Wonderful Indonesia
Pansel Assessment Minta Bukti bukan Asumsi
Jumat, 26 Januari 2018 - 07:43 WIB > Dibaca 379 kali Print | Komentar
Pansel Assessment Minta Bukti bukan Asumsi
Ilyas Husti
KOTA (RIAUPOS.CO) - Munculnya isu sejumlah nama sudah ditentukan  akan menduduki posisi jabatan yang sedang dalam proses seleksi,  Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Assessment Pemko Pekanbaru, Dr Ilyas Husti MA tak terlalu merisaukannya.

Kepada Riau Pos, Kamis (25/1), Ilyas terlihat santai menanggapi isu tersebut. Menurutnya, asumsi berupa dugaan tersebut boleh-boleh saja, asal ada pembuktiannya.

“Dalam penelitian, asumsi itu boleh saja dan asumsi itulah yang diperlukan pembuktiannya. Nanti akan berubah menjadi hipotesis. Tapi dalam metode ilmiah, tidak semua orang yang mengerti dan memahami bagaimana kerjanya (tim pansel) sesuai dengan metodologi,” ujarnya.

Ditegaskan Ilyas, tim pansel assessment bekerja berdasarkan UU nomor 5/2014 dan Peraturan Pemerintah nomor 11/2017. Sehingga mereka bekerja tidak akan keluar dari kedua hal tersebut, yang kemudian disusul metode pelaksanaan seleksi. Bahkan menurutnya, hasil seleksi tersebut teruji secara ilmiah dan bisa diuji oleh siapa saja.

“Jadi, kami bekerja sesuai dengan kerangka UU dan PP. Kalau ada yang berasumsi, berarti orang itu tidak paham undang-undang dan tidak paham dengan PP. Karena status kami secara akademik adalah penguji,” tegasnya.

Terkait tiga nama calon pejabat yang nantinya diserahkan kepada Pemko Pekanbaru, hal ini nantinya juga akan dikonfirmasi kembali kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Jika ternyata hasil kerja tim assessment tidak sesuai dengan metodologi, maka hasil tersebut bisa saja dibatalkan atau tidak disetujui oleh KASN.

“Dugaan-dugaan dari luar itu tidak benar. Karena kami bekerja sesuai dengan metodologi dan KASN bisa membatalkan hal ini. Oleh karena itu, kami akan memberikan laporan ini sesuai dengan mekanisme satu laporan. Mulai hari ini lembar per lembar, rekam jejak kita kirim semua,” jelas Ilyas.

Data tersebut selanjutnya dianalisis oleh KASN. Apakah keputusan pansel tersebut sudah tepat atau belum, nantinya akan dianalisis oleh KASN. Tapi kalau sudah tepat, maka rekomendasi akan dikirim oleh KASN, sehingga Pemko bisa memilih untuk melantik pejabat sesuai dengan rekomendasi KASN.

Harus Transparan

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Jhon Romi Sinaga SE, sangat menginginkan pansel bisa bekerja sesuai tupoksi. Sehingga hasil assessment nanti benar-benar sesuai dengan yang diharapkan.

“Sehingga nanti produk yang dihasilkan dari lelang ini dapat melaksanakan kerjanya dengan baik, dan sesuai dengan latarbelakang keilmuannya dan jenjang karirnya,” papar Romi, kemarin.

Politisi PDI Perjuangan ini juga minta pansel tidak menutup-nutupi hasil dalam proses assessment. Ketika itu memang harus dipublikasi, ia minta untuk dipublis ke publik.(luk/gus)

“Khususnya hasil sementara dari assessment yang sudah dilakukan. Karena, toh nanti hasil akhirnya tetap diekspos,” kata Romi.

Ia percaya pansel akan bekerja dengan baik dan benar sesuai dengan apa yang ditegaskan dalam aturan. Di mana sebelumnya, Ketua Pansel Assessment Pemko Pekanbaru, Ilyas Husti, menegaskan, bahwa pansel tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun.

“Buktikan saja,” singkatnya.

Menurut Romi, memang sebelumnya ia mendapati sudah ada prediksi nama-nama pejabat yang akan ditempatkan di 13 jabatan yang dilelang. Tapi diharapkannya, jika itu benar, berarti assessment yang dilakukan saat ini benar-benar hanya formalitas. Tapi, jika nanti nama-nama yang beredar itu hanya isu, pansel diminta bisa membuktikannya.

“Kita lihat saja nanti hasilnya. Saat ini kami serahkan semua proses ini kepada pansel,” tutupnya.(luk/gus)


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
AKAN DILAPORKAN KE KPK
Komentari "Nyanyian" Nazar soal Korupsi, Fahri: Bohong, Tak Ada Buktinya!
Selasa, 20 Februari 2018 - 18:40 wib
JIKA GUNAKAN CARA PAKSA
Keras! FPI Minta Polisi Tidak Ganggu Kepulangan Habib Rizieq
Selasa, 20 Februari 2018 - 18:30 wib
KASUS MATCH FIXING
Kirim Perwakilan ke Singapura, BAM Pantau Sidang Dua Atletnya
Selasa, 20 Februari 2018 - 18:20 wib
MINTA APARAT MENGUSUT TUNTAS
MUI Curiga Ada Rekayasa Jahat Terkait Maraknya Kekerasan terhadap Ulama
Selasa, 20 Februari 2018 - 18:10 wib
TERKAIT KASUS NARKOBA
Belum Jenguk Dhawiya, Elvy Sukaesih Ternyata Sedang di Luar Kota
Selasa, 20 Februari 2018 - 18:00 wib
TERKAIT VONIS HAKIM
Terungkap! Ajukan PK Kasus Dugaan Penistaan Agama, Ini Alasan Ahok
Selasa, 20 Februari 2018 - 17:50 wib
HASIL PENELITIAN INDEF
Dibandingkan Jokowi-JK, SBY-Boediono Lebih Bagus soal Lapangan Kerja
Selasa, 20 Februari 2018 - 17:40 wib
LAPORAN PBHI
Lagi, Ketua MK Dilaporkan ke Dewan Etik, Ini Penyebabnya
Selasa, 20 Februari 2018 - 17:30 wib
MASIH DIANALISIS
Terkait Surat Asimilasi Nazaruddin, KPK Segera Sampaikan Sikap Resmi
Selasa, 20 Februari 2018 - 17:20 wib
VIRAL DI MEDIA SOSIAL
Medali Piala Presiden Bambang Pamungkas Raib, Siapa Pelakunya?
Selasa, 20 Februari 2018 - 17:10 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Oktober, Pasar Induk Difungsikan

Selasa, 20 Februari 2018 - 12:45 WIB

Organda Protes Pajak Pertalite

Selasa, 20 Februari 2018 - 12:37 WIB

Komunitas Lingkungan Suarakan Pemilahan Sampah

Selasa, 20 Februari 2018 - 12:16 WIB

4.172 Orang Ikut Seleksi PSB UPT-LK

Selasa, 20 Februari 2018 - 12:13 WIB

Pembangunan Puskesmas Terganjal Lahan

Selasa, 20 Februari 2018 - 12:08 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us