Wonderful Indonesia
Nasib Bayi Aisy Maulida, Penderita Penyumbatan Empedu
Berharap Dermawan Biayai Cangkok Empedu
Senin, 22 Januari 2018 - 09:45 WIB > Dibaca 592 kali Print | Komentar
Berharap Dermawan Biayai Cangkok Empedu
MENUNGGU: Aisy Maulida (13 bulan) penderita penyumbatan empedu menunggu uluran tangan dermawan. foto : *C1/mirshal
Berita Terkait

Aisy Maulida Meninggal di Kampung Halaman

Dulu Aisy Sudah Disarankan Operasi



(RIAUPOS.CO) - Mengenakan pakaian berwarna kuning yang tidak bisa lagi menutupi perutnya yang semakin besar, akibat penyakit penyumbatan empedu, Aisy Maulida, bocah 13 bulan terbaring lemah dengan slang oksigen dan infus yang melekat di badannya.

Anak kedua dari pasangan Beni Fitra dan Dewi Ratna Sari, dirawat di ruangan Merak Nomor II.2 lantai 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad. Aisyi Maulida didiagnosa dokter mengalami penyumbatan kantong empedu semenjak usianya tiga bulan. Hingga sekarang, Aisy Maulida harus dirawat akibat sakit.

Beni Fitra, ayah Aisy mengatakan, awalnya dia membawa anaknya untuk imunisasi ke salah satu Puskesmas yang ada di Kecamatan Pinggir. Saat itu, salah satu perawat di Puskesmas itu menolak memberikan imunisasi, lantaran kedua mata Aisy yang berwarna kuning terang dan menganjurkan keluarganya untuk memeriksa Aisy ke dokter anak. “Awalnya kami mau imunisasi (Aisy, red) ke Puskesmas. Tapi ditolak, karena susternya takut melihat matanya kuning, dan disuruh cek ke dokter anak,” ungkapnya singkat.

Lanjut Beni, karena mendapatkan penolakan dari suster tersebut, dirinya beserta istri langsung membawa Aisy ke dokter anak untuk dilakukan pemeriksaan atas apa yang dialami anaknya.

Sampai di tempat dokter,  anaknya diperiksa. Dokter mengatakan, yang dialami anaknya hanya hal biasa, karena kurang dijemur. “Tapi setelah lima bulan, kok  gak berubah dan perutnya semakin besar. Kami cek lagi ternyata penyumbatan empedu,” jelas Beni dengan mata berkaca- kaca.

Setelah mendapatkan kepastian anaknya menderita penyumbatan empedu, Beni dan istri berupaya terus melakukan pengobatan ke beberapa rumah sakit termasuk RSUD Arifin Ahmad. Namun upaya selama ini belum membuahkan hasil kesembuhan, karena Dokter menyarankan Aisy untuk dibawa ke Jakarta untuk dilakukan cangkok hati.Lantaran kemampuan ekonomi yang belum mencukupi, Beni belum bisa membawa Aisy untuk berobat ke Jakarta.”


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TIDAK DI SEMUA TEMPAT
Wacana Polisi Jaga Rumah Ibadah, DPR: Di Daerah Tertentu Saja
Selasa, 19 Februari 2018 - 21:00 wib
TERLIBAT PROYEK BERBAU KORUPSI
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT RAPAT DI BANGGAR DPR
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:45 wib
TIDAK ADA RILIS RESMI
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:40 wib
BARANG RAMPASAN KASUS KORUPSI
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:35 wib
PILPRES 2019
Prabowo Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Reaksi Gerindra
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:20 wib
SUDAH DITERIMA MK
GNPF Ulama Hormati Pengajuan PK Ahok
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:10 wib
KASUS NARKOBA
Sedang Hamil saat Ditangkap, Menantu Elvi Sukaesih Dapat Perlakuan Khusus
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:00 wib
SEGERA PULANG KE INDONESIA
KPK: Jangan Sampai Novel Dua Kali Jadi Korban
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:45 wib
TERKAIT PENYERAHAN ASET KE NEGARA
Eksekusi Lahan DL Sitorus, KPK Pastikan Bantu KLHK
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Brigite pun Coba Pakai Hijab

Senin, 19 Februari 2018 - 10:50 WIB

Melihat Aktivitas Pasar Rakyat Tengku Kasim Perkasa, Rumbai
19 Mural Percantik Kampung Bandar

Senin, 19 Februari 2018 - 10:22 WIB

Lawan Eksploitasi Perempuan

Senin, 19 Februari 2018 - 10:07 WIB

Diminta Aktif Mencegah

Senin, 19 Februari 2018 - 08:47 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini