Wonderful Indonesia
Dilema Dusun Toro Jaya di Taman Nasional Tesso Nilo (3)
Relokasi 5.000 Jiwa atau Lepaskan Status Lahan
Jumat, 02 Februari 2018 - 15:57 WIB > Dibaca 1134 kali Print | Komentar
Relokasi 5.000 Jiwa atau Lepaskan Status Lahan
KEBUN SAWIT: Wartawan Riau Pos Sahridal Maijar menunjuk hamparan kebun sawit di Dusun Toro Jaya, beberapa waktu lalu.(MONANG LUBIS/RIAU POS)
Berita Terkait





Nasi sudah menjadi bubur. Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), telanjur menjadi perkampungan. Pertumbuhan penduduk meningkat tajam. Kini tinggal dua pilihan, lepaskan status lahan, atau relokasi warga.

PELALAWAN (RIAUPOS.CO)-Dusun Toro Jaya ini sudah ditempati warga sejak 2000-an. Kehidupan terus berkembang. Kebun sawit dan kebun karet mulai tumbuh dan berkembang. Melihat kondisi Toro Jaya yang menjanjikan untuk lahan perkebunan, semakin ramai pula warga berdatangan. Rata-rata datang dari Sumatera Utara.

Hingga kini sudah ada 5.000 jiwa lebih dari 1.100 KK yang menetap di sana.

Sistem pemerintahannya juga sudah tersusun rapi. Di dusun itu saja, terdiri dari 17 RT dan 3 RW. Masing-masing RT dan RW sudah ditunjuk ketuanya. Oleh karena itu, Kepala Dusun Toro Jaya Suryadi berharap betul kalau lahan yang sudah telanjur mereka garap, dilepaskan dari status taman nasional. “Kami ingin ini dibebaskan. Cukup yang sudah tergarap saja. Kami tak akan tambah lagi,” harapnya.

Status taman nasional yang menjadikan tempat warga bermukim, tak bisa dibangun dengan uang negara. Dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tak boleh digunakan untuk membangun fisik, selama status taman nasional belum dilepas.

Di sisi lain, dengan jumlah penduduk yang sudah banyak, perlu didukung dengan berbagai fasilitas. Namun, warga tak tinggal diam. Keperluan itu muncul seiring dengan tumbuh kembangnya kehidupan manusia. Inisiatif dilakukan warga. Bergotong royong untuk mengadakan fasilitas yang diperlukan.

“Di sini semuanya swadaya,” ujar Suryadi.

Sebut saja akses jalan. Meski di dusun itu tak ditemui sejengkal pun jalan aspal, namun jalan tanah dibuat warga secara bersama-sama dengan sederhana. Jalan utama hingga gang. Beberapa ruas jalan menuju rumah warga bahkan sudah diberi nama. Ada yang namanya Jalan Semangka, Jalan M, dan berbagai nama lainnya. Sudah seperti kompleks perumahan di kota-kota saja.

Jembatan juga dibangun, meski terbuat dari kayu. Dananya dari sumbangan warga.

“Untuk pembangunan fisik, kami kumpulkan uang Rp50 per kg hasil panen sawit warga. Ada tim yang mengumpulkannya. Kemarin terkumpul Rp70 juta untuk membangun jembatan,” kata kepala dusun.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
KHAWATIR ADA KERICUHAN DI BANDARA
Warganet Geram Dengar Kicauan Ruhut soal Batalnya Kepulangan Habib Rizieq
Rabu, 21 Februari 2018 - 16:10 wib
SIDANG PERCERAIAN
Kubu Ahok Bawa CD untuk Buktikan Perselingkuhan Veronica
Rabu, 21 Februari 2018 - 16:05 wib
DALAM ACARA MAKAN MALAM BERSAMA
Megawati dan Jokowi Bertemu di Batu Tulis, Bahas Apa?
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:55 wib
TAK PERLU DIHUKUM PENJARA
Dhawiya Memang Pengguna Narkoba, Kuasa Hukum Sarankan Rehabilitasi
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:45 wib
DATANG KE BANDARA SOETTA
Pendukung Tak Kecewa meski Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:35 wib
TERJADI DI BEBERAPA DAERAH
Tak Ingin Ada Hoax, MUI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Ulama
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:15 wib

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras
Rabu, 21 Februari 2018 - 13:02 wib

Proyek Jalan Layang-Jembatan Dihentikan Sementara
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:40 wib
8 Hari Kejar Kapal Pembawa Narkoba
Sabu 1,6 Ton Dikemas dalam 81 Karung
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:32 wib
Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta

Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:59 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Membuang Asam, Menjaga Payau

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:25 WIB

Bangunan Rusak dan Rumput Semakin Meninggi

Selasa, 06 Februari 2018 - 10:18 WIB

Negeri yang Tak Pernah Disentuh Ban Mobil

Minggu, 04 Februari 2018 - 12:16 WIB

KTP-el Dibuatkan, Lahan Diperjuangkan

Sabtu, 03 Februari 2018 - 11:51 WIB

Lahirkan Generasi Berprestasi dari Tanah Terlarang

Kamis, 01 Februari 2018 - 12:56 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us