sebetulnya bisa diselesaikan secara baik-baik. Tapi karena Halim merasa ditinggal.

Dalam setiap pengambilan kebijakan dan keputusan, ia merasa tidak dianggap. Lalu kesal, dan membongkar kenangan masa lalu sebelum keduanya berjalan bersama. Termasuk persoalan utang piutang pilkada.         
                        
Pengamat Politik Riau Saiman Pakpahan mengungkap fakta mengapa kasus Mursini-Halim dan persoalan serupa banyak terjadi di kalangan pemimpin Riau. Sebetulnya, fenomena politik seperti itu juga hampir terjadi di berbagai kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia. Mengapa ini bisa terjadi? Salah satunya karena konsensus atau kesepakatan yang dijalin sebelum keduanya terpilih, diingkari setelah keduanya duduk dan berjalan bersama untuk beberapa waktu.

“Awalnya ada konsensus, lalu terjadi desiasi atau tidak sesuai kesepakatan karena salah satu dari keduanya ingkar. Lalu, banyak hal muncul ke permukaan karena tidak tahan memendam setelah merasa ditinggalkan. Inilah yang terjadi dalam kasus Mursini dan Halim. Pecah kongsi. Persoalannya bukan dalam pemerintahan atau pembagian tugas atau terlibat atau tidaknya dalam mengambil suatu keputusan, karena tugas masing-masing sudah diatur negara. Ada aturannya. Jelas. Persoalannya ya karena utang pilkada. Padahal mereka ini ‘kawin’ atas kesepakatan berdua. Bukan dipaksa ‘kawin’ oleh partainya. Bagaimana kalau pasangan yang ‘dikawinkan’ oleh partai dan menjadi pemimpin, tentu bisa lebih tak sejalan,’’ ungkap Saiman.

Keharmonisan pemimpin dan wakilnya, berdampak pada lembaga atau pemerintahan yang dipimpinnya. Di Riau, tidak hanya bupati saja, gubernur Riau juga pernah seperti itu.

“Tidak hanya Bupati dan Wakil Bupati Kuansing, Gubernur Rusli Zainal dan wakilnya Mambang Mit juga pernah pecah kongsi. Mambang selalu merasa ditinggalkan. Wakil memang selalu menjadi ban serap. Ini bukan rahasia. Masyarakat tahu itu. Di antara banyak kasus, Kuansing memang paling mencolok. Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan wakilnya juga begitu. Bupati dan wakil Bupati Rohul juga sama,’’ kata Saiman lagi.

Menjadi bupati dan wakil bupati atau gubernur dan wakil gubernur memang persoalan kepemimpinan, pemerintahan. Sudah diatur undang-undang. Tapi tetap tidak lepas dari persoalan politik karena keduanya menjadi pemimpin memang berangkat dari partai politik. Dalam perjalanan kepemimpinan, selalu diagungkan bagaimana menjadi pemimpin yang netral dan bersih dari KKN. Kenyataannya, selalu ada orang si A, orang si B dan orang si C. Ada orang bupati, orang wakil bupati dan orang sekda. Berkelompok-kelompok yang berkait erat dengan proses yang terjadi saat pilkada sebelumnya.

“Kenapa ini terjadi, karena persoalan konsensus atau kesepakatan yang seharusnya mereka sepakati setelah jadi pemimpin, tapi tidak disepakati. Seharusnya mereka konsisten. Mereka paket yang dipilih rakyat. Aneh kalau wakil bupati  mundur, lalu ditunjuk yang lain. Tidak sesuai dengan amanah rakyat. Sebagai negarawan, utamakan itu. Keluarkan kepentingan individu. Kalau terjadi konflik, selesaikan di belakang. Mereka harus paham bagaimana menjadi pemimpin yang amanah. Kalau berseteru, tidak amanah, kasihan rakyat,’’ beber Saiman.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
MESIN MATI SAAT DI UDARA
Pesawat yang Dipiloti Gubernur Aceh Mendarat Darurat
Minggu, 18 Februari 2018 - 07:17 wib
PILPRES 2019
Siap-siap! Sosok Cawapres Jokowi Akan Diumumkan dalam Agenda PDIP Ini
Minggu, 17 Februari 2018 - 21:00 wib

Bhabinkamtibmas Bentuk Komunitas Anti Narkoba
Minggu, 17 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT PENGHINAAN TERHADAP DPR
Pengusul Pasal "Kontroversial" di UU MD3 Masih Misteri, Kata PPP...
Minggu, 17 Februari 2018 - 20:30 wib
HASIL VERIFIKASI RESMI DIRILIS
Tegas! PBB Akan Gunakan Cara Ini Lawan KPU demi Lolos Pemilu 2019
Minggu, 17 Februari 2018 - 20:00 wib
SEPAKBOLA INDONESIA
Hajar PSMS Medan, Sriwijaya FC Raih Tempat Ketiga di Piala Presiden
Minggu, 17 Februari 2018 - 19:35 wib
VERIFIKASI PEMILU 2019
Ajukan Gugatan ke Bawaslu, PKPI: Kesimpulan KPU Tidak Tepat
Minggu, 17 Februari 2018 - 19:30 wib
TERKAIT KASUS NARKOBA
Ternyata, Elvi Sukaesih Saksikan Penggerebekan terhadap Anak-anaknya
Minggu, 17 Februari 2018 - 19:00 wib
KASUS NARKOBA
Dhawiya Ditangkap, Rumah Elvi Sukaesih Ternyata Sudah Tiga Kali Digerebek
Minggu, 17 Februari 2018 - 18:45 wib
SUDAH DITETAPKAN TERSANGKA
Kelabui Orang, Inilah Tempat Anak Elvi Sukaesih Simpan Sabu
Minggu, 17 Februari 2018 - 18:30 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Bhabinkamtibmas Bentuk Komunitas Anti Narkoba

Sabtu, 17 Februari 2018 - 20:50 WIB

Dermaga Pelindo Jadi Objek Wisata Alternatif

Sabtu, 17 Februari 2018 - 12:29 WIB

Muatan CPO Tumpah ke Jalan

Sabtu, 17 Februari 2018 - 12:26 WIB

Jamin UNBK Berjalan Lancar

Sabtu, 17 Februari 2018 - 12:04 WIB

Overstay, Dua WNA Dideportasi

Sabtu, 17 Februari 2018 - 11:59 WIB

Advertorial KAB ROHIL
Advertorial DPRD ROHIL
Sagang Online
loading...
Follow Us