Wonderful Indonesia
JADI JARGON
Perhatian! Begini Penjelasan Ahli soal Mitos Mecin Bikin Bodoh
Selasa, 23 Januari 2018 - 17:25 WIB > Dibaca 831 kali Print | Komentar
Perhatian! Begini Penjelasan Ahli soal Mitos Mecin Bikin Bodoh
Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat FEMA Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Ketua Umum Perhimpunan Pakar Pangan dan Gizi Indonesia, Prof Hardinsyah MS PhD. (RIESKA VIRDHANI/JAWAPOS.COM)
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Monosodium Glutamat (MSG) atau mecin sangat akrab dengan keseharian, terutama soal jajanan. Misalnya saja terdapat dalam baso goreng (basreng), aci telor (cilor), aci gulung (cilung), dan aci dicolok (cilok).

Lantas, belakangan ini juga ada istilah generasi mecin yang disematkan jika seseorang berbuat kebodohan. Pendek kata, mengosumsi mecin dianggap bisa membuat bodoh seseorang. Benarkah hal itu?

Menurut Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat FEMA Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Hardinsyah MS PhD, jargon mecin bikin bodoh bisa muncu karena adanya penelitian seorang psikiater di Washington University bernama John Onley.

Dari penelitiannya terhadap tikus, Onley melaporkan bahwa MSG dapat menyebabkan neurotoksisitas (kerusakan fungsi otak) akibat tingginya konsentrasi glutamat yang tinggi yang dapat merusak otak.

Namun, studi itu ditentang dikarenakan metodologi yang digunakan Onley tidak sesuai. Dosis yang digunakan sangat tinggi, yaitu 4 gram per kilogram berat badan tikus. Metode injeksi (suntikan) MSG tidak mewakili perilaku normal manusia saat mengonsumsi MSG lewat makanan.

Pasalnya, tidak ada manusia yang mengonsumsi MSG lewat suntikan, tetapi lewat makanan yang dikonsumsinya.

"Sebutan Generasi Mecin (bisa bikin bodoh) dugaan saya karena penelitian itu seolah MSG merusak otak dan konotasi jadinya bodoh. Tapi orang tak melihat dosisnya," ujarnya dalam seminar bersama PT Ajinomoto dalam menyambut Hari Gizi Nasional (HGN) pada 25 Januari, Selasa (23/1/2018).

Ketua Umum Perhimpunan Pakar Pangan dan Gizi Indonesia itu lantas menganalogikan berbagai penelitian yang menyebutkan konsumsi daging sapi bisa meningkatkan risiko kematian. Tentu saja itu betul jika dikonsumsi di atas 400-700 gram per hari.

"Judul penelitian kan kadang tak menyebut batas takarannya. Padahal, konsumsi daging masyarakat Indonesia cuma 20 gram per hari," paparnya.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TIDAK DI SEMUA TEMPAT
Wacana Polisi Jaga Rumah Ibadah, DPR: Di Daerah Tertentu Saja
Selasa, 19 Februari 2018 - 21:00 wib
TERLIBAT PROYEK BERBAU KORUPSI
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT RAPAT DI BANGGAR DPR
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:45 wib
TIDAK ADA RILIS RESMI
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:40 wib
BARANG RAMPASAN KASUS KORUPSI
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:35 wib
PILPRES 2019
Prabowo Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Reaksi Gerindra
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:20 wib
SUDAH DITERIMA MK
GNPF Ulama Hormati Pengajuan PK Ahok
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:10 wib
KASUS NARKOBA
Sedang Hamil saat Ditangkap, Menantu Elvi Sukaesih Dapat Perlakuan Khusus
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:00 wib
SEGERA PULANG KE INDONESIA
KPK: Jangan Sampai Novel Dua Kali Jadi Korban
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:45 wib
TERKAIT PENYERAHAN ASET KE NEGARA
Eksekusi Lahan DL Sitorus, KPK Pastikan Bantu KLHK
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Olahraga Dapat Membantu Mental Anak Atasi Trauma

Minggu, 18 Februari 2018 - 12:26 WIB

Penggunaan Obat yang Aman pada Lanjut Usia

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:30 WIB

DPR Sindir BPOM soal Temuan Albothyl Berbahaya

Jumat, 16 Februari 2018 - 20:30 WIB

Izin Edar Empat Jenis Obat Ini Dibekukan, Termasuk Albothyl
Dokter Gigi Sepakat Larang Penggunaan Albothyl, Ini Bahayanya
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini