Wonderful Indonesia
Melihat Kondisi Pelosok Kampar
Negeri yang Tak Pernah Disentuh Ban Mobil
Minggu, 04 Februari 2018 - 12:16 WIB > Dibaca 12635 kali Print | Komentar
Negeri yang Tak Pernah Disentuh Ban Mobil
MENITI TALI: Seorang anak di Desa Pangkalan Serai meniti tali untuk menyeberangi anak sungai di desa itu, belum lama ini.(SARIDAL MAIJAR/RIAU POS)
Desa Pangkalan Serai namanya. Letaknya di pelosok Kabupaten Kampar, Riau. Di sini tak ada sinyal untuk telepon seluler dan tak ada jalan aspal menuju desa ini. Yang ada hanya jalur sungai dan jalan setapak baru ditemukan saat tiba di desa ini sehingga negeri ini tak pernah ditempuh mobil dan sepeda motor.

KAMPAR KIRI HULU (RIAUPOS.CO)-Di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Desa Pangkalan Serai ini berada. Paling ujung bagian barat kecamatan. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Daerah ini cukup jauh dari pusat pemerintahan. Untuk sampai ke desa ini, dari Bangkinang Kota sebagai pusat pemerintahan Kampar, akan memakan waktu sekitar 7 jam.

Riau Pos mendatangi desa ini pada akhir 2017 lalu. Saat sampai di Desa Gema, mobil atau sepeda motor tak bisa lewat lagi. Sebab, untuk mencapai Desa Pangkalan Serai, harus menggunakan perahu. Tak ada jalan darat ke sana. Harus mengarungi Sungai Subayang.

Ada dua jenis perahu mesin yang biasa digunakan warga. Perahu kecil dinamai warga robin, dan perahu ukuran besar selalu disebut warga setempat dengan istilah jhonson. Kalau ke Pangkalan Serai, ongkosnya Rp50 ribu per orang.

Untuk mencapai Desa Pangkalan Serai, ada beberapa desa yang dilalui. Mulai dari Desa Muaro Bio, Batu Sanggan, Tanjung Beringin, Gajah Bertelut, Aur Kuning, Tarusan, Subayang Jaya dan yang paling ujung Desa Pangkalan Serai. Perjalanan dengan perahu ini, akan memakan waktu empat jam.

Ketika sampai di Pangkalan Serai, terlihat sebuah jembatan gantung berwarna kuning yang melintang di atas sungai. Ini jadi penghubung antara dua dusun di desa ini. Terlihat seorang lelaki paruh baya melintasi jembatan itu.

Musbar (48) nama pria itu. Dia terlihat membawa peralatan penyadap karet, yang disandangnya dalam tas lusuh. Di pinggangnya, diikatkan parang yang dibungkus sarungnya. Dia terus berjalan menuju kampung di siang yang terik pada pertengahan November 2017 itu. Mukanya berkerut. Kepalanya menunduk, hanya fokus melihat jalan. Tampaknya Musbar kurang bersemangat.

Ternyata, dia sedang bersedih, sebab pohon karet miliknya, tak bisa disadap secara keseluruhan. “Semalam hujan. Jadi tidak bisa kami potong (sadap, red) semuanya. Masih basah,” kata Musbar.

Ucapan itu, membuatnya berhenti berjalan. Duduk di sebuah teras rumah warga. Barang-barang yang dibawanya dilepas. Sepertinya, dia belum puas bicara. Dengan wajah masih menunduk, dia kembali bersuara. “Apalagi sekarang harga karet murah. Paling-paling  Rp4.500 per kilogram,” katanya.

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
KHAWATIR ADA KERICUHAN DI BANDARA
Warganet Geram Dengar Kicauan Ruhut soal Batalnya Kepulangan Habib Rizieq
Rabu, 21 Februari 2018 - 16:10 wib
SIDANG PERCERAIAN
Kubu Ahok Bawa CD untuk Buktikan Perselingkuhan Veronica
Rabu, 21 Februari 2018 - 16:05 wib
DALAM ACARA MAKAN MALAM BERSAMA
Megawati dan Jokowi Bertemu di Batu Tulis, Bahas Apa?
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:55 wib
TAK PERLU DIHUKUM PENJARA
Dhawiya Memang Pengguna Narkoba, Kuasa Hukum Sarankan Rehabilitasi
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:45 wib
DATANG KE BANDARA SOETTA
Pendukung Tak Kecewa meski Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:35 wib
TERJADI DI BEBERAPA DAERAH
Tak Ingin Ada Hoax, MUI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Ulama
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:15 wib

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras
Rabu, 21 Februari 2018 - 13:02 wib

Proyek Jalan Layang-Jembatan Dihentikan Sementara
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:40 wib
8 Hari Kejar Kapal Pembawa Narkoba
Sabu 1,6 Ton Dikemas dalam 81 Karung
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:32 wib
Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta

Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:59 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Membuang Asam, Menjaga Payau

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:25 WIB

Bangunan Rusak dan Rumput Semakin Meninggi

Selasa, 06 Februari 2018 - 10:18 WIB

KTP-el Dibuatkan, Lahan Diperjuangkan

Sabtu, 03 Februari 2018 - 11:51 WIB

Relokasi 5.000 Jiwa atau Lepaskan Status Lahan

Jumat, 02 Februari 2018 - 15:57 WIB

Lahirkan Generasi Berprestasi dari Tanah Terlarang

Kamis, 01 Februari 2018 - 12:56 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us