Wonderful Indonesia
Gubri Fokus Bangun Pesisir untuk Kesejahteraan Masyarakat
Kamis, 01 Februari 2018 - 13:06 WIB > Dibaca 622 kali Print | Komentar
Gubri Fokus Bangun Pesisir untuk Kesejahteraan Masyarakat
SIMBOLIS: Gubri H Arsyadjuliandi Rachman (dua kiri) didampingi Kepala DKP Riau Herman Mahmud secara simbolis memberikan kunci kapal ukuran 5 GT kepada masyarakat di Kepulauan Meranti, beberapa waktu lalu.(HUMAS PEMPROV RIAU)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Memiliki laut yang luas, empat sungai besar dan garis pantai terpanjang di Sumatera, Riau punya modal besar untuk pengembangan sektor perikanan. Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman menangkap ini sebagai peluang. Melalui berbagai program kerjanya, realisasi diwujudkan dengan fokus membangun wilayah pesisir untuk kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data statistik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Riau, potensi perikanan dan kelautan di Bumi Lancang Kuning tercatat mampu memproduksi ikan 132 ribu  ton per tahun. Ini ditambah lagi dengan potensi perikanan air tawar yang meliputi potensi budi daya kolam mencapai hingga 14 ribu  ton per tahun.

Gubri memaparkan, potensi pasar untuk bidang perikanan dan kelautan saat ini terbuka lebar. Sekarang ini hanya tergantung pada kemauan dan keseriusan sumber daya manusianya untuk mengembangkan. ‘’Letak Riau sangat strategis dan menguntungkan serta terdapat banyak peluang yang dapat dimanfaatkan secara optimal dan maksimal. Terutama dalam pengembangan sektor perikanan dan kelautan,’’ ujar Andi Rachman (sapaan akrab Gubri).

Dijelaskannya, Riau memiliki luas pantai mencapai 2.000 km lebih dan rata-rata memiliki kondisi perairan dan tipe pantai yang sama karena berasal dari Selat Malaka. Kondisi ini harus dimanfaatkan untuk mengelola potensi perikanan dan kelautan yang ada di Riau.

‘’Karena jika kita tidak mampu mengelolanya, maka pihak lain akan datang dan mengambil peluang yang seharusnya dapat dimanfaatkan ini,’’ tegasnya.

Hal ini pernah pula disampaikan Gubri saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pembangunan Kelautan dan Perikanan Riau Tahun 2019, akhir tahun lalu. Didampingi Kepala DKP Riau Herman Mahmud di hadapan perwakilan seluruh DKP se-Riau, Andi meminta adanya penyamaan persepsi untuk membangun sektor tersebut ke depannya. ‘’Tahun 2018 Pemprov Riau sepakat menggarap garis pantai di pesisir Riau. Potensi sektor perikanan dan kelautan ini dapat dimaksimalkan. Kalau tidak mau bersinergi kita rugi. Karena kita tidak bisa terlena dengan perkebunan dan migas yang selama ini menjadi andalan. Kita sadar harus menggarap sektor lainnya untuk mendorong perekonomian,’’ ujarnya.

Komitmen Pemprov Riau untuk menggarap potensi itu pun tidak main-main. Gubri mengatakan, Pemprov Riau telah mempersiapkan sumber daya manusia dengan didirikannya Politeknik Kelautan dan Perikanan di Dumai yang merupakan bantuan dari kementerian terkait. ‘’Kami tidak main-main untuk menggarap sektor ini. Semua kementerian/lembaga yang ingin mendirikan peningkatan SDM terus kami tampung, dan kami yang membangun gedungnya,’’ urainya.

Begitu juga masalah infrastruktur, sebut Andi, Pemprov Riau terus menyiapkan dengan dibangun ruas jalan di daerah perbatasan dan wilayah pesisir. Misalnya di jalan darat ke Penipahan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan jalan lainnya.

‘’Artinya untuk infrastruktur kita ada, SDM kita punya. Tinggal kemauan kita saja untuk menggarap potensi ini. Tentu sinergi yang sangat diperlukan, saya juga sudah minta OPD di Pemprov Riau untuk sinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk menggarap sektor ini,’’ tambahnya.

Kepala DKP Riau Herman Mahmud memaparkan, arahan Gubri disambut pihaknya dengan berbagai program kerja yang bertujuan untuk pengembangan potensi pesisir yang sekaligus berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

‘’Tahun 2018, fokus kami pembangunan pesisir seusai arahan Pak Gubernur. Panjang pantai kita 2.486 km. Kami hari ini ditantang Pak Gubernur untuk bisa membangun. Pimpinan men-support pembangunan perikanan.(ali/adv)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TIDAK DI SEMUA TEMPAT
Wacana Polisi Jaga Rumah Ibadah, DPR: Di Daerah Tertentu Saja
Selasa, 19 Februari 2018 - 21:00 wib
TERLIBAT PROYEK BERBAU KORUPSI
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT RAPAT DI BANGGAR DPR
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:45 wib
TIDAK ADA RILIS RESMI
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:40 wib
BARANG RAMPASAN KASUS KORUPSI
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:35 wib
PILPRES 2019
Prabowo Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Reaksi Gerindra
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:20 wib
SUDAH DITERIMA MK
GNPF Ulama Hormati Pengajuan PK Ahok
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:10 wib
KASUS NARKOBA
Sedang Hamil saat Ditangkap, Menantu Elvi Sukaesih Dapat Perlakuan Khusus
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:00 wib
SEGERA PULANG KE INDONESIA
KPK: Jangan Sampai Novel Dua Kali Jadi Korban
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:45 wib
TERKAIT PENYERAHAN ASET KE NEGARA
Eksekusi Lahan DL Sitorus, KPK Pastikan Bantu KLHK
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Advertorial Terbaru
Manggala Agni Terluka, Ini Pesan Khusus Menteri LHK

Senin, 19 Februari 2018 - 10:55 WIB

 Lingga Membalikkan Mitos Lama menjadi Lumbung  Padi dan Jagung di Perbatasan.
Lingga Membalikkan Mitos Lama menjadi Lumbung  Padi dan Jagung di Perbatasan
Jajak Pendapat soal Wapres, Anies Baswedan di Bawah Ahok
Mentan : Sekarang ini Pertanian Zaman Now

Kamis, 15 Februari 2018 - 13:06 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini