Wonderful Indonesia
Penjualan Elpiji Sitaan Dikritik
Kamis, 01 Februari 2018 - 10:45 WIB > Dibaca 285 kali Print | Komentar
Penjualan Elpiji Sitaan Dikritik
Mas Irba H Sulaiman
Berita Terkait





KOTA (RIAUPOS.CO) -  Keputusan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru menjual elpiji subsidi 3 kilogram (kg) hasil sitaan kepada warga ternyata menuai kritikan. Langkah tersebut dinilai tidak tepat dan tidak memberikan efek jera kepada pelaku pelanggaran.

Sebagaimana diketahui, awal Januari DPP menyita sekitar 47 tabung elpiji ukuran 3 kg dari salah satu rumah makan di Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Tenayanraya.  Sebanyak 44 tabung yang msih berisi elpiji dijual kembali kepada masyarakat dengan harga Rp18 ribu per tabung, Selasa (30/1).

Langkah ini dinilai Kepala Bagian Ekonomi Setko Pelanbaru Mas Irba H Sulaiman tidak tepat. ‘’Saya belum terima laporan resminya. Tapi kalau melihat pemberitaan dari media, langkah menjual gas itu tidak tepat. Nantilah kalau sudah ada laporan tertulisnya dari DPP akan kami laporkan ke wali kota,” ujar Irba kepada Riau Pos, Rabu (31/1).

Menurutnya, DPP seharusnya memberikan sanksi yang lebih tegas kepada pelaku pelanggaran. Apalagi sudah ada UU Nomor 7/2014 tentang Perdagangan dan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Pekanbaru tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji Subsidi.

‘’Kalau berdasarkan peraturan dan perundang-undangan, pengecer elpiji bersubsidi bisa diancam hukuman pidana penjara,’’ sebutnya.

Selain itu ia juga menyoroti kebijakan DPP mengembalikan tabung elpiji kosong kepada pelaku pelanggaran. ‘’Seharusnya tabung itu disita untuk memberikan efek jera kepada pelaku pelanggaran,’’ kata Irba.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Riau (UR) Saiman Pakpahan juga ikut mengkritik langkah DPP menjual elpiji sitaan. Menurutnya, meski sanksi yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat, namun dalam konteks penegakan disiplin tidak tepat. Karena tidak mendidik dan hanya sebatas memberikan efek jera dengan kondisi itu saja.

“Sebenarnya pemerintah punya hak untuk melakukan atau membangun regulasi jelas dan tegas  terhadap persoalan itu. Memang bermanfaat bagi masyarakat kalau temuan gas dijual lagi ke masyarakat. Tapi secara penegakan disiplin tidak begitu. Karena sangat tidak mendidik. Pemerintah dalam konteks  ini kan sebagai regulator. Sekarang sudah jelas- jelas rumah makan dilarang menjual karena dia bukan pangkalan. Harusnya ditindak tegas. Kalau begini sangat tidak mendidik,” cetus Saiman, kemarin.

Menurutnya, pemerintah dalam hal itu DPP harus menjadikan temuan pelanggaran penjualan elpiji  ini sebagai pintu masuk untuk melacak gejala yang sama terhadap pelaku lain. Sehingga elpiji subsidi tidak dipakai masyarakat kelas menengah ke atas. Bukan malah memberikan efek jera hanya sebatas menjual kembali.

‘’Di sini pemilik modal dari rumah makan sudah bermain. Karena itu pemerintah harus mengintervensinya. Ketika persoalan ini sudah terdeteksi, DPP harus mencari persoalan berikutnya. Temuan yang ada harus jadi barang bukti dan dibawa ke jalur hukum. Karena ada permainan pemilik modal yang berdampak terhadap orang miskin yang sulit mendapatkan gas yang nyata-nyata memang diperuntukkan baginya,’’ kata Saiman.(tya)




Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SIDANG PERCERAIAN
Kubu Ahok Bawa CD untuk Buktikan Perselingkuhan Veronica
Rabu, 21 Februari 2018 - 16:05 wib
DALAM ACARA MAKAN MALAM BERSAMA
Megawati dan Jokowi Bertemu di Batu Tulis, Bahas Apa?
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:55 wib
TAK PERLU DIHUKUM PENJARA
Dhawiya Memang Pengguna Narkoba, Kuasa Hukum Sarankan Rehabilitasi
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:45 wib
DATANG KE BANDARA SOETTA
Pendukung Tak Kecewa meski Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:35 wib
BATAL PULANG KE INDONESIA
Polisi Imbau Pendukung Habib Rizieq Tinggalkan Bandara Soetta
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:25 wib

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras
Rabu, 21 Februari 2018 - 13:02 wib

Proyek Jalan Layang-Jembatan Dihentikan Sementara
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:40 wib
8 Hari Kejar Kapal Pembawa Narkoba
Sabu 1,6 Ton Dikemas dalam 81 Karung
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:32 wib
Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta

Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:59 wib
Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau

Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:57 wib
Cari Berita
Advertorial Terbaru
Pembibitan Kakao Jelang Peremajaan Sawit di Tapung

Rabu, 21 Februari 2018 - 10:56 WIB

Mentan Minta Anggaran Pertanian fokus ke Sektor Produksi
Manggala Agni Terluka, Ini Pesan Khusus Menteri LHK

Senin, 19 Februari 2018 - 10:55 WIB

 Lingga Membalikkan Mitos Lama menjadi Lumbung  Padi dan Jagung di Perbatasan.
Lingga Membalikkan Mitos Lama menjadi Lumbung  Padi dan Jagung di Perbatasan
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us