Teruslah Berdoa

Minggu, 04 Des 2016 - 16:10 WIB > Dibaca 3390 kali | Komentar

MESKIPUN tidak pergi ke Jakarta, berkumpul di Monumen Nasional (Monas) bersama jutaan umat muslim lainnya, Jumat lalu (2/12), terkesan sekali bahwa kawan saya Abdul Wahab tidak henti-henti berdoa. Bukan saja doa tersebut berisi seperti apa yang dilantunkan saudara-saudaranya itu di ibu kota yakni agar Allah SWT menyelamatkan bangsa ini, tetapi masih banyak yang lain. Semuanya sama-sama penting meski tidak saling mendahului.

“Ya, termasuk bagaimana kegiatan tersebut, kegiatan doa dan zikir bersama tersebut berjalan aman, seaman-amannya.  Tidak diwarnai keributan pada bagian mana pun baik pangkal, pertengahan maupun akhir,” tulis Wahab melalui pesan pendek telepon genggam (SMS).

Dikatakan lagi oleh Wahab, harus didoakan pula agar kegiatan tersebut tidak dilencengkan oleh orang-orang tertentu untuk kepentingan sesaat, apalagi untuk kepentingan golongan, bahkan kepentingan pribadi. Dijauhkan pula acara itu dari sikap sombong, angkuh, apalagi takbur. “Semoga acara itu tidak pula memperlihatkan kelemahan kita sebagai umat Islam,” tulis Wahab pula.

Sungguh diharapkan, bagaimana doa dan zikir bersama itu tidak bertentangan dengan kehendak Allah SWT. Tak sedikit kisah yang terjadi bagaimana seseorang merasa telah berbuat di jalan Allah, tetapi tertolak karena landasan perbuatannya.

Paling terkenal misalnya, kisah seseorang yang dihisab kedermawanannya oleh Allah SWT, yang ternyata bersumber pada keinginan untuk dipuji. Hal serupa juga dicontohkan dalam kasus seseorang yang di dunia dinilai syahid dan ahli ibadah yang dimasukkan penguasa dunia akhirat ke dalam neraka karena landasan perbuatannya tidak karena Allah SWT.

Dari rangkaian doa-doa di atas, tidak salah kan apabila saat membalas SMS Wahab, saya menulis, “Begitu banyak yang harus didoakan. Mungkin juga termasuk mendoakan untuk kebaikan bagi asbab sampai munculntya acara di Monas itu yakni penistaan agama oleh seseorang.”

Wahab tidak menafikan hal itu, malahan begitu banyak contoh yang berkaitan dengannya. Ketika Nabi Muhammad SAW diancam pedang oleh seseorang, lelaki mulia tersebut tidak membalas dengan tindakan serupa. Sebaliknya, Rasulullah pun berpesan agar umatnya tidak menista agama lain, sehingga bermakna pula agar Islam tidak dinista oleh pihak mana pun.

“Terlepas dari hal itu, memang harus banyak yang kita doakan. Banyak yang harus kita pintakan kepada Allah SWT. Pasalnya, kita memang tidak punya daya apa-apa kecuali atas pertolongannya. Kita hanya bisa berusaha untuk sesuatu kebaikan, tetapi Allah-lah yang menentukan bagaimana kita menjalaninya,” tulis Wahab.

Begitu banyak doa yang harus dilantunkan, sampai-sampai doa disebut sebagai senjata umat Islam. Sejalan dengan hal itu pula, begitu banyak diterangkan bagaimana Allah SWT menyuruh hambanya berdoa, malahan digolongkan sebagai makhluk sombong jika hal itu tidak dilakukan. Maka doa pun tergolong sebagai suatu ibadah yang seperti ibadah lain, menguntungkan manusia. Semua doa dikabulkan oleh Allah SWT.

Tidak mengherankan, kalau Abu Bakar Sidik Ra., pernah mengatakan bahwa ia suka sekali berdoa  bukan hanya karena permintaannya dikabulkan, tetapi dengan berdoa, ia bisa beribadah. Melalui doa, hubungan langsung dengan Allah SWT amat dirasakan seperti berhadap-hadapan tanpa batas baik dikarenakan waktu maupun tempat.

Jelaslah berdoa menunjukkan ketidakmampuan kita di hadapan Allah SWT. Dengan demikian, sedikit banyaknya, doa memupuk iman, sehingga kita dibimbing untuk senantiasa sadar bahwa ada kekuasaan yang amat berkuasa, senantiasa menyertai kita. Allah bersama kita.

Dengan sifatnya tanpa batas dan senantiasa diawasi itu, Wahab kemudian menyimpulkan bahwa kita memang harus terus berdoa untuk semua kebaikan. “Jangan hanya di Monas itu saja kita mendoakan agama dan bangsa ini, tetapi juga di tempat-tempat lain. Tidak hanya berkelompok, tetapi juga sendiri-sendiri. Tidak saja pada waktu terang-benderang, tetapi juga saat dinihari yang sejuk,” tulis Wahab.

Ya, kita juga harus mendoakan hal-hal semacam itu. Mendoakan agar tidak hanya mendoakan agama dan bangsa ini di Monas saja, tetapi terus-menerus; mendoakan agar kita mampu mendoakan agama dan bangsa ini tidak hanya berkelompok, tetapi juga pribadi-pribadi, saat bangun pada dini hari. Ya, teruslah berdoa....***

KOMENTAR
BERITA POPULER
Ahok Akan Sampaikan Bukti Istrinya Selingkuh

Ahok Akan Sampaikan Bukti Istrinya Selingkuh

21 Feb 2018 - 02:17 WIB | 598 Klik
Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras

21 Feb 2018 - 13:02 WIB | 566 Klik
Korupsi Bapenda, Kejati Terbitkan Sprindik Baru

Korupsi Bapenda, Kejati Terbitkan Sprindik Baru

21 Feb 2018 - 10:16 WIB | 558 Klik
Seorang Pengamat Menganalisa Jokowi Bisa Ditinggal PDI Perjuangan

Seorang Pengamat Menganalisa Jokowi Bisa Ditinggal PDI Perjuangan

21 Feb 2018 - 00:31 WIB | 483 Klik
KFC Tutup Ratusan Restorannya

KFC Tutup Ratusan Restorannya

21 Feb 2018 - 01:16 WIB | 469 Klik

Follow Us